<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140</id><updated>2011-11-07T23:14:52.150+07:00</updated><title type='text'>Blognya Penyejuk Iman</title><subtitle type='html'>Menjawab Kebutuhan Informasi Rohani Anda</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-4215077322589257302</id><published>2010-11-13T22:54:00.005+07:00</published><updated>2010-11-13T23:26:01.409+07:00</updated><title type='text'>Fiqih Qurban</title><content type='html'>Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya, Maka shalatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah hewan.” (QS. Al Kautsar: 2). Syaikh Abdullah Alu Bassaam mengatakan, “Sebagian ulama ahli tafsir mengatakan; Yang dimaksud dengan menyembelih hewan adalah menyembelih hewan qurban setelah shalat Ied.” Pendapat ini dinukilkan dari Qatadah, Atha’ dan Ikrimah (Taisirul ‘Allaam, 534 Taudhihul Ahkaam, IV/450. Lihat juga Shahih Fiqih Sunnah II/366). Dalam istilah ilmu fiqih hewan qurban biasa disebut dengan nama Al Udh-hiyah yang bentuk jamaknya Al Adhaahi (dengan huruf ha’ tipis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fiqih-qurban.html"&gt;muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-4215077322589257302?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fiqih-qurban.html' title='Fiqih Qurban'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/4215077322589257302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2010/11/fiqih-qurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/4215077322589257302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/4215077322589257302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2010/11/fiqih-qurban.html' title='Fiqih Qurban'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-5609571498189558973</id><published>2009-10-15T07:23:00.002+07:00</published><updated>2010-04-04T00:04:07.904+07:00</updated><title type='text'>Menghadapi Musibah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Tiada suatu bencana yang terjadi di bumi atau pada dirimu sendiri, melainkan itu ada dalam Kitab sejak sebelum Kami laksanakan kejadian tersebut.” (QS. Al-Hadid : 22)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada suatu hari Rasulullah Shalallahu’alaiwasallam bersabda :&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Ingatlah bahwa ada 5 perkara yang aku khawatirkan akan kalian temukan pada suatu saat nanti :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Apabila kemaksiatan telah dilakukan secara teruka dalam suatu masyarakat sehingga mereka melakukan iklan dan promosi dengnan kemaksiatan tersebut, maka itu akan terjadinya wabah penyakit menular yang belum pernah ada pada masyarakat sebelum mereka.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Apabila masyarakat telah sering melakukan pengurangan dan penipuan dalam menimbang barang, maka mereka akan ditimpa oleh kemiskinan, dan akan diperintah oleh penguasa yang kejam.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jika masyarakat tidak mau mengeluarkan zakat dari harta kekayaan mereka, maka mereka akan ditimpa oleh bencana musim kemarau.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Apabila masyarakat sudah sering mengkhianati janji, maka mereka akan dikuasai oleh musuh-musuh mereka yang akan merampas segala kekayaan yang mereka miliki.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Dan jika para pemimpin mereka tidak melakukan tindakan yang sesuai dengan Kita Allah SWT, maka bencana akan turun kepada mereka.”&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;(Hadist riwayat Abu Nu’aim, juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al Hakim)&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam hadist lain Rasulullah Shalallahu’alaiwasallam juga bersabda : &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;”Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu masyarakat, maka Dia akan menjadikan orang yang baik sebagai pemimpin masyarakat tersebut, tetapi jika Allah berkehendak menjadikan kejelekan bagi suatu masyarakat, maka mereka akan dipimpin oleh orang yang bodoh, dan kekayaan mereka berada di tangan orang-orang kaya yang bakhil.”&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Khalifah Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada Ja’far bin Burqan ketika daerah kawasan yang dibawah kekuasaan Ja’far tersebut berada dalam krisis kemarau panjang. Surat itu berbunyi : ”Maka sesungguhnya musim kemarau itu adalah akibat dari kemurkaan Allah SWT terhadap hamba-Nya. Oleh karena itu aku telah perintahkan kepada seluruh gubernur di seluruh daerah kekuasaanku bahwa pada hari yang telah ditentukan nanti agar mengajak seluruh masyarakat, khususnya bagi mereka yang mempunyai harta kekayaan segera bersedekah dan memberi bantuan kepada fakir miskin. Masyarakat juga dianjurkan untuk segera memohon ampun kepada Allah SWT dan berdo’a dengan lafadz doa yang pernah dibaca oleh Nabi Adam :&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rabbanaa dzalamnaa Anfusanaa wa inlam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khasirin... dan juga membaca lafadz do’a yang pernah dibaca oleh Nabi Nuh sewaktu terjadi banjir besar ”Wa illa taghfirlii watarhamnii akun minal khasiriin” (QS. Hud : 47) dan lafadz doa nabi Yunus sewaktu berada di dalam perut ikan : Laa illaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minal dhaziliin” (QS. Anbiya : 87)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seorang muslim yang beriman harus yakin bahwa setiap musibah merupakan takdir dari Allah, ”Tiada suatu bencana yang terjadi di bumi atau pada diri kamu sendiri, melainkan ittu aa dalam Kitab sejak sebelum Kami laksanakan kejadian tersebut. Sesungguhnya hal yang demikian ini sangatlah mudah bagi Allah.” (QS. Al Halid : 22)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kita juga yakin bahwa segala yang terjadi itu adalah yang terbaik bagi kita menurut Allah (bukan menurut perasaan kita) walaupun kadang-kadang hal tersebut tidak kita inginkan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 216)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari ayat ini sangat jelas bahwa ukuran sesuatu baik atau buruk adalah dari Allah bukan dari perasaan kita, karena Allah yang lebih mengetahui segala sesuatu, sedangkan kita hanya bisa menerka dan mengira-ngira saja.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Suatu bencana atau kesulitan hidup boleh jadi disebabkan oleh perbuatan maksiat dan keingkaran kepada Tuhan yang selalu kita lakukan, maka untuk menyadarkan atau untuk menghapuskan dosa-dosa kita tersebut, sehingga dengan keadaan itu kita akan lebih banyak bersabar dan mengingat-Nya. Dalam sebuah hadist disebutkan : ”Perumpamaan orang beriman yang ditimpa oleh suatu macam cobaan adalah bagaikan besi yang dimasukkan ke dalam api, lalu hilang karatnya sehingga tinggal besi yang asli dan baik.”&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari hadist ini kita dapatkan bahwa besi yang dibakar adalah besi yang berkarat. Jika kita melihat kondisi masyarakat muslim yang ditimpa bencana, rata-rata merupakan masyarakat yang banyak berbuat kemungkaran dan kemaksiatan sewaktu mereka berada dalam kemakmuran dan kekayaan. Sebagai contoh, Libanon sebelum perang adalah daerah pariwisata Timur Tengah, yang terkenal dengan segala bentuk kemungkaran dan kemaksiatan. Bosnia sebelum perang juga dikenal dengan daerah pelesiran Eropa Timur, demikian juga kota Kabul sebelum perang terkenal sebagai Hollywoodnya Asia Selatan. Pada waktu menerima kemakmuran dan kesenangan hidup, mereka banyak lupa kepada Tuhan, maka Allah memberikan peringatan agar mereka sadar dan sabar, sehingga bencana tersebut dapat menhapuskan karat-karat dari masyarakat. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;”Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan oleh dosa-dosa mereka.” (QS. Al Maidah : 49)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kita yakin bahwa segala musibah dan bencana adalah ujian dan cobaan. ” Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan kekurangan buah-buahan.Dan berikanlah berita gembira bagi mereka yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ”Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un.” Mereka itulah yang akan mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah : 155-157)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Imam Ali bin Abi Thalib berkata bahwa Rasul SAW pernah bersabda : ”Pahala sabar itu ada tiga”&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pertama, &lt;/b&gt;sabar terhadap musibah, yakni sabar dan tidak merasa marah terhadap musibah yang menimpa, sebaliknya dia menerima musibah dengan sikap yang baik, maka Allah akan mengangkat baginya 300 derajat, yakni derajat yang tertinggi di syurga dan setiap satu derajat bagaikan antara langit dan bumi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Kedua, siapa yang bersabar dalam keta’atan &lt;/b&gt;yakni mengerjakan taat dan menanggung kesukaran dalam melaksanakan keta’atan, maka Allah akan mencatatkan baginya 600 derajat, dan setiap satu derajat sama dengan luas permukaan bumi yang diatas sampai pada lapis bumi dibawah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Ketiga, siapa yang bersabar dari kemaksiatan&lt;/b&gt;, yakni meninggalkan kemaksiatan karena Allah, maka Allah akan mencatat baginya 900 derajat, dimana setiap satu derajat bagaikan jarak permukaan bumi sampai ke Arsy. Dan dia adalah makhluk yang paling tinggi derajatnya dua kali ganda, karena sabar dengan segala yang diharamkan adalah martabat yang paling tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Kesempatan Menolong&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam kitab ”Majmul zawaid wa manba’ul fawaid” dinyatakan bahwa Rasulullah Shalallahu’alaiwasallam telah bersabda :&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;”Siapa yang berjalan untuk membantu keperluan kawannya sesama muslim maka Allah akan menuliskan satu kebaikan dari tiap langkah kakinya sampai dia pulang menolong hambanya tersebut. Jika dia telah dapat menolong kawannya tersebut maka dia akan keluar dari segala dosa-dosanya bagaikan hari dilahirkan ibunya, dan jika dia ditimpa kecelakaan (samapi meninggal dunia) maka dia akan dimasukkan ke dalam surga tanpa dihisab.” (Hadist riwayat Abu Ya’ala)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam hadist lain juga disebut :&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;”Siapa yang berjalan menolong saudaranya sesama muslim maka Allah akan menuliskan 70 kebaikan dari setiap langkah yang dikerjakannya.” (HR Thabrani)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;”Siapa yang bersikap ramah kepada sesama mukmin dan meringankan keperluan hidupnya baik sedikit maupun banyak maka kewajiban bagi Allah untuk melayaninya (si penolong tersebut) dengan pelayanan surga.” (HR Thabrani)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Demikian beberapa sikap dalam menghadapi musibah. Kita yakin bahwa segala sesuatu itu merupakan takdir Ilahi. Kita juga yakin bahwa musibah itu akibat dosa yang sudah merajalela dan kita juga yakin bahwa musibah untuk memberikan pahala sabar kepada mereka yang terkena musibah, dan pahala menolong bagi mereka yang tidak terkena musibah, sehingga musibah merupakan ujian keimanan bagi sesama manusia.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semoga iman kita tidak hilang disebabkan musibah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;strong&gt;M. ARIFIN ISMAIL, MA.M.Phil&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:dc8b2f53-fda5-40c1-b569-b929301cce38" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; float: none; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;Facebook Tags: &lt;a href="http://www.example.com/facebook" rel="tag"&gt;facebook&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:939b6c98-4b77-4cc5-b580-fc78d5436ef6" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; float: none; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;del.icio.us Tags: &lt;a href="http://del.icio.us/popular/del.icio.us" rel="tag"&gt;del.icio.us&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:a93af9ee-fbca-4e5b-a412-846437ea7ab4" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; float: none; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;Technorati Tags: &lt;a href="http://technorati.com/tags/Technorati" rel="tag"&gt;Technorati&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-5609571498189558973?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/5609571498189558973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/10/menghadapi-musibah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/5609571498189558973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/5609571498189558973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/10/menghadapi-musibah.html' title='Menghadapi Musibah'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-7902366695834712306</id><published>2009-09-27T15:39:00.003+07:00</published><updated>2010-04-04T00:09:57.165+07:00</updated><title type='text'>Silaturahmi dan Networking Umat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;“dan peliharalah hubungan silaturahmi” (QS. An Nisa : 1)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam surat An Nisa ayat pertama, Allah SWT berfirman : &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;”Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah, nama Tuhan yang selalu kamu pergunakan untuk saling bertanya antara satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahmi. Sesungghnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam ayat ini dapat disimpulkan, bahwa Allah menyuruh kita untuk mengadakan hubungan silaturahmi, dan dengan perintah ini maka silaturahmi merupakan kewajiban. Malahan di akhir ayat, Allah mengatakan bahwa Dia akan selalu memperhatikan dan memantau tentang hubungan silaturahmi terssebut. Jika Al Quran mewajibkan silaturahmi, maka hadist Nabi menjelaskan tentang keutamaan silaturahmi. Beberapa hadist silaturahmi diantaranya :&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Silaturahmi sebagai tanda iman.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ’alai wassalam bersabada : ”Siapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya hendaklah dia menghubungkan silaturahmi, siapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya hendaklah dia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari Muslim)&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Memperpanjang umur dan menambah rezeki&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ’alai wassalam bersabda : ”Siapa yang ingin dipanjangkan usianya dan ditambahkan rezekinya maka hendaklah dia bersilaturrahmi.” (HR. Ahmad)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Anas bin Malik juga menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ’alai wassalam bersabda : ”Siapa yang ingin di lapangkan rezekinya dan mendapatkan kesan yang baik (setelah kematiannya) maka hendaklah dia menghubungkan silaturahmi.” (HR. Bukhari Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam hadist lain Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ’alai wassalam bersabda : ”Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan diberikan kesan yang baik setelah kematiannya maka hendaklah dia bersilaturahmi. (HR. Bukhari Muslim).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tarmidzi juga meriwayatkan dengan lafadz : ”Pelajarillah silsilah keturunan untuk bersilaturahmi, sebab dengan silaturahmi memperbanyak kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperbaiki kesan hidup setelah kematian.”&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Silaturahmi dapat menolak bala&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sayyidina Ali bin Abi Thalib menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ’alai wassalam pernah bersabda : ”Siapa yang ingin umur panjang dan mendapat rezeki yang luas dan menolak sesuatu yang buruk (bencana/musibah) maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah, dan menghubungkan silaturahmi.” (riwayat Abdulah bin Imam Ahmad dalam kitab Zawaid, Bazzar dan hakim)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam hadist lain, Anas bin Malik menceritakan bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ’alai wassalam bersabda : ”Sedekah dan silaturahmi dapat menolak sesuatu yang buruk, sesuatu yang dibenci dan sesuatu yang dikhawatirkan.” (HR. Aby Yahya)&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Silaturahmi : Membangun masyarakat &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari Ibnu Abbas menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ’alai wassalam bersabda : ”Sesungguhnya Allah akan membangun suatu negeri, dan menambahkan harta kekayaan penduduk negeri tersebut dan tidak pernah memandang kepada mereka dengan kebencian sejak mereka diciptakan.”&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sahabat bertanya :&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagaimana hal itu dapat terjadi ?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rasulullah Shallallahu ’alai wasalam menjawab :&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hal itu terjadi sebab mereka selalu mengadakan silaturahmi antara sesama mereka (HR. Thabrani dengna isnad hasan dan Hakim)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam hadist lain Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ’alai wassalam bersabda : ”Siapa yang diberi Allah rasa kasih sayang maka dia akan mendapat kebaikan dunia dan akhirat, dan silaturahmi, berbaik dengan tetangga dan akhlak mulia dapat membangun negeri dan memperpanjang usia.” (riwayat Ahmad)&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Balasan yang paling cepat &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Silaturahmi merupakan amalan yang mendapat balasan paling cepat sebagaimana diceritakan oleh Aisyah r.a bahwa Rasulullah Shallallahu’alai wassalam pernah bersabda : ”Kebaikan yang paling cepat balasannya adalah berbuat baik kepada orang lain dan silaturahmi dan keburukan yang paling cepat balasannya adalah berbuat buruk kepada orang lain dan memutuskan silaturahmi.” (HR. Ibnu Majah)&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Manaikkan derajat dan kedudukan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sahabat Nabi, Ubadah bin Samit menceritakan, Rasulullah Shallallahu ’alai wassalam bersabda : ”Adakah kamu ingin aku tunjukkan sesuatu perbuatan yang mengakibatkan kamu diangkat Allah SWT beberapa derajat ..? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sahabat Nabi tersebut menjawab :”Baik ya Rasulullah.”&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nabi Muhamamad Shallallahu ’alai wassalam kemudian bersabda : ”Berbuat baik terhadap orang yang bodoh, memaafkan kepada orang yang mendzalimi engkau, dan memberikan sesuatu kepada orang yang tidak mau memberikan sesuatu kepadamu dan menghubungkan silaturahmi kepada orang yang memutuskanmu.” (HR. Bazzar dan Thabrani)&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Memutuskan silaturahmi dapat menangguhkan penerimaan amal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sahabat nabi, Abu Hurairah menceritakan bahwa saya mendengar Rasulullah Shallallahu ’alai wassalam beersabda : ”Sesungguhnya amal manusia itu akan diperlihatkan setiap hari kamis malam jum’at, maka tidak akan diterima amalan orang yang memutuskan silaturahmi.” (HR. Ahmad).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Isteri Nabi, Siti Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ’alai wassalam bersabda : ”Jibril datang kepadaku pada malam nisfu sya’ban dan malam itu Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka sebanyak bulu kambing dan Allah tidak melihat kepada mereka yang syirik, orang yang sedang bertengkar, orang yang memutuskan silaturahmi, orang yang sombong dengan pakaian yang panjang, orang yang durhaka kepada orang tua, dan orang yang meminum arak.” (HR. Baihaqi)&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Memutuskan silaturahmi menghalangi masuk surga&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sahabat Nabi, Jabir bin Mat’a menceritakan bahwa dia mendengar nabi Muhammad Shallallahu ’alai wassalam bersabda : ”Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan silaturahmi.” (HR. Bukhari Muslim dan Tarmidzi)&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Kebaikan untuk orang tua yang telah meninggal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sahabat Nabi Abi Usaid Malik bin Rabiah as Sa’adi menceritakn bahwa sewaktu mereka duduk dalam majlis bersama Rasulullah Shallallahu ’alai wassalam, datang seorang lelaki dari Bani Salmah, berkata :Ya Rasulullah, apakah ada kebaikan yang dapat saya lakukan sebagai kebaikan kepada orang tua yang telah meninggal dunia...? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rasulullah Shallallahu ’alai wassalm bersabda :&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Ya, kamu berdo’a untuk keduanya, meminta ampun untuk keduanya, meluluskan janjinya, menghubungkan silaturahmi dengna orang yang berkaitan dengan keduanya.” (HR. Abu daud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Abi Dardah dating ke Madinah, maka datanglah Abdullah bin Umar berkata : Apakah kamu mengetahui mengapa aku menjumpaimu…?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Abi Dardah berkata : aku tidak tahu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Abdullah bin Umar berkata : karena aku mendengar Rasulullah Shallallhu ’alai wassalam bersabda : ”Siapa yang suka berhubungan dengan orangtuanya yang sudah dalam kuburan, maka hendaklah dia menghubungkan silaturahmi dengan kawan-kawan orrangtuanya tersebut, dan sesungguhnya antara ayahku Umar dan ayahmu terdapat persaudaraan, maka aku ingin meneruskan hubungan tersebut.” (HR. Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari beberapa hadist silaturahmi tersebut diatas dapat kita simpulkan bahwa silaturahmi merupakan amal ibadah yang paling utama, tapi sayangnya umat Islam kurang peduli dengan silaturahmi tersebut. Untuk itu amalan yang dilatih bagi umat Islam setelah berpuasa adalah silaturahmi dengan saling berkunjung\, saling memaafkan, saling mengenal pribadi, potensi dan profesi masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Diharapkan silaturahmi di awal Syawal ini dapat merupakan modal untuk membuat jaringan sosial, jaringan ekonomi, jaringan informasi sehingga pada tahun mendatang, modal silaturahmi di bulan Syawal dapat menjadi networking antar individu, networking antar kelompok, networking antar jemaah. Sehingga dengan networking segala program umat dapat tercapai dalam membangun sebuah peradaban Islam.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;b&gt;M. ARIFIN ISMAIL. MA.M.Phil&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:511999c3-5916-478f-a4da-2e499d20f5b7" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; float: none; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;facebook Tags: &lt;script&gt;function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&amp;t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}&lt;/script&gt;&lt;style&gt; html .fb_share_link { padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }&lt;/style&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/share.php?u=&amp;lt;url&amp;gt;" target="_blank" class="fb_share_link" onclick="return fbs_click()"&gt;Share on Facebook&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-7902366695834712306?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/7902366695834712306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/09/silaturahmi-dan-networking-umat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/7902366695834712306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/7902366695834712306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/09/silaturahmi-dan-networking-umat.html' title='Silaturahmi dan Networking Umat'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-3255141124565650009</id><published>2009-09-26T23:49:00.002+07:00</published><updated>2010-04-04T00:48:00.860+07:00</updated><title type='text'>Cinta Agama dan Pengorbanan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagi seorang muslim, agama merupakan satu-satunya jalan menuju kebahagiaan di dunia akhirat. Oleh sebab itu seseorang wajib mencintai agamanya lebih daripada cintanya kepada yang lain, sebagaimana dijelaskan Allah Ta’ala dalam firmanNya :&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Katakanlah (hai Muhammad) : Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargammu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir akan kerugiannya, rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan daripada berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang fasiq.” (QS. Taubah 9 : 24)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari ayat diatas dapat dilihat bahwasanya jika seseorang itu lebih mencintai dirinya, lebih mencintai anak-anaknya, lebih mencintai harta kekayaannya sehingga menghalangi dia untuk membelanjakan harta terebut di jalan Allah, maka orang itu termasuk orang yang fasiq, dan mereka akan mendapat azab dari Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa jika umat Islam belum berani berkorban demi kepentingan agama, jika umat Islam masih lebih cinta kepada kehidupan dunia daripada mengorbankan hartanya untuk kepentingan dakwah dan perjuangan, maka umat Islam pasti tetap kalah, dan tetap dalam keadaan susah dan menderita, karena umat Islam tetap dikuasai oleh musuh-musuhnya dalam segala bidang kehidupan. ini merupakan sunatullah, hukum Allah dalam kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jika umat Islam masih lebih banyak menikmati kekayaan yang Allah berikan daripada memberikan harta tersebut di jalan Allah, maka umat Islam tidak akan mencapai kemenangan. Inilah yang terjadi pada hari ini, dimana orang kaya muslim lebih suka membeli saham hotel daripada membantu perjuangan mujahidin Palestina, membantu orang miskin dengna memberikan modal usaha, membantu sekolah dan perguruan tinggi, mendirikan perpustakaan dan laboratorium riset. Maka jangan diharap umat Islam akan mencapai kemenangan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berani berkorban dengan memberikan segala yang dimiliki untuk memperjuangkan agama Allah, untuk kepentingan umat merupakan syarat utama dalam perjuangan dan merupakan bukti keimanan kepada Allah SWT. Inilah yang dinyatakan dalam surat Al Kautsar :&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat kepada Tuhanmu dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS. Al Kautsar : 1-3)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ayat ini menegaskan bahwa musuh akan hancur, kebatilan akan sirna, jika umat Islam sudah berani berkorban atas segala yang dimilikinya. jika umat Islam masih sayang dengan apa yang dimilikinya, masih lebih mementingkan membuat rumah yang besar dan mewah daripada membuat sekolah, perpustakaan, madrasah maka musuh umat Islam tidak pernah dapat dikalahkan ileh umat Islam. Ini sebagai pendidikan kepada kita bahwa suatu kebenaran harus diperjuangkan memerlukan kepada pengorbanan. Jika engkau belum berani berkorban, maka musuhmu tidak akan pernah kalah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sewaktu hijrah Abu Bakar membawa seluruh kekayaannya sebanyak 5000 dirham untuk dipergunakan dalam perjuangan bersama Rasulullah. Utsman bin Affan berani berkorban 1000 dinar untuk suatu perang, juga memberikan 1000 ekor binatang tunggangan dan 50 kuda untuk perang Tabuk, dan dalam perang yang lain Utsman menyumbang sebanyak 950 ekor unta dan 30 ekor kuda. Abdurrahman bin Auf pernah berkorban sebanyak 4000 dirham, 500 kuda, dan 1500 unta untuk suatu peperangan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sikap berkorban inilah yang menjadikan umat Islam selalu mencapai kemenangan di masa Rasulullah dan sahabat. Demikian juga sikap pengorbanan dari umat Islam yang begitu hebat dengan membangun rumah sakit wakaf, perpustakaan wakaf, universitas wakaf, pusat riset wakaf, rumah anak yatim wakaf, jalan-jalan wakaf, dana beasiswa untuk mahasiswa, penulis, ulama, dan segala keperluan pendidikan dan riset yang begitu besar sehingga pada masa lalu umat Islam mencapai masa keemasan dalam budaya, teknologi, ekonomi, politik dan ilmu pengetahuan seperti di Baghdad dan Andalusia.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Keislaman Abu Bakar merupakan kekuatan perjalanan Islam selanjutnya sebab beliau adalah sahabat yang paling banyak membantu perjuangan Islam, baik dari pikiran, tindakan, harta kekayaan sampai kepada pengorbanan jiwa. Pada waktu umat Islam ditindas, sebagaimana kisah Bilal bin Rabbah yang dianiaya dan dijemur di tengah terik matahari oleh Umayah, maka Abu Bakar segera datang menjumpai Umayyah : “Umayyah, jangan kau siksa dia, dan aku akan membelinya.” &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Umayah dengan sombongnya berkata : “Berapa engkau sanggup bayar?”.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Abu Bakar berkata : “aku akan membelinya berapa saja yang kamu pinta.”&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Umayah kemudian berunding dengan Abu Jahal dan berkata :”setengah kilogram uang emas.”.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tanpa menawar lagi Abu bakar segera membayar tebusan tersebut. Segera dia mendapatkan Bilal dan menyingkirkan batu bersama beberapa orang kemudian membawa pulang ke rumah Muhammad dan memerdekakannya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setiap mendengar kaum muslimin yang disiksa oleh tuannya, maka Abu Bakar segera menjumpai tuan hamba sahaya yang mukmin itu dan segera menebusnya dengan beberapa saja dan segera membebaskan mereka. Begitulah kesiapan pengorbanan Abu Bakar selama di Makkah, membela dan membantu orang Islam dari penderitaan dan tekanan hidup.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sewaktu kaum muslimin diboikot di Bani Saqifah, Abu Bakar juga telah menghabiskan harta kekayaannya untuk membantu kaum muslimin yang kelaparan. Sewaktu berhijrah menemani Nabi Muahammad ke Madinah, Abu Bakar juga membawa persiapan uang sebanyak 6000 dinar untuk membantu perjuangan Nabi. Malahan beliau sangat gembira sebab terpilih sebagai orang yang ikut bersama Nabi, dan beliau sudah siap membela dari segala rintangan musuh. Setelah sampai di Madinah, beliau adalah sahabat yang paling banyak membantu secara materi dalam peperangan, disamping juga maju di garis depan dalam medan pertempuran.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pernah dalam suatu pertempuran, Abu Bakar mendermakan uangnya sebanyak 40.000 dinar secara terang-terangan dan 40.000 dinar lagi secara sembunyi-sembunyi, sehingga beliau tidak memiliki apa-apa dirumahnya, sebab semua hartanya telah diberikannya untuk membantu perjuangan Islam.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan pengorbanan para ssahabat itulah maka umat Islam pada zaman Rasulullah mencapai kemenangan dalam setiap perjuangan. Demikian juga di waktu kejayaan Islam di Andalusia, dan Baghdad zaman Abasiyah, umat Islam dapat mencapai kemenangan sebab mereka memberikan pengorbanan harta untuk keilmuan dan riset, perpustakaan dan universitas daripada bangsa yang lain. Jika sekarang umat Islam ingin mengembalikan kegemilangan dan kejayaan, maka syarat utama perhatian, kecintaan dan pengorbanan umat Islam harus lebih dari bangsa lain.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam Al Quran ada tiga bentuk infaq atau sumbangan pengorbanan. &lt;strong&gt;Pertama, &lt;/strong&gt;adalah sumbangan untuk membantu mereka yang memerlukan seperti faqir miskin, anak yatim dan lain sebagainya. &lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, adalah pengorbanan untuk jihad dan teknologi persenjataan. &lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, adalah pengorbanan untuk perjuangan menjadi pemimpin dan penguasa, khalifah dimuka bumi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sayang selama ini kita jangankan pengorbanan untuk khalifah, dan jihad, untuk ekonomi umat saja masih kalah dengan umat lain, bagaimana mungkin kita dapat mencapai kemenangan…? Apalagi dalam membangun teknologi persenjataan dan infrastruktur kekhalifahan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Negara-negara barat menguasai sains dan teknologi hari ini, sebab kecintaan dan pengorbanan mereka terhadap sains dan teknologi melebihi bangsa yang lain. Lihat saja perbandingannya, Negara Islam memiliki 230 saintis bagi setiap satu juta orang, Amerika memiliki 5000 saintis persatu juta orang. 57 negara Islam anggota OKI hanya memiliki 5000 universitas, sedangkan Amerika memiliki 5758 universitas. Malahan menurut riset tahun 2008, tidak ada satupun universitas negeri Islam yang masuk dalam 500 terbaik dunia.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Padahal sunatullah menyatakan siapa yang lebih cinta dan banyak memberikan pengorbanan kepada sesuatu maka dia akan mendapatkannya. Jika para sahabat telah memberikan pengorbanan untuk kemenangan Islam, jika orang kaya Andalusia memberikan pengorbanan untuk kekhalifahan ilmu pengetahuan, apakah pengorbanan kita untuk umat Islam hari ini…?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Fa’tabiru ya Ulil Albab&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;strong&gt;M. ARIFIN ISMAIL.MA.M.Phil&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:7fa960b4-9700-4cb0-9802-4508dec9a7d3" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; float: none; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;facebook Tags: &lt;script&gt;function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&amp;t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}&lt;/script&gt;&lt;style&gt; html .fb_share_link { padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }&lt;/style&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/share.php?u=&amp;lt;url&amp;gt;" target="_blank" class="fb_share_link" onclick="return fbs_click()"&gt;Share on Facebook&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-3255141124565650009?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/3255141124565650009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/09/cinta-agama-dan-pengorbanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/3255141124565650009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/3255141124565650009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/09/cinta-agama-dan-pengorbanan.html' title='Cinta Agama dan Pengorbanan'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-5399951932048766089</id><published>2009-09-18T01:36:00.001+07:00</published><updated>2009-09-18T01:36:24.013+07:00</updated><title type='text'>Mengeluarkan Zakat Fitrah Dalam Bentuk Uang</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Masih banyak pertanyaan yang masuk ke meja redaksi seputar bolehkah mengeluarkan zakat fitrah dengan uang senilai beras 2,5kg? Bahkan di sebagian masyarakat kita hal itu masih menjadi polemik antara boleh dan tidak.   &lt;br /&gt;Ibnu Mundzir dalam ensiklopedia Ijma' mengatakan para ulama konsensus bahwa zakat fitrah sah dengan membayar gandum atau kurma seberat 1 sha' (2,5 kg).    &lt;br /&gt;Dalam hadist riwayat Ibnu Umar r.a. Rasulullah s.a.w. memerintahkan zakat fitrah sebanyak 1 shah' kurma atau gandum kepada orang merdeka, hamba sahaya, laki-laki, perempuan, orang tua dan anak-anak dari kaum muslimin dan beliau memerintahkan agar zakat tersebut dibayarkan sebelum kaum muslimin menjalankan sholat ied. (H.R. Bukhari).    &lt;br /&gt;Hadist tersebut diriwayatkan dalam versi lain dengan tambahan &amp;quot;Cukupilah kebutuhan mereka sehingga mereka tidak meminta-minta di hari idul fitri&amp;quot;. Tambahan ini diriwayatkan oleh Dar Quthni, Baihaqi, Hakim dan Ibnu Addi. Menurut Ibnu Hajar semua riwayat tersebut lemah.    &lt;br /&gt;Dari beberapa hadist tentang zakat fitrah yang ada, para ulama sepakat mengatakan sah hukumnya mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan pokok seperti gandum atau beras atau bahan makanan lainnya.    &lt;br /&gt;Bolehkah mengeluarkan zakt fitrah dalam bentuk mata uang senilai satu sha' bahan makanan?    &lt;br /&gt;Terjadi perbedaan pendapat di sini. Imam Malik, Syafi'i dan Ahmad mengatakan zakat fitrah hanya boleh dibayar dalam bentuk bahan makanan pokok masyarakat setempat. Mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk mata uang tidak sah, kecuali dengan mekanisme mewakilkan untuk membeli bahan makanan. Jadi pada saat memberikan uang kepada amil, tujuannya adalah mewakilkam kepada amil untuk membeli bahan makanan lalu disalurkan kepada mustahiq.    &lt;br /&gt;Alasan pendapat ini adalah hadist di atas yang menyebutkan bahwa Rasulullah s.a.w. memerintahkan mengeluarkan zakat dalam bentuk bahan makanan.    &lt;br /&gt;Imam Hanafi berpendapat mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang senilai bahan makanan hukumnya sah. Abu Ja'far, salah seorang ulama Hanafi bahkan mengatakan membayar zakat fitrah dalam bentuk mata uang lebih utama daripada dalam bentuk bahan makanan, alasannya karena itu lebih dibutuhkan kaum fakir miskin dalam banyak kasus. Pendapat kedua ini menggunakan dalil riwayat tambahan di atas bahwa tujuan zakat fitrah adalah agar kaum fakir miskin tidak meminta-minta di hari idul fitri, itu dapat diwujudkan dengan membayar zakat dalam bentuk uang juga.    &lt;br /&gt;Sebagian ulama mengatakan dalam kondisi sangat dibutuhkan atau darurat, mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang diperbolehkan.    &lt;br /&gt;Para ulama yang mendukung pendapat imam Hanafi ini adalah Umar bin Abdul Aziz, Tsauri, Hasan Basri. Ibnu Taimiah dan Ibnu Qayyim dari ulama Hanbali juga mendukung pendapat ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.pesantrenvirtual. com"&gt;http://www.pesantrenvirtual. com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:d0765669-b56c-4398-8838-876ec127c276" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; float: none; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;facebook Tags: &lt;script&gt;function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&amp;t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}&lt;/script&gt;&lt;style&gt; html .fb_share_link { padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }&lt;/style&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/share.php?u=&amp;lt;url&amp;gt;" target="_blank" class="fb_share_link" onclick="return fbs_click()"&gt;Share on Facebook&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-5399951932048766089?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/5399951932048766089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/09/mengeluarkan-zakat-fitrah-dalam-bentuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/5399951932048766089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/5399951932048766089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/09/mengeluarkan-zakat-fitrah-dalam-bentuk.html' title='Mengeluarkan Zakat Fitrah Dalam Bentuk Uang'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-8751947161226295173</id><published>2009-09-12T17:57:00.001+07:00</published><updated>2009-09-12T17:57:04.915+07:00</updated><title type='text'>Piala Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Sesungguhnya Kami turunkan Al Qur’an dimalam Lailatul Qadr.” (Q.S. Al Qadr : 1)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika sesorang sedang mengikuti sebuah pertandingan, maka dia akan selalu ingat kalau menang nanti pasti akan mendapat piala, sebagai bukti prestasi. Piala yang diraihnya merupakan bukti keunggulan prestasi dan kududukan dari peserta lomba.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Demikian pula dengan puasa Ramadhan, di akhir pertandingan, peserta Ramadhan akan mendapatkan piala sebagai bukti prestasi puasa yang dilakukannya. Oleh sebab itu, setiap mendengar bulan Ramadhan, pasti dalam pikiran kita teringat sebuah piala yang diperebutkan yaitu sebuah malam yang istimewa dikenal dengan malam Lailatul Qadar. Sebuah malam yang sangat istimewa, malam kemuliaan, malam yang lebih baik dari seribu bulan, malam yang penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajar, malam dimana turun malaikat dengan izin dari-Nya, dan juga merupakan malam diturunkannya kitab suci Al Qur’anul Karim dari Lauh Mahfudz di langit ketujuh kepada Baitul Izza di langit pertama. Untuk mengekalkan kemuliaan malam tersebut, Allah Ta’ala menerangkan tentang malam tersebut dalam kitab suci Al Qur’an :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;”Sesungguhnya telah Kami turunkan Al Qur’an pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah itu malam Lailatul Qadar...? Itulah malam yang lebih baik dari seribu bulan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada malam itu malaikat turun dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan. Pada malam itu adalah malam yang penuh dengan kesejahteraan sampai kepada terbit fajar.” (Q.S. Al Qadar : 1-5)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam ayat lain juga disebutkan :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;”Ha...Mim, dan Kitab yang nyata. Sesungguhnya kami turunkan Al Qur’an pada malam yang penuh keberkatan.” (Q.S. Al Dukhan :1-3)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibnu Kastir dalam tafsirnya menyatakan bahwa kitab yang diturunkan itu adalah kitab suci Al Qur’an yang diturunkan pada malam Lailatul Qadar dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izza di langit yang pertama.” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari petikan ayat tersebut dapat kita lihat bahwa malam Lailatul Qadar itu adalah suatu malam yang di dalamnya diturunkan kitab suci Al Qur’an secara keseluruhan. Kejadian ini terjadi hanya sekali, dan malam Lailatul Qadar yang terjadi setiap Ramadhan adalah merupakan hari peringatan yang memiliki keistimewaan luar biasa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Malam Lailatul Qadar juga merupakan suatu malam di dalam-malam Ramadhan yang mempunyai keistimewaan sampai terbit fajar, dan nilainy alebih baik daripada seribu bulan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;”Lailatul Qadar terjadi pada bulan Ramadhan dalam 10 malam terakhir. Malam dua puluh satu, duapuluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, dua puluh sembilan dan malam yang terakhir.” (Hadist riwayat Ahmad).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Malam Lailatul Qadar itu mempunyai banyak keistimewaan yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Malam diturunkannya kitab suci Al Qur’anul Karim.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Malam yang lebih baik daripada seribu bulan, sehingga menurut pendapat ulama nilai ibadah pada malam itu lebih baik dari pada seribu bulan.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pada malam itu malaikat Jibril turun untuk mengatur segala urusan.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Malam yang pernuh kesejahteraan sampai terbit fajar.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Karena keistimewaan yang begitu hebat, maka setiap muslim diberi Allah kesempatan untuk berebut peluang menjadi milioner pahala, dengan berjagajaga pada sepuluh malam akhir bulan Ramadhan. Malam itu dapat diisi dengan amal ibadah kepada Allah baik itu shalat, membaca Al Qur’an, berdzikir dan berdo’a. Berdzikir dengan makna melihat diri kita di masa lalu, dan melihat sejauh mana kita telah melaksanakan perintah Allah, mengadakan muhasabah, kemudian berdo’a, dalam arti merancang diri untuk kehidupan tahun depan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh sebab itu Lailatul Qadar juga disebut dengan malam merancang masa depan, malam kita mengajukan proposal hidup kepada Tuhan, dan malam keputusan Tuhan atas do’a dan proposal kita. Jika do’a dan proposal kita ajukan diterima dengna baik, dan Tuhan menyetujuinya maka hidup kita akan lebih baik seperti nilai hidup seribu bulan. Oleh sebab itu Lailatul Qadar secara bahasa bermakna ”Malam Keputusan” sebab di malam itu Tuhan memutuskan segala perkara untuk tahun yang akan datang sebagaimana makna ayat :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;”malam itu malaikat turun untuk mengatur segala urusan dengan izin Allah.” (Q.S. Al Qadar : 4)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Siti Aisyah pernah bertanya kepada nabi tentang do’a apa yang baik dibaca pada malam tersebut :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;”wahai Rasulullah bagaimana jika aku mengetahui bahwa malam itu adalah malam Lailatul Qadar...?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah SAW menjawab :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacalah do’a : Allahumma innaka afuwwunkariimun tuhibul afwa fa’fuanni. Ya Allah sesungguhnya Engkau ini Maha Pemberi Ma’af dan Maha Pemurah, senang untuk memberikan maaf, maka maafkanlah dan ampunkanlah dosa-dosaku.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan disahihkan oleh Tirmidzi).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selain berdo’a, kita boleh mengisi malam Lailatul Qadar dengan ibadah lain, baik itu shalat-shalat sunat seperti shalat tahajjud, shalat tasbih, shalat hajat, dan juga dengan berdzikir membaca istighfar, astaghfirullahal adzim... memohon ampun atas segala dosa, membaca tasbih, subhanallah..., membaca tahmid, alhamdulillah..., dan lain sebagainya. Juga boleh diisi dengan membaca Al Qur’an secara tilawah, atau membaca Al Qur’an dengan taddabur yaitu membaca ayat dengan arti dan makna yang terkandung di dalamnya. Paling tidak kita melakukan I’tikaf, mengadakan muhasabah diri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal yang sangat penting adalah jangan sampai malam Lailatul Qadar lewat didepan kita tanpa kita melakukan apa-apa, ini sama dengan seseorang yang mendapat peluang menjadi milioner, tetapi dia tidak mau mngambil hadiah tersebut, maka orang ini adalah orang yang sangat rugi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Agar malam Lailatul Qadar itu tidak terlewat begiru saja, maka sudah sepatutnya kita berjaga-jaga sejak dari malam 21 sampai akhir Ramadhan. Rasulullah sendiri selalu berjaga-jaga dalam sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dalam sebuah hadist juga disebutkan :”Ketika telah masuk malam 10 Ramadhan terakhir, maka nabi Muhammad SAW menghidupkan malam tersebut dengan membangunkan keluarganya serta mengencangkan sarungnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;”Rasulullah membangunkan keluarganya dan menyisingkan sarungnya.” (HR. Tarmidzi dan Ali bin Abi Thalib).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yang dimaksud dengan menyisingkan sarungnya adalah Rasulullah SAW selama 10 malam terakhir tersebut sibuk beribadah, sehinggan beliau tidak menggauli isterinya, walau malam hari. Berarti selama sepuluh malam tersebut, baik nabi maupun isterinya semua sibuk beribadah kepada Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari keterangna diatas dapat juga kita ambil pelajaran bahwa pada sepuluh malam terakhir, baik itu suami, isteri, anak-anak, sepatutnya disibukkan dengan ibadah seperti shalat, zikir, membaca Al Qur’an dan lain sebagainya. Jangan sampai terjadi seperti budaya sekarang ini, dimana pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, apalagi malam-malam akhir Ramadhan, suami isteri dan anak-anak bukan diajak beribadah, tetapi diajak shooping untuk membeli keperluan hari raya. Lailatul Qadar telah datang menjelang, siapa yang cepat dan taqwa, dia yang akan dapat...&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mari berpacu merebut piala Lailatul Qadar, yang bernilai lebih baik dari pada seribu bulan. Sekaligus mendapatkan surat keputusan hidup untuk satu tahun mendatang, sehingga hidup kita lebih baik dan belum tentu kesempatan ini kita dapatkan di tahun mendatang karena kita tidak tahu apakah nanti kita sampai di Ramadhan yang akan datang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Fastabiqul Khairaat...&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh : &lt;strong&gt;M. Arifin Ismail MA.M.Phil.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:35881bd1-2378-424a-af12-4d10cb5236ba" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; float: none; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;facebook Tags: &lt;script&gt;function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&amp;t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}&lt;/script&gt;&lt;style&gt; html .fb_share_link { padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }&lt;/style&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/share.php?u=&amp;lt;url&amp;gt;" target="_blank" class="fb_share_link" onclick="return fbs_click()"&gt;Share on Facebook&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-8751947161226295173?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/8751947161226295173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/09/piala-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/8751947161226295173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/8751947161226295173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/09/piala-ramadhan.html' title='Piala Ramadhan'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-2438649910760322697</id><published>2009-09-08T11:40:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T11:40:36.619+07:00</updated><title type='text'>Antara Iman dan Malu</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman” (HR.Bukhari Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Agama Islam adalah agama yang mengatur seluruh sistem kehidupan, baik itu berkaitan dengan keyakinan, penyembahan dan ibadah ritual, dan adab serta akhlak kemanusiaan. Malahan adab dan akhlak merupakan inti daripada keimanan dan sikap keagamaan. Dalam Al Quran surah Al-Ahzab menghubungkan keimanan seseorang dengan adab malu sebagaimana ddinyatakan dalam ayat tersebut yang artinya : &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan... Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu nabi lalu nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir, cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah”.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam ayat ini iman dihubungkan dengan adab memasuki rumah dengan meminta izin, dan juga dengan menjaga perasaan Rasulullah dalam menghadapi tamu yang datang ke rumah beliau. Rasulullah sebagai manusia sempurna memiliki perasaan malu yang sangat hebat, sehingga beliau tidak dapat menegur tamu yang terus mengobrol sehingga Allah memberikan teguran dengan turunnya ayat diatas.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah sangat mementingkan agar umatnya memiliki rasa malu dalam berbuat yang tidak baik, sehingga menurut Ibnu Umar r.a. bahwa suatu hari Rasulullah berjalan dengan seorang anshar dan memberikan nasehat kepada saudaranya tentang malu. Nabi bersabda : &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;”Sesungguhnya malu itu sebagian daripada iman” (hadist riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tarmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sikap malu kepada sesuatu yang tidak baik merupakan kunci kebaikan dalam masyarakat sehingga menurut hadist dari Umar ibn Husain r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : ”Malu itu tidak akan mendatangkan kecuali dengan kebaikan” (HR. Bukhari dan Muslim), dan dalam hadist yang diriwayatkan oleh muslim disebutkan bahwa ”malu itu adalah kebaikan seluruhnya”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda : ”Iman itu lebih dari 70 atau lebih daripada 60 bagian, maka bagian yang paling afdhal adalah ucapan Tiada Tuhan Selain Allah, dan bagian yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang membahayakan dari jalan, dan malu itu bagian daripada iman”. (HR Bukhari Muslim, Abu Daud, Tarmidzi, Nasai, Ibnu Majah).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari hadist ini dilihat bahwa jika seseorang tidak ada sikap peduli dengan sesuatu yang membahayakan jalan dihadapannya, sama dengan orang yang tidak memiliki rasa keprihatinan dan rasa malu, padahal malu itu bagian dari iman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa malu itu dapat membawa orang kepada surga, dan siapa yang tidak malu akan memiliki sikap yang keras dan kasar sebagaimana dinyatakan dalam hadist dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;”Malu itu sebagian daripada iman dan iman itu di dalam surga, dan kasar itu adalah kekeringan dan kekeringan itu di dalam neraka.”&lt;/b&gt; (riwayat Ahmad).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hadist yang lain dari Abi Umamah r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : Malu dan sedikit berbicara itu adalah bagian daripada iman, dan berkata kasar dan berkata banyak adalah bagian dari sifat munafik.” (HR. Tarmidzi).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Thabrani juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : Malu dan berkata sedikit itu dari iman dan keduanya itu mendekatkan diri kepada surga dan menjauhkan diri dari neraka sedangkan kekasaran dan keganasan itu dari syetan dan keduanya itu mendekatkan diri dari neraka dan menjauhkan diri dari surga.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari Qurah bun Ilyas r.a. berkata bahwa kami bersama Nabi, ada yang mengingatkan tentang rasa malu, mereka berkata : Ya Rasulullah maul itu daripada agama maka Rasulullah SAW bersabda : Bahkan malu itu adalah agama seluruhnya, kemudian Rasulullah melanjutkan : Sesungguhnya malu, wara, sedikit bicara, adalah daripada iman dan itu semua akan menambahkan kehidupan akhirat dan mengurangkan kehidupan dunia dan yang ditambahkan kepada akhirat itu lebih banyak daripada yang mengurangkan di dunia. Dan pelit, lemah, dan kasar bagian dari sifat munafik dan itu menambah dunia dan mengurangkan akhirat dan apa yang dikurangkan di dunia lebih daripada apa yang ditambahkan di akhirat. (hadist riwayat Thabrani).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah juga menyatakan bahwa sifat malu merupakan sifat yang wajib dimiliki oleh seseorang yang saleh, sebagaimana dinyatakan hadist dari Aisyah r.a. menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda : ”Wahai Aisyah jika seandainya malu itu merupakan seorang lelaki maka dia itu lelaki yang saleh, dan jika kasar itu seorang lelaki, maka dia itu lelaki yang buruk akhlak.” (riwayat Thabrani).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sikap malu dari perbuatan buruk dan keji juga merupakan inti dari ajaran agama Islam, dan akhlak utama dalam Islam sebagaimana dinyatakan oleh hadist dai Zaid bin Talhah bin Rukanah yang menceritakan Rasulullah bersabda : &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;”Sesungguhnya setiap agama itu mempunyai akhlak, dan akhlak Islam adalah Malu”. (HR. Malik dan Ibnu Majah).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tidak mempunyai sikap malu akan membuat sesorang bersikap sesuka hati, seenaknya, dengan cara terang-terangan dan kasar, sebagaimana dinyatakan dalam hadist dari Anas r.a. berkata bahwa Rasulullah bersabda : &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;”Tidak adalah kekasaran pada sesuatu melainkan akan merusaknya, dan tidak ada malu pada sesuatu melainkan akan menghiasinya”. (HR Ibnu Majah dan Tarmidzi)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Begitu eratnya malu dengan keimanan seseorang sehingga jika seseorang itu tidak memiliki malu maka hilanglah imannya sebagaimana dalam hadist dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda : Malu dan iman itu adalah saling berkaitan, apabila satu diangkat maka akan terangkatlah yang lain. (riwayat hakim)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Malu dalam Islam bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Allah Ta’ala, sebagaimana dinyatakan dalam hadist Abdullah bin Mas’ud r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda : ”Malulah kamu dengan Allah dengan seber-benarnya malu”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sahabat bertanya : wahai Nabi Allah, Alhamdulillah kami telah bersikap malu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasul Menjawab : Bukan demikian, tetapi malu dengan Allah itu adalah engkau menjaga kepalamu dan apa yang ada di dalam kepala, dan menjaga perutmu dan apa yang ada di dalam hawa nafsu, dan engkau mengingat mati dan musibah yang menimpamu, maka siapa yang melakukan hal demikian, maka dia telah malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu. (riwayat Tirmidzi).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh sebab itu jika rasa malu sudah tidak dimiliki seseorang, berarti Allah telah mencabut keimanan dalam hatinya, sebagaimana dinyatakan oleh hadist dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;”Sesungguhnya Allah Ta’ala apabila hendak menghancurkan seorang hamba maka Dia mencabut rasa malu, dan apabila malu telah dicabut, maka dia akan dibenci orang, dan apabila dia dibenci maka akan dicabut darinya sifat amanah, dan apabila amanah telah dicabut, maka engkau akan berkhianat, dan apabila dicabut rasa kasih sayang, maka engkau akan melihatnya menjadi orang yang terkutuk, dan apabila engkau telah melihatnya terkutuk, maka lepaslah tali Islam dari pegangannya.” (Hadist riwayat Ibnu Majah)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semoga tulisan diatas dapat melihat sejauh mana rasa malu masih ada dalam masyarakat, karena selama ini banyak pemimpin yang tidak malu membohongi rakyatnya, banyak orang yang tidak malu bermaksiat, banyak pegawai yang tidak malu korupsi dan lain sebagainya, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada rasa malu lagi maka penyebab segala krisis yang terjadi selama ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fa’tabiru Ya Ulil Albab.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;b&gt;M. Arifin Ismail MA.M.Phil&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:9ee50d09-dfd7-4e1a-8786-308bcc83caf3" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; float: none; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;facebook Tags: &lt;script&gt;function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&amp;t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}&lt;/script&gt;&lt;style&gt; html .fb_share_link { padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }&lt;/style&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/share.php?u=&amp;lt;url&amp;gt;" target="_blank" class="fb_share_link" onclick="return fbs_click()"&gt;Share on Facebook&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-2438649910760322697?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/2438649910760322697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/09/antara-iman-dan-malu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/2438649910760322697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/2438649910760322697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/09/antara-iman-dan-malu.html' title='Antara Iman dan Malu'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-7325399508185698778</id><published>2009-09-01T22:57:00.001+07:00</published><updated>2009-09-01T22:57:30.896+07:00</updated><title type='text'>Shiddiq dan Iman</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Oleh M. Arifin Ismail. MA.M.Phil&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;“(orang bertaqwa) adalah mereka yang beriman kepada yang ghaib” (QS : Al Baqarah)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Iman Ahmad meriwayatkan hadist dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Setelah berlalu malam hari dimana aku melakukan perjalanan Isra’, dan aku kembali ke Mekkah, aku merasa perkara ini sangant berat dan aku tahu masyarakat akan mendustakanku”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maka Abu Jahal datang bertanya disisiku : Hai Muhammad, apa ada berita baru?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nabi menjawab : Benar&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Jahal bertanya : Apa itu?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nabi menjawab : Aku telah dibawa berjalan oleh Tuhanku malam tadi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Jahal bertanya : kemana?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nabi menjawab : ke Baitul Maqdis&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Jahal berkata lagi : Dan sekarang pagi-pagi ini engkau sudah sampai ke hadapan kami lagi?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nabi menjawab : Benar&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Jahal berkata : Bagaimana jika aku panggil orang ramai, apakah engakau akan menceritakan kepada mereka sebagaimana engkau ceritakan kepadaku...?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nabi menjawab : Boleh.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Jahal segera pergi memanggil orang ramai : Wahai kaum Bani Luai (Quraisy?, berkumpul di hadapan Nabi. Abu Jahal berkata : Hai Muhammad, katakanlah kepadaku sebagaiman yang engkau katakan kepadaku tadi?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nabi berkata : Aku telah dibawa Tuhanku berjalan tadi malam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orang ramai berkata : Kemana..?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nabi berkata : ke Baitul Maqdis.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orang ramai bertanya lagi : Dan sekarang engkau ada bersama disini....?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Muhammad berkata : Benar&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orang ramai berkata : bisakah engkau gambarkan kepada kami tentang Baitul Maqdis?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nabi kemudian menceritakan tentang Baitul Maqdis, dimana secara tiba-tiba Allah nampakkan Baitul Maqdis dihadapan nabi sehingga beliau dapat menceritakan tentang Baitul Maqdis secara jelas.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orang ramai berkata : semua yang diceritakan itu benar. Sebagian mereka mendatangi tempat Abubakar dan berata kepadanya : Wahai Abu Bakar, kawanmu menceritakan bahwa dia telah berjalan pada malam hari ke Baitul Maqdis dan sekarang dia telah kembali lagi kesini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Bakar bertanya : Apakah kamu mendustakannya..?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orang ramai berkata : Sekarang dia ada di Masjidil Haram memberitakan hal itu kepada orang ramai.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Bakar menjawab : Demi Allah, sekiranya dia berkata demikian, maka benarlah apa yang disampaikannya. Mengapa kamu terkejut denga apa yang diberitakannya? Demi Allah, selama ini dia telah memberitakan wahyu yang turun dari langit dan aku terus membenarkannya. Ini lebih menakjubkan daripada berita perjalanan ke Baitul Maqdis.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Bakar segera ke masjid menjumpai nabi Muhammad dan bertanya kepada beliau : wahai Muhammad, apakah kamu memberitakan bahwa kamu berjalan ke Masjidil Aqsa di malam hari..?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nabi menjawab : benar&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Bakar berkata : Ceritakannlah tentang Baitul Maqdis itu, sebab aku telah&amp;#160; pernah melihatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah SAW segera menceritakan kembali gambaran Baitul Maqdis, dan setiap selesai satu gambaran cerita, maka Abu Bakar berkata : benar engkau wahai Muhammad, sehingga nabi Muhammad selesai menceritakan seluruhnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akhirnya nabi Muhammad berkata : Dan engkau wahai Abu Bakar adalah as Shiddiq. Orang yang membenarkan. Sejak itulah nama Abu Bakar menjadi Abu Bakar as Shiddiq.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari sikap Abu Bakar diatas dapat dilihat bahwa sikap seorang muslim adalah percaya sepenuhnya dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah, terutama kepada hal-hal yang bersifat ghaib. Oleh sebab ujian keimanan seseorang itu adalah ”percaya dan iman kepada yang ghaib”, sebagaimana dinyatakan dalam awal surat al Baqarah : ”Inilah kitab (Al Quran) tidak ada keraguan di dalamnya, dan dapat menjadi petunjuk bagi orang yang bertaqwa. Yaitu orang yang percaya kepada yang ghaib dan mendirikan sholat, dan memberikan sebagian rezekinya kepada orang lain”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam ayat ini sikap agama yang pertama adalah kepercayaan kepada yang ghaib, kepada sesuatu yang tidak nampak oleh panca indra. Iman kepada Allah sebagai Tuhan pencipta alam., iman kepada hari akhirat, iman kepada adanya surga dan neraka, itu semua merupakan perkara yang ghaib.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang muslim wajib percaya bahwa semua yang diceritakan tentang keadaan mendatang seperti kematian, kehidupan setelah kematian (alam Barzah), siksa kubur bagi mereka yag berdosa, kenikmatan kubur bagi orang yang beriman, itu semua pasti akan terjadi, walau tidak dapat disaksikan oleh mata manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sains hanya membuktikan bahwa alam ini akan hancur baik dengan teori BigBang. Teori BigBang mengatakan bahwa alam ini awalnya adalah satu, kemudian terjadi dentuman yang dahsyat sehingga terjadilah bintan-bintang dan planet dengna kehidupan masing-masing. Planet dan bintang tersebut terus berotasi dengan wawasan masing-masing, tetapi secara eseluruhan semua bintang dan planet itu terus berkembang seperti mengembangnya balon yang sedang ditiup, sehingga nanti pada suatu saat karena begitu lebarnya perkembangan ala yang berisi bintang dan planet, melemahkan gaya gravitasi bumi, dan menyebabkan sesama planet akan saling berbenturan sehinggan hancurlah sistem jagad raya ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Teori BigBang ini sebenarnya telah dinyatakan dalam Al Quran :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;”&lt;b&gt;Dan apakah orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. &lt;/b&gt;(QS. Al Anbiya : 30)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;”Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan, masing-masing dari keduanya itu beredar pada garis edarnya masing-masing ”.&lt;/b&gt; (QS. Al Anbiya : 33)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;”Maka pada hari itu terjadi kiamat dan langit terbelah, maka langitpun pada hari itu menjadi lemah.” &lt;/b&gt;(QS. Alhaqqah : 16)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;”Apabila terbelah langit, dia (terbelahnya langit itu) karena patuh kepada Tuhannya. Dan apabila bumi diratakan dan melemparkan apa yang ada di dalamnya sehingga perut bumi menjadi kosong, sebab ia patuh kepada Tuhannya.” &lt;/b&gt;(QS. Insyiqaq : 1-5)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tetapi sains tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi setelah kiamat. Setelah kehancuran bumi, sebagaimana sains tidak dapat mengetahui apa yang terjadi setelah kematian, dan bagaimana kehidupan di alam barzah sampai kiamat. Ini semuanya adalah berita ghaib tentang kehidupan yang akan datang dan hanya dapat diketahui dengan nash Al Quran dan hadist yang disampaikan Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sains tidak dapat mengetahui bagaimana manusia akan dibangkitkan dari kuburannya, kemudian berdiri menghadap Tuhan di padang mahsyar. Berita ini semua hanya dapat kita ketahui daripada wahyu ynag disampaikan oleh utusan Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kejadian di alam Barzah, dimana roh dan jasad alam Barzah akan mendapat siksa atau nikmat kubur tidak dapat diketahui oleh sains, tetapi dapat diyakini dan diketahui hanya dengan wahyu Al Quran atau hadist. Hal ini tidak dapat juga digambarkan dengan khayalan atau reka-reka, seperti dalam salah satu pelatihan motivasi ditayangkan gambaran mayat yang menggelepar di alam kubur. Bagaimana dia mengetahui mayat itu akan menggelepar di alam kubur, mana hadist dan ayatnya, sebab alam kubur adalah alam ghaib yang tidak bisa direka-reka, sebab semua cerita alam kubur hanya dapat diketahui dengan wahyu berdasarkan nash Al Quran dan hadist. Tidak ada ruang ijtihad bagi alam ghaib, sebab alam ghaib dalam akidah disebut dengan sam’iyat yaitu sesuatu yang hanya diketahui dengan mendengar dari wahyu yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh sebab itu keyakinan muslim terhadap apa yang disampaikan Nabi tentang alam ghaib, tentang Allah SWT, tentang hari kiamat, tentang azab neraka, tentang nikmat surga, itu semuanya harus diyakini sama seperti seseorang itu meyakini sesuatu yang nampak di hadapan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Keyakinan atas kebenaran sesuatu yang ghaib inilah merupakan ujian keimanan seorang muslim. Percaya sepenuhnya dengan apa yang disampaikan tentang alam ghaib, tanpa direka-reka, merupakan bagian daripada akidah Islamiyah. Itulah sebabnya surah Al Baqarah menyatakan bahwa orang yang bertaqwa adalah mereka yang percaya kepada yang ghaib. Tetapi kepercayaan kepada yang ghaib tersebut harus berdasarkan kepada wahyu yang disampaikan dari Allah SWT kepada RasulNya bukan berdasarkan ilusi, khayalan atau mimpi, sebab tidak ada yang mengetahui yang ghaib kecuali hanya Allah SWT pencipta alam semesta, apalagi yang direka-reka oleh teknologi multi media.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fa’tabiru ya Ulil Albab&lt;/p&gt;  &lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:08711ceb-1ecc-4a68-9e59-684db84537d6" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; float: none; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;facebook Tags: &lt;script&gt;function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&amp;t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}&lt;/script&gt;&lt;style&gt; html .fb_share_link { padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }&lt;/style&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/share.php?u=&amp;lt;url&amp;gt;" target="_blank" class="fb_share_link" onclick="return fbs_click()"&gt;Share on Facebook&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-7325399508185698778?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/7325399508185698778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/09/shiddiq-dan-iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/7325399508185698778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/7325399508185698778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/09/shiddiq-dan-iman.html' title='Shiddiq dan Iman'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-5939244721712542598</id><published>2009-08-25T14:02:00.001+07:00</published><updated>2009-08-25T14:09:50.995+07:00</updated><title type='text'>Puasa dan Kejujuran</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh: Ustadz Agustianto, MA&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Di era materialisme dewasa ini, kejujuran telah banyak dicampakkan dari tata pergaulan sosial-ekonomi-politik dan disingkirkan dari bingkai kehidupan manusia. Fenomena &lt;a href="http://agussind.blogspot.com/2009/07/menjaga-dari-syubhat.html" target="_blank"&gt;ketidakjujuran&lt;/a&gt; benar-benar telah menjadi realitas sosial yang menggelisahkan. Drama ketidakjujuran saat ini telah berlangsung sedemikian transparan dan telah menjadi semacam rahasia umum yang merasuk ke berbagai wilayah kehidupan manusia. Sosok manusia jujur telah menjadi makhluk langka di bumi ini. Kita lebih mudah mencari orang-orang pintar daripada orang-orang jujur. &lt;a href="http://agussind.blogspot.com/2009/07/menjaga-dari-syubhat.html" target="_blank"&gt;Keserakahan&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://agussind.blogspot.com/2009/07/menjaga-dari-syubhat.html" target="_blank"&gt;ketamakan&lt;/a&gt; kepada materi kebendaan, mengakibatkan manusia semakin&amp;#160; jauh dari nilai-nilai kejujuran dan terhempas dalam kubangan materialisme dan hedonisme&amp;#160; yang cendrung menghalalkan segala cara. Pada masa sekarang, banyak manusia tidak mempedulikan jalan-jalan yang halal dan haram&amp;#160; dalam mencari uang dan jabatan . Sehingga kita sering mendengar ungkapan-ungkapan kaum materialis, “Mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal”. Bahkan selalu diucapkan orang,”kalau jujur akan terbujur”,”kalau lurus akan kurus”,kalau ihklas akan tergilas”. Ungkapan-ungkapan itu menunjukkan bahwa manusia zaman kini telah dilanda penyakit mental yang luar biasa, yaitu penyakit korup dan ketidak jujuran. Nabi muhammad Saw pernah memprediksi, bahwa suatu saat nanti, diakhir zaman, manusia dalam mencari harta,tidak mempedulikan lagi mana yang halal dan mana yang haram. (HR Muslim).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Ramalan Nabi pada masa kini telah menjadi realitas sosial yang mengerikan, bahkan implikasinya telah menjadi patologi sosial yang parah, seperti menjamurnya &lt;a href="http://agussind.blogspot.com/2009/06/pemimpin-adil-zuhud.html" target="_blank"&gt;korupsi, pungli, suap, sogok,uang pelicin dsb&lt;/a&gt;. Banyak kita temukan pencuri-pencuri berdasi melakukan penyimpangan-penyimpangan dalam mengelola proyek. Manusia berlomba-lomba mengejar kekayaan dan kemewahan dunia secara massif, tanpa mempedulikan garisan-garisan syariah dan moralitas.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Era reformasi yang telah berlangsung lebih lebih sepuluh tahun, &lt;a href="http://agussind.blogspot.com/2009/06/pemimpin-adil-zuhud.html" target="_blank"&gt;praktek kolusi,korupsi dan suap menyuap&lt;/a&gt; masih saja menjadi kebiasaan masyarakat kita . Untuk mengatasi dan mengurangi segala destruktip tersebut, puasa merupakan ibadah yang paling ampuh dan efektif, asalkan pelaksanaan puasa tersebut dilakukan dengan dasar iman yang mantap kepada Allah, dan ihtisab (mawas diri), serta penghayatan yang mendalam tentang hikmat yang terkandung di dalam puasa Ramadhan. Puasa melatih kejujuran Berbeda dengan sifat ibadah yang ada, puasa adalah ibadah sirriyah (rahasia). Dikatakan sirriyah, karena yang mengetahui seseorang itu berpuasa atau tidak, hanyalah orang yang berpuasa itu sendiri dan Allah SWT.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam ibadah puasa, kita dilatih dan dituntut untuk berlaku jujur. Kita dapat saja makan dan minum seenaknya di tempat sunyi yang tidak terlihat seorangpun. Namun kita tidak akan mau makan atau minum, karena kita sedang berpuasa. Padahal, tidak ada orang lain yang tahu    &lt;br /&gt;apakah kita&amp;#160; puasa atau tidak. Namun kita yakin, perbuatan kita itu dilihat Allah swt.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Orang yang sedang berpuasa juga dapat dengan leluasa berkumur sambil menahan setetes air segar ke dalam kerongkongan, tanpa sedikitpun diketahui orang lain. Perbuatan orang itu hanya diketahui oleh orang yang bersangkutan. Hanya Allah dan diri si shaim itu saja yang benar-benar mengetahui kejujuran atau kecurangan dalam menjalankan ibadah puasa. Tetapi dengan ibadah puasa, kita tidak berani berbuat seperti itu, takut puasa batal. Orang yang berpuasa dilatih untuk menyadari kehadiran Tuhan. Ia dilatih untuk menyadari bahwa segala aktifitasnya pasti diketahui dan diawasi oleh Allah SWT.Apabila kesadaran ketuhanan ini telah menjelma dalam diri seseorang&amp;#160; melalui training&amp;#160; dan didikan puasa, maka Insya Allah akan terbangun sifat kejujuran. Jika manusia jujur telah lahir, dan menempati setiap sektor dan instansi, lembaga bisnis atau lembaga apa saja, maka tidak adalagi korupsi, pungli, suap-menyuap dan penyimpangan-penyimpangan moral lainnya. Kejujuran merupakan mozaik yang sangat mahal harganya. Bila pada diri seorang manusia telah melekat sifat kejujuran, maka semua pekerjaan dan kepercayaan yang diamanahkan kepadanya dapat di selesaikan dengan baik dan terhindar dari penyelewengan-penyelewengan. Kejujuran juga menjamin tegaknya keadilan dan kebenaran. Secara psikologis, kejujuran mendatangkan ketentraman jiwa. Sebaliknya, seorang yang tidak jujur akan tega menutup-nutupi kebenaran dan tega melakukan kezaliman terhadap hak orang lain.Ketidakjujuran selalu meresahkan masyarakat, yang pada gilirannnya&amp;#160; mengancam stabilitas sosial. Ketidak jujuran selalu berimplikasi kepada ketidakadilan. Sebab orang yang tidak jujur akan tega menginjak-injak keadilan demi keuntungan material pribadi atau golongannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;a href="http://agussind.blogspot.com/2009/06/tanda-beriman_21.html" target="_blank"&gt;Berlaku jujur&lt;/a&gt;, sungguh menjadi bermakna pada masa sekarang,, masa yang penuh dengan kebohongan dan kepalsuan. Pentingnya kejujuran&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; telah banyak disampaikan Rasulullah SAW. Diriwayatkat bahwa, Rasulullah pernah didatangi oleh seorang pezina yang ingin taubat dengan sebenarnya. Rasulullah menerimanya dengan satu syarat, yaitu,agar orang tersebut berlaku jujur dan tidak bohong Syarat yang kelihatan sangat ringan untuk sebuah pertaubatan besar, tetapi penerapannya dalam segala aspek kehidupan sangat berat. Dan ternyata syarat jujur tersebut sangat ampuh untuk menghentikan perbuatan zina. Jika ia tetap berzina secara sembunyi-sembunyi, lalu bagaimana ia harus menjawab jika Rasulullah menanyainya tentang apakah ia masih berzina atau tidak. Untuk menghindari berbohong kepada Nabi, maka si pezina mengakhiri prilakunya yang dusta itu dan kemudian benar-benar bertaubat dengan penuh penghayatan. Dari riwayat itu dapat ditarik kesimpulan, bahwa kejujuran sangat signifikan dalam membersihkan prilaku menyimpang, seperti korupsi, kolusi, penipuan, manipulasi, suap-menyuap dan sebagainya. Dewasa ini kesadaran untuk menumbuhkan sifat kejujuran sebagai buah dari ibadah puasa, kiranya&amp;#160; perlu mendapat perhatian serius. Pendidikan kejujuran yang melekat pada ibadah puasa, perlu dikembangkan sebagai bagian dari kehidupan riel dalam masyarakat. Sebab apabila kejujuran telah disingkirkan, maka kondisi masyarakat akan runyam. Korupsi dan kolusi terjadi di mana-mana, pungli merajalela, kemungkaran sengaja dibeking oleh     &lt;br /&gt;oknum-oknum tertentu demi mendapatkan setoran uang. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Fenomena kebohongan dan tersingkirnya sifat kejujuran, mengantarkan masyarakat dan bangsa kita pada beberapa musibah nasional yang berlangsung secara beruntun dan silih berganti tiada henti. Terjadinya malapetaka berupa krisis ekonomi yang melanda bangsa Indonesia adalah cermin paling jelas dari makin hilangnya sukma. kejujuran dan semakin mekarnya kepalsuan dalam kehidupan bangsa kita. Dalam menghadapi kasus-kasus yang gawat seperti itu, pesan-pesan profetik keagamaan seperti pesan luhur ibadah puasa dapat ditransformasikan untuk membongkar sangkar kepalsuan dan mem bangun kejujuran. Ada yang secara pesimis berpendapat, bahwa&amp;#160; membangun kejujuran pada era materialisme adalah suatu utopia (angan-angan) mengingat mengakarnya sifat ketidak jujuran dalam masyarakat dan bangsa kita. Sebagai orang beriman yang menyandang peringkat khairah ummah, sikap pesimis di atas harus dibuang jauh-jauh. Sebab gerakan amarma’ruf nahi mungkar yang dilandasi iman, harus tetap dilancarkan, agar konstelasi dunia ini tidak semakin parah. Realitas menunjukkan, bahwa kesemarakan ramadhan dari tahun ke tahun semakin meningkat, namun ironisnya, bersamaan dengan itu penyimpangan dan ketidakjujuran masih berjalan terus. Padahal, suatu bulan kita dilatih dan didik untuk berlaku jujur, menjadi orang yang dapat dipercaya. Bila selama satu bulan itu, orang-orang yang berpuasa benar-benar berlatih secara serius dengan penuh penghayatan terhadap hikmah puasa, maka&amp;#160; pancaran kejujuran&amp;#160; akan terpantul dari dalam jiwa mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Kalau puasa Ramadhan yang dilakukan tidak melahirkan manusia-manusia jujur, berarti kualitas puasa orang tersebut masih&amp;#160; sebatas lapar dan dahaga. Karena puasa yang dilakukan tidak memantulkan refleksi&amp;#160; kejujuran. Kalau orang yang berpuasa, masih mau menerima suap dari orang-orang yang mencari pekerjaan, berarti kualitas ibadah orang tersebut masih sangat rendah. Kalau orang yang berpuasa, masih mau melakukan &lt;a href="http://agussind.blogspot.com/2009/06/apa-yang-kita-kejar-dalam-hidup.html" target="_blank"&gt;mark up dalam proyek, korupsi dan kolusi&lt;/a&gt;, berarti puasa yang dilakukan masih jauh dari&amp;#160; tujuan puasa. Kalau pasca puasa Ramadhan, kejujuran semakin tipis atau sirna,pungli,korupsi dan kolusi tetap menjadi kebiasaan, barang kali puasa yang dilakukan tidak didasari iman, tetapi mungkin ia melakukan puasa hanya karena mengikuti tradisi.&amp;#160; Untuk mewujudkan manusia jujur, perlu peningkatan iman dan penghayatan kesadaran kehadiran Tuhan. Tanpa upaya ini, kejujuran tak kan lahir dari orang yang berpuasa Cara awalnya ialah dengan mengikuti Training ESQ atau Pesantren Qalbu. Hasilnya sudah terbukti secara sifnifikan di mana-mana. Banyak BUMN omzetnya meningkat secara signifikan setelah para direktur dan managernya ikut training ESQ (Emosional Spitual Quentiont). yang dilaksanakan oleh Ary Ginanjar Agustian.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.pesantrenvirtual.com"&gt;http://www.pesantrenvirtual.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="wlWriterEditableSmartContent" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:2ce8b23d-3afd-457d-a991-02dd89eccc75" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; float: none; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;facebook Tags: &lt;script&gt;function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&amp;t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}&lt;/script&gt;&lt;style&gt; html .fb_share_link { padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?8:26981) no-repeat top left; }&lt;/style&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/share.php?u=&amp;lt;url&amp;gt;" target="_blank" class="fb_share_link" onclick="return fbs_click()"&gt;Share on Facebook&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-5939244721712542598?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/5939244721712542598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/08/puasa-dan-kejujuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/5939244721712542598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/5939244721712542598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/08/puasa-dan-kejujuran.html' title='Puasa dan Kejujuran'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-2804335916347472706</id><published>2009-07-19T23:12:00.000+07:00</published><updated>2009-07-19T23:12:49.562+07:00</updated><title type='text'>Keutamaan dan Amal Bulan Rajab</title><content type='html'>&lt;a href="http://galihgumelar.blogspot.com/2008/07/keutamaan-dan-amal-bulan-rajab.html"&gt;Keutamaan dan Amal Bulan Rajab&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-2804335916347472706?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://galihgumelar.blogspot.com/2008/07/keutamaan-dan-amal-bulan-rajab.html' title='Keutamaan dan Amal Bulan Rajab'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/2804335916347472706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/07/keutamaan-dan-amal-bulan-rajab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/2804335916347472706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/2804335916347472706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/07/keutamaan-dan-amal-bulan-rajab.html' title='Keutamaan dan Amal Bulan Rajab'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-1628271350899832532</id><published>2009-07-10T00:05:00.003+07:00</published><updated>2009-07-17T12:08:01.174+07:00</updated><title type='text'>Menjaga dari Syubhat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Seorang imam shalat di suatu kampung ke rumah Ibnu Nasawi, hakim dalam kekhalifahan Islam. Pada waktu itu, di hadapan Ibnu Nasawi ada sepiring kurma merah yang sudah mengering. “makanlah kurma ini”, kata Ibnu Nasawi kepada tamunya. Namun, nampaknya imam tadi enggan untuk memakan suguhan tersebut, sehingga Ibnu Nasawi berkata, “Sikapmu kepadaku ini menunjukkan seakan-akan bahwa kamu ingin mengatakan dari mana Ibnu Nasawi mempunyai sesuatu yang halal…? Tapi tak apa, sebab aku sama sekali tidak pernah makan yang lebih halal daripada ini. Dengan sedikit bercanda, tamu tadi bertanya :”Dari mana kamu mempunyai sesuatu yang tidak syubhat?” Ibnu Nasawi bertanya : “Apakah jika aku memberitahukannya kamu akan makan kurma ini?” Ya, tentu saja, jawab lelaki tersebut. Ibnu Nasawi bercerita : Beberapa malam yang lalu tepatnya pada saat seperti ini, tiba-tiba pintu rumahku diketuk oleh seseorang. Pembantuku bertanya, “Siapa ya?” Orang yang mengetuk menjawab : “Aku adalah seorang wanita yang ingin bertamu ke rumahmu wahai hakim”. Aku mengijinkannya masuk, dan setelah pintu terbuka, si wanita langsung duduk bersimpuh di lantai dan berkata :”Tolonglah aku”.. Hakim Ibnu Nasawi bertanya :”Apa keperluanmu hingga datang ketempatku malam seperti ini?” Wanita itu menjawab : “Saya mempunyai seorang suami yang telah memberikan dua orang anak perempuan, yang berumur 12 tahun dan 14 tahun. Kemudian, suamiku menikah lagi dan setelah mempunyai isteri muda dia tidak lagi pernah mengunjungi kami, padahal anak-anak ingin sekali bertemu dengannya. Saya gelisah memikirkan keadaan mereka. Saya hanya menginginkan agar suamiku itu mau membagi satu malam untuk saya dan satu malam untuk isteri mudanya”. “Apa pekerjaannya?”. tanya Ibnu Nasawi memotong cerita. “Dia itu seorang penjual roti” jawabnya. Dimana tokonya? “Dikota Kirk, dan di pasar itu dia dikenal dengan nama si fulan bin fulan”. Ibnu Nasawi bertanya tentang wanita itu “Kamu ini anak siapa?”.Wanita itu berkata :”saya anak si fulan”. Ibnnu Nasawi bertanya lagi :”Siapa nama anak perempuanmu?” Wanita itu menjawab :”Fulanah dan Fulanah”. Setelah itu Ibnu Nasawi berkata :”Insya Allah aku akan bisa mengembalikan suamimu itu kepadamu”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk mengucapkan terima kasih, si wanita itu berkata :”Kain ini adalah hasil tenunanku dan anak-anakku, silahkan tuan mengenakannya”. Hakim Ibnu Nasawi berkata :”Ambil saja kainmu itu dan bawalah pulang”. Setelah wanita itu pergi, Ibnu Nasawi berkata kepada dua orang utusannya :”Bawa laki-laki itu kemari dan jangan sedikitpun kamu melukainya”. Tak lama kemudian kedua orang suruhan tadi telah membawa suami wanita itu ke hadapanku dalam kondisi kebingungan. Maka aku berkata kepadanya :”Kamu tidak usah khawatir, aku memanggilmu hanya untuk memberimu bahan roti untuk bekal bepergian”. Begitu mendengarkan perkataanku, hatinya menjadi tenang dan berkata :”Aku tidak memerlukan bahan makanan itu”. Ibnu Nasawi berkata :”Baiklah, itu tidak menjadi masalah bagiku, yang perlu aku ingatkan bahwa engkau ini adalah saudaraku. Aku ingin bertanya sesuatu tentang keadaan isterimu, si fulanah. Karena dia itu keponakanku. Selain itu bagaimana pula dengan anak-anakny, si fulanah dan si fulanah?”. Lelaki itu menjawab :”Mereka baik-baik saja”. Hakim Ibnu Nasawi berkata :”Aku tidak perlu memberimu nasehat tentang isterimu, tapi ingatlah sebaiknya jangan kamu sampai membuat gelisah isteri dan anakmu itu”. Setelah itu dia segera minta izin pulang dan berkata :”Pergilah ke tokomu”. Tak lama kemudian, pada malam harinya, wanita itu datang kerumahku, dengan membawa piring berisi kurma ini dan saya mohon agar engkau tidak menolaknya. Ini juga kain tenunan yang kubuat dan anak-anakku, dan saya harap tuan tidak menolak pemberian ini”. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah bercerita demikian, Ibnu Nasawi bertanya kepada imam yang datang ke rumahnya tadi :”Nah, apakah makanan kurma ini halal…?” Imam tadi menjawab :”Demi Allah, ini makanan yang halal..” Ibnu Nasawi berkata :”Kalau begitu makanlah kurma ini”. Akhirnya lelaki itu menyantap kurma yang dihidangkan oleh si tuan rumah tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dari kisah di atas dapat dilihat bagaimana seorang imam sangat berhati-hati dalam makanan, demikian juga seorang hakim seperti Ibnu Nasawi sangat berhati-hati dalam menerima pemberian dan hadiah. Mereka berdua khawatir jika harta kekayaan, makanan yang dimakan itu sesuatu yang tidak halal dan syubhat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Ibnu nasawi menolak pemberian pertama, sebab jika dia menerima pemberian itu sedangkan perkara yang diurusnya belum selesai, maka dikhawatirkan jika hatinya akan tersangkut dengan pemberian sebelum dia menyelesaikan perkara yang dihadapinya. Sedangkan jika dia menerima pemberian kurma dan kain maka pemberian itu setelah perkara selesai, maka pemberian itu tidak ada sangkut pautnya dengan menangani perkara tersebut, hanya merupakan ungkapan terima kasih yang murni, dan sedekah yang ikhlas. Oleh sebab itu Ibnu Nasawi menerima pemberian itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam sebuah hadist disebutkan : &amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Sesuatu yang halal itu sangatlah jelas, dan sesuatu yang haram juga sangatlah jelas. Diantara keduanya itu ada hal-hal yang syubhat (tidak jelas antara halal dan haram), yang tidak diketahui banyak orang. Siapa yang terjaga dari yang syubhat, niscaya ia telah terlepas (dapat menjaga kehormatan dan agamanya. Dan siapa yang jatuh ke dalam perkara yang syubhat, niscaya ia telah terperosok ke dalam yang haram, seperti pengembala yang menggembalakan hewan ternaknya di sekeliling hutan larangan, maka besar kemungkinan hewan akan masuk ke dalam kawasan hutan yang dilarang tersebut.”&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Seorang muslim, sepatutnya selalu bertanya kepada dirinya sendiri, apakah harta yang kumiliki ini halal atau haram, apakah makanan ini halal atau haram, sehingga dia tidak terjatuh kedalam syubhat, apalagi kalau jatuh ke dalam yang haram, sebab Rasulullah&amp;#160; SAW bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Siapa yang tidak menghiraukan darimana ia memperoleh harta kekayaan itu, niscaya Allah tidak menghiraukan darimana ia akan dimasukkan ke dalam api neraka.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Menjaga diri agar terhindar dari sesuatu yang haram itu merupakan ibadah yang paling mulia, sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadist :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Ibadah itu 10 bagian. Sembilan bagian daripadanya pada mencari yang halal.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh sebab itu Ibnu Mubarak mengatakan : “Mengembalikan sedirham dari harta syubhat adalah lebih aku suka daripada aku bersedekah dengan seratus ribu dirham, seratus ribu dirham, seratus ribu dirham, sehingga sampai kepada enam ratus ribu dirham.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Ahmad bin Hanbal mendengar Yahya bin Muin berkata : “Sesungguhnya aku tidak akan meminta-minta pada seseorang. dan kalau diberikan kepadaku sesuatu oleh syetan, niscaya aku akan makan.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah itu Yahya bin Muin Berkata : “Aku hanya bergurau dan bermain-main.” Ahmad bin Hanbal berkata : “Engkau bermain-main dengan agama? Apakah engkau tidak mengetahui bahwa makan itu sebagian dari agama, malahan Allah mendahulukan masalah makanan itu daripada amal ibadah?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemudian dia membaca ayat &lt;strong&gt;:”Makanlah yang baik-baik dan beramal yang shaleh.” (QS.Al Mukminun : 51)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Menurut Ibnu Hanbal dalam ayat diatas, Allah lebih mendahulukan “makanlah makanan yang baik” baru Allah perintahkan “Beramal yang shaleh”, berarti berhati-hati terhadap makanan yang baik itu diutamakan Allah daripada beramal yang shaleh. Oleh sebab itu sebuah hadist menyebutkan : &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Siapa yang membeli kain dengan harga sepuluh dirham, dan dalam harga tersebut ada satu dirham yang haram, niscaya Allah tidak akan menerima shalatnya, selama kain itu masih ada padanya”. (hadist riwayat Ahmad).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam hal ini kita berharap bahwa bisa berhati-hati dengan harta yang kita dapat dan jangan sampai terapat unsur yang syubhat dalam harta yang kita peroleh. Dan dalam pemilu presiden saat ini kita juga berharap mempunyai pemimpin yang bisa menjaga dari hal-hal yang syubhat… Amin ya robal alamin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Fa’tabiru ya Ulil Albab&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber : M. Arifin Ismail. MA.M.Phil&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diedit oleh : Agus Wahyudi&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;form action="https://www.paypal.com/cgi-bin/webscr" method="post"&gt;&lt;br /&gt;&lt;input type="hidden" name="cmd" value="_s-xclick"&gt;&lt;br /&gt;&lt;input type="hidden" name="hosted_button_id" value="6854337"&gt;&lt;br /&gt;&lt;input type="image" src="https://www.paypal.com/en_US/i/btn/btn_donateCC_LG.gif" border="0" name="submit" alt="PayPal - The safer, easier way to pay online!"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://www.paypal.com/en_US/i/scr/pixel.gif" width="1" height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/form&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-1628271350899832532?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/1628271350899832532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/07/menjaga-dari-syubhat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/1628271350899832532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/1628271350899832532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/07/menjaga-dari-syubhat.html' title='Menjaga dari Syubhat'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-2393197134085227687</id><published>2009-06-21T20:08:00.001+07:00</published><updated>2009-06-21T20:08:51.475+07:00</updated><title type='text'>Tanda Beriman</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;“ Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS. Al-Bayinah : 8)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibnu Abas menceritakan bahwa pada suatu hari Nabi Muhammad SAW bertanya kepada para sahabat dari kaum Anshar :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;”Siapakah kamu ini ? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mereka menjawab :”kami ini semua adalah orang yang beriman”.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kemudian nabi bertanya lagi : “Apakah tandanya jika kalian ini semua orang yang beriman?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semua sahabat Anshar tadi menjawab : “kami ini semua selalu bersyukur dengan nikmat yang didapat, juga selalu bersabar dengan segala musibah yang diterima, dan hati kami ridha menerima segala takdir dan ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan atas keadaan diri kami”. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah SAW menjawab : “Demi Tuhan yang memiliki Ka’bah, kamu ini semua benar-benar telah beriman”. (Hadist Riwayat Thabrani)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari hadist diatas dapat dilihat bahwa tanda seorang itu beriman bukan hanya dengan melakukan ibadah-ibadah ritual, tetapi tanda beriman adalah bagaimana bersikap dalam menerima sesuatu. Jika dia menerima nikmat, maka orang beriman akan bersyukur dengan mempergunakan nikmat dengna sebaik-baiknya sesuai dengan perintah Allah, dan jika seseorang yang menerima nikmat, tetapi malah memakai nikmat tersebut untuk sesuatu yang tidak berguna, seperti menghambur-hamburkan uang kemana dia suka, tanpa pernah memikirkan orang lain, berarti orang tersebut bukanlah orang yang benar-benar beriman, walaupun dia melakukan zikir, shalat, umrah dan lain sebagainya. Apalagi jika dia memakai harta kekayaannya untuk kemaksiatan atau dosa maka mereka itu bukanlah orang yang benar-benar beriman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;“berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab [1097]: &amp;quot;Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip&amp;quot;. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: &amp;quot;Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia&amp;quot;. (QS. An-Naml : 40)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;[1097]&lt;/b&gt; Al kitab di sini Maksudnya: ialah kitab yang diturunkan sebelum Nabi Sulaiman ialah Taurat dan Zabur.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagi orang beriman, jika kemenangan dan kenikmatan yang didapat menjadi penyebab bertambahnya dosa korupsi dan kesempatan memperkaya diri berarti kemenangan pemilu bukan kenikmatan, tetapi merupakan “istidraj”, tangga menuju kehancuran dan siksaan, sebagaimana di terangkan dalam kitab suci Al-Quran :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.”&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang yang beriman yakin bahwa mendapat musibah, kegagalan, dan kekalahan terdapat kebaikan, seperti yang dinyatakan dalam Al-Quran :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa &lt;/b&gt;[278]&lt;b&gt; dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata &lt;/b&gt;[279]&lt;b&gt;. dan bergaullah dengan mereka secara patut. kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, Padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;[278] Ayat ini tidak menunjukkan bahwa mewariskan wanita tidak dengan jalan paksa dibolehkan. menurut adat sebahagian Arab Jahiliyah apabila seorang meninggal dunia, Maka anaknya yang tertua atau anggota keluarganya yang lain mewarisi janda itu. janda tersebut boleh dikawini sendiri atau dikawinkan dengan orang lain yang maharnya diambil oleh pewaris atau tidak dibolehkan kawin lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;[279] Maksudnya: berzina atau membangkang perintah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semoga mereka yang menang dapat membuktikan kesyukuran mereka dengan memberikan kebaikan dan pelayanan kepada rakyat, sesuai dengan amanah yang diberikan keatas mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tanda kedua orang beriman adalah sabar dalam menghadapi musibah dan cobaan,, sebab segala sesuatu datangnya dari Allah Ta’ala. Orang beriman yakin dan percaya bahwa dibalik musibah terdapat rahasia kehidupannya. Sehingga musibah itu bukanlah suatu bencana tapi sesuatu yang telah Allah tetapkan bagi kebaikan dirinya sendiri. Inilah tanda orang beriman dalam menghadapi musibah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam Al-Quran dinyatakan :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah : 216)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagi mereka yang kalah di dalam pilihan umum, janganlah bersikap sedih, stress, apalagi sampai bunuh diri, sebab menurut Allah kekalahan tersebut lebih baik daripada dia mendapat kemenangan. Bayangkan jika seandainya menang, mungkin dengan kemenangan itu dia akan terlibat dengan penyalahgunaan kekuasaan, korupsi dan lain sebagainya, maka untuk kondisi seperti itu lebih baik kalah, walaupun sudah menghabiskan uang berjuta-juta, daripada menang tetapi nanti akibat serakah maka masuk penjara, tambah lagi siksaan di dalam neraka. Jadi biasa saja kekalahan seorang &lt;a href="http://agussind.blogspot.com/2009/06/pemimpin-adil-zuhud.html" target="_blank"&gt;caleg&lt;/a&gt; merupakan penyelamatan dirinya dari masuk ke dalam dosa akibat tidak dapat menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tanda ketiga orang yang beriman adalah ridha dengan keputusan Tuhan. Ridha berarti menerima keputusan, kalah atau menang dengan hati lapang. Jika mendapat kemenangan maka siap untuk menjalankan tugas sebagai tanda kesyukuran kepada Tuhan, dan jika dinyatakan kalah, maka terima dengan hati yang lapang, dan merasa itu lebih baik dari ada menang. Seorang ulama tasauf, Ibnu Athaillah Sakandari menyatakan : &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Keridhaan adalah mengarahkan perhatian hati kepada ketentuan Tuhan bagi si hamba dan meninggalkan ketidaksenangan.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagi orang yang beriman, kalah dan menang baginya sama saja, dua-duanya merupakan ujian Allah. Menang berarti Allah menguji dia apakah dia bersyukur dan dapat menjalankan amanah dengna baik sedangkan kalau kalah, berarti Allah menguji kesabarannya, dan memberikan kesempatan kepada dirinya untuk menilai diri terhadap hidupnya selama ini, dan dengan penilaian tersebut dia dapat meningkatkan amal saleh, pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat, Itulah sebabnya Umar bin Khattab berkata :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Saya tidak perduli apakah hari ini saya mendapat nikmat atau mendapat musibah.” Mengapa demikian…? Karena bagi Umar, nikmat atau musibah sama-sama ujian dari Allah. Jika dengna nikmat dia dapat bersyukur, maka dia lulus ujian, dan jika dengan musibah dia dapat bersabar, berarti dia lulus ujian.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh sebab itu, pernah suatu hari Khalifah Umar bin Khattab menulis surat kepada gubernur Abu Musa al Asyari :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“segala kebaikan terletak di dalam keridhaan. Maka jika engkau mampu, jadilah orang yang ridha, dan jika engkau tidak mampu, maka jadilah orang yang sabar.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagi &lt;a href="http://agussind.blogspot.com/2009/06/pemimpin-adil-zuhud.html" target="_blank"&gt;caleg&lt;/a&gt; yang beriman, kemenengan atau kekalahan sama saja baginya, kalau menang merupakan kesempatan beramal untuk rakyat, dan kalau kalah berarti selamat dari perangkap bencana di dalam dewan, sebab keridhaan kita terhadap ketentuan dan taqdir Allah merupakan kunci untuk mendapat keridhaan Tuhan seperti dinyatakan dalam Al-Quran :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.”&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semoga kita, khususnya para &lt;a href="http://agussind.blogspot.com/2009/06/pemimpin-adil-zuhud.html" target="_blank"&gt;caleg,&lt;/a&gt; dapat bersyukur dengan kemengan, bersabar dengan kekalahan dan ridha dengan semua keputusan Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Fa’tabiru Ya Ulil Albab&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber : M.Arifin Ismail MA.M.Phill&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diedit Oleh : Agus Wahyudi&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-2393197134085227687?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/2393197134085227687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/tanda-beriman_21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/2393197134085227687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/2393197134085227687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/tanda-beriman_21.html' title='Tanda Beriman'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-548002754410449907</id><published>2009-06-18T17:13:00.001+07:00</published><updated>2009-06-18T17:13:06.697+07:00</updated><title type='text'>Apa Yang Kita Kejar Dalam Hidup</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoiNya, maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam SyurgaKu.” (Al-Fajr : 27-30) &lt;/strong&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam hidup ini pasti ada tujuan yang hendak kita capai. Karena tujuan itulah orang kemudian mengejarnya dengan sekuat tenaga dan kemampuan yang ada pada dirinya. Lalu, apa yang hendak kita tuju dalam hidup ini…? Apa yang mau kita kejar dalam hidup ini…? Banyak jawaban yang dapat dikemukakan. Dari pandangan manusia pada umumnya hingga ajaran agama-agama serta pandangan filsafat. Namun, tentu saja yang paling tepat dan memncapai kebenaran yang essensial hanyalah satu yaitu petunjuk dan bimbingan Allah SWT dalam Al-Quran. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Pada umumnya, manusia memandang bahwa tujuan dan target yang hendak dicapai dalam hidup ini adalah kebahagiaan (&lt;em&gt;al-sa’adah&lt;/em&gt;). karena itu, berlomba-lombalah manusia mengejarnya dalam hidupnya. Ada yang menganggap bahwa terakumulasinya kekayaan material adalah kebahagiaan. Tetapi, dalam kenyataannya banyak orang yang berharta justru merasakan tidak bahagia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Ada orang yang beranggapan bahwa kebahagiaan itu dicapai bila memiliki kesempurnaan jasmani. Realitasnya banyak orang yang berbadan sehat justru mengeluh karena tidak bahagia. Ada juga yang berpendapat bahwa kebahagiaan itu dicapai bila memiliki kewibawaan yang tinggi karena jabatan dan kedudukan yang terhormat dalam masyarakat. Banyak orang “besar” justru merasa tidak bahagia. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Agama-agama di dunia inipun memberikan resep tentang bagaimana hidup bahagia itu. Agama Hindu mengatakan bahwa bahagia it dicapai bila orang bisa : &lt;em&gt;pertama&lt;/em&gt;, menguasai diri dari pengaruh hawa nafsu, &lt;em&gt;kedua &lt;/em&gt;hidup sederhana,&lt;em&gt; ketiga&lt;/em&gt; bersatu dengan Brahma. Agama Budha lain lagi, dikatakan bahwa bahagia bisa dicapai bila kita bisa : samadhi, mengasingkan diri, tenang dari dalam/biologis, tenang dari rasa, dan tenang abadi di Nirwana.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Kalangan ahli filsafat berpendapat lain lagi. Mereka seperti Phitagoras, Socrates, dan Aristoteles mengatakan bahwa kebahagiaan dicapai bila menusia memiliki hikmah, keberanian, kehormatan dan keadilan. Lebih jauh dikatakan oleh Aristoteles bahwa kebahagiaan adalah “&lt;em&gt;aedomonie&lt;/em&gt;” yang dituju oleh semua manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Kalangan ahli Filsafat materialis mengatakan bahwa kebahagiaan itu dicapai melalui segala yang berbentuk material, seperti kepuasan jasmani, badan sehat, dan hidup serba cukup. Leo Tolstoy (1828-1910) berpendapat bahwa kebahagiaan itu berupa faham-faham dalam diri manusia namun kebahagiaan yang sejati bila dapat mencintai sesama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Prof.Mc.Dogall, seorang psikolog Barat, mengatakan bahwa kebahagiaan itu dicapai melalui tiga tingakatan yaitu: kelezatan fisik (pleasure), kegembiraan psikis (joy), baru kebahagiaan (happiness). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dari semua resep kebahagiaan itu ternyata Al-Quran memuat makna kebahagiaan dalam lebih dari sepuluh ayat. Yang bila diteliti secara cermat dan mendalam akan dapat disimpulkan bahwa dreskripsi Al-Quran itu memuat semua resep kebahagiaan yang ada di tengah masyarakat manusia. Misal dalam surat Al-Zukhruf : 71 Al-Quran mengindikasikan kebahagiaan dalam kelezatan (delicious). Dalam surat Hud : 3, kebahagiaan itu disebutkan sebagai &lt;em&gt;mata&lt;/em&gt;’ atau perhiasan hidup berupa kesenangan-kesenangan lahiriah. Dalam surat Al-Nahl : 53, kebahagiaan itu diidentikkan dengan kenikmatan baik lahir maupun batin (Lukman : 30).&amp;#160;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam surat Al-Mu’minun : 1, kebahagiaan itu diperoleh bila orang beriman dengan segala menifestasinya seperti shalat yang khusyu’, memelihara kehormatan diri, memelihara amanat dan janji, serta selalu menjaga shalat dengan segala hak-haknya. Dalam surat Al-Fath : 36, disebutkan bahwa kebahagiaan itu bila orang mendapatkan “&lt;em&gt;sakinah&lt;/em&gt;” atau ketenangan batin.&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam surat Al-Nahl : 112, kebahagiaan itu diungkapkan Allah SWT melalui adanya rasa aman. Sedangkan dalam ayat lain kebahagiaan itu adalah &lt;em&gt;al-Salam&lt;/em&gt; atau keselamatan dan kesejahteraan. Dalam surat Ali Imran : 17, kebahagiaan itu bila orang merasa gembira dan girang (&lt;em&gt;farhan&lt;/em&gt;). Dalam surat yang sama pada ayat 171, kebahagiaan itu bila orang merasakan kegembiraan (&lt;em&gt;bisyarah&lt;/em&gt;). Sementara itu, dalam surat Hud : 108, kebahagiaan itu disamakan dengan “&lt;em&gt;al-Salam&lt;/em&gt;” berupa kehidupan yang kekal di akhirat kelak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Ada yang menarik, dan relevan dengan trend dewasa ini, bahwa kebahagiaan itu justru diperoleh orang setelah orang melakukan kerja keras (amal saleh) yang didasarkan atas iman kepada Allah. dalam surat Al-Nahl : 97, disebutkan bahwa siapa yang beramal saleh baik laki-laki maupun permepuan padahal ia beriman maka pastilah Kami (Allah SWT) akan menghidupkannya dengan “&lt;em&gt;hayatan tayyibah”&lt;/em&gt; kehidupan yang baik. Jadi, menurut ayat ini kebahagiaan itu baru dicapai bila orang telah bekerja keras untuk mencapainya yaitu dengna bermodalkan iman dan beramal yang sesuai dengan kehendak Allah SWT.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Kehidupan yang baik itu hanya akan dapat diraih dengan baik bila melakukan ketaatan kepada Allah SWT dan RasulNya. Juga merasa takut untuk berbuat yang dapat menimbulkan ketidak ridhoan Allah SWT.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Bila semua resep kebahagiaan itu kita sederhanakan maka kebahagiaan itu dapat diformulasikan sebagai kecenderungan hidup untuk bisa hidup dalam kelezatan dan ketenangan di duia dan di akhirat. islam memang sesuai dengan fitrah manusia. Semua kecenderungan itu sejalan dengan fitrah manusia. Tidak bertentangan dengan naluri manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Kalangan sufisme mengatakan bahwa kebahagiaan berdasarkan surat Al-Fajr : 27-28, adalah diperolehnya perjumpaan dengan Tuhan (Allah SWT) atau &lt;em&gt;“liqo rabbi”. &lt;/em&gt;Bertemu Allah SWT adalah kebahagiaan yang sejati. Karena disadari bahwa setiap manusia berasal dari Allah SWT, karenanya perjumpaan kembali denganNya adalah kebahagiaan yang sesungguhnya. Jalannya adalah dengan mendekatkan diri &lt;em&gt;(taqarrub ilallahi)&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Mempertahankan iman dan meningkatkan amal saleh. Selain itu, negara berdasarkan UUD 1945 berkewajiban untuk membahagiakan warganya dengan cara menjadikan mereka hidup dalam kesejahteraan. Seperti negara-negara lain di dunia ini, tujuan didirikannya sebuah negara adalah untuk maksud menjadikan negara sebagai &lt;em&gt;“welfare state”,&lt;/em&gt; negara kesejahteraan. para ahli Filsafat Islam seperti Al-Farabi atau ahli &lt;em&gt;“fiqh siyasah”&lt;/em&gt; seperti Al-Mawardi juga berpendapat demikian.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fa’tabiru ya Ulil Albab&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;strong&gt;H. Soetrisno Hadi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Diedit oleh : &lt;strong&gt;&lt;a href="http://motorcycles-1.com/about/" target="_blank"&gt;Agus Wahyudi&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-548002754410449907?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/548002754410449907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/apa-yang-kita-kejar-dalam-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/548002754410449907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/548002754410449907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/apa-yang-kita-kejar-dalam-hidup.html' title='Apa Yang Kita Kejar Dalam Hidup'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-8401357279621078514</id><published>2009-06-15T10:08:00.001+07:00</published><updated>2009-06-15T10:08:28.653+07:00</updated><title type='text'>Pemimpin Adil &amp; Zuhud</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Jika engkau memutuskan perkara mereka, maka putuskan dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil”. (QS. Al-Maidah/5 : 42)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Islam telah memberikan petunjuk bagi kehidupan manusia secara individu, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Al-Ghazali melukiskan hubungan antara berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Sultan (kekuasaan politik) adalah wajib untuk ketertiban dunia; ketertiban dunia wajib bagi ketertiban agama; ketertiban agama wajib bagi keberhasilan di akhirat”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam pandangan Ibn Taimiyyah, kekuasaan tanpa negara yang bersifat memaksa, agama akan berada dalam kondisi bahaya, dan tanpa adanya agama, negara pasti menjadi tirani. kekuasaan tanpa agama, atau agama tanpa kekuasaan, akan merusak kondisi dan tatanan hidup manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam Al-Quran, ada prinsip-prinsip penting yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam memilih pemimpin. Ada pula beberapa hadist yang mengisyaratkan pentingnya pembentukan kepemimpinan atau pemerintahan, antara lain sabda Rasulullah yang mengatakan :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Bila tiga orang melakukan perjalanan, maka hendaknya mereka mengangkat salah seorang menjadi pemimpin”. (H.R. Abu Dawud)”.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Sekecil apapun jumlah komunitas manusia, maka disana harus ada kepemimpinan yang berkuasa atas mereka, supaya komunitas tersebut dapat hidup teratur sesuai dengan aturan-aturan yang telah mereka sepakati.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Ibnu Taimiyyah menjelaskan betapa kekuasaan itu penting, dan oleh karenanya harus diupayakan agar proses mendapatkannya dilakukan secara benar. Dijelaskan bahwa ada beberapa perintah agama yang tidak mungkin dapat terlaksana dengan baik tanpa adanya pemimpin yang baik. Perintah-perintah seperti mengumpulkan dan membagikan zakat, mengadili tindak kejahatan, menerapkan perintah jihad, dan lain-lain tidak akan efektif tanpa adanya kekuatan dari penguasa politik yang baik. Banyak sekali perintah agama yang hanya dapat dilaksanakan dengan adanya kekuasaan pemimpin yang baik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Allah membenarkan menggunakan kekuatan demi tegaknya keadilan :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Dan kami ciptakan besi yang mempunyai kekuatan yang hebat dan berbagai menfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan Rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (QS. Al-Hadid/57 : 25)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam suata negara, kekuatan itu dimiliki oleh pemimpin negara dengan dukungan Ahl Al-Syawkah (kelompok yang mempunyai kekuatan, para wakil rakyat). Mereka orang yang paling bertanggung jawab bagi terwujudnya keadilan di dalam kekuasaan mereka. Namun karena negara adalah keseluruhan kerjasama antara penduduknya, maka tegaknya keadilan itu menjadi tanggung jawab bersama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dijelaskan oleh Ibn Taimiyyah bahwa manusia itu mempunyai kecenderungan untuk berlaku zhalim kepada orang lain dengan bersikap sombong, dengki, dan merampas haknya. manusia juga mempunyai kecenderungan untuk berlaku zhalim kepada dirinya sendiri dengan cara mengumbar hawa nafsu untuk melakukan hal-hal yang negatif. Oleh karena itu, Islam mewajibkan umatnya untuk memerintah secara baik dan melarang yang munkar, serta melakukan jihad agar keadilan bisa terwujud. (Ibn Taimiyyah, al-Hisbah, h. 82-83).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Mengaharapkan tegaknya keadilan tanpa kekuatan adalah khayalan yang tidak berarti. Kesewenang-wenangan harus ditumpas melalui kekuatan jihad sesuai dengan kemampuan. Rasulullah bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Siapa yang melihat kemungkaran dan sanggup merubahnya dengan kekuatan tangannya, maka hendaknya dia merubahnya dengan (kekuatan) tangannya. Bila tidak mampu, maka merubahnya dengan lisannya. Bila tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan halnya itu merupakan iman yang paling lemah”. (H.R. Abu Dawud)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Al-Yadd” (tangan) adalah kekuatan yang menumpas kemungkaran, dan dalam kontek maka untuk menegakkan keadilan itu diperlukan penguasa adil lagi mempunyai kekuatan untuk menegakkan agama, memberikan hak-hak kepada pemiliknya, dan menindak setiap orang yang melanggar.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibnu Taimiyyah berkata :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Bila seorang pemimpin bersungguh-sungguh memperbaiki rakyatnya dalam urusan agama dan dunia sesuai kemampuan, maka dia adalah orang yang paling utama untuk zamannya, dan menjadi salah satu pejuang utama di jalan Allah”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Lagipula dikatakan bahwa ada hadist dari Ibnu Abbas diriwiyatkan Thabrani menyatakan :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Yaum min imam ‘adil afdhal min ‘ibadah sittin sanah, “Sehari bersama seorang imam (pemimpin) yang adil, lebih utama daripada beribadah selama 60 tahun”. (Targhib wat Tarhib, jilid 3, hal.102)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam Musnad Imam Ahmad disebutkan, Nabi SAW bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;strong&gt;“Sesungguhnya orang yang paling dicintai Allah pada hari kiamat dan yang paling dekat kedudukannya kepada-Nya adalah seorang pemimpin yang adil, dan orang yang paling dibenci Allah pada hari kiamat dan yang paling pedih siksanya adalah seorang pemimpin tiran”.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Pemimpin yang adil akan diuji dengan sikapnya terhadap harta. Jika seorang pemimpin dapat bersikap zuhud, tidak tergiur oleh harta, barulah dia dapat menjadi pemimpin yang adil. Akan tetapi jika pemimpin tersebut masih termasuk orang yang cinta harta, apalagi rakus dengan harta, maka sangatlah sukar bagi seorang pemimpin untuk bersikap adil. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pepatah Arab mengatakan : “Shalatu aadah, was saumu jaladah, fakhtabirunnasa bil mal”. Orang sholat itu biasa, orang berpuasa juga hanya sebuah sifat mulia, tetapi jika ingin menguji keimanan sesorang, ujilah orang itu dengan harta benda”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Pada suatu hari Khalifah Umar bin khattab sedang menangis terisak-isak. Tiba-tiba datanglah Abdurrahman bin Auf bertanya :”Wahai khalifah Umar, apa yang membuatmu menangis? khalifah Umar berkata : Wahai Abdurrahman bin Auf, lihatlah ke kamar itu (sambil menunjuk sebuah kamar), itu yang menyebabkan aku menangis”. Abdurrahman melihat ke dalam kamar ternyata di dalamnya penuh dengan tumpukan emas. Abdurrahman bertanya : Mengapa engkau&amp;#160; menangis…? Umar menjawab : “Ini musibah bagiku, sebab aku diuji Allah dengan datangnya emas yang banyak ini. Tolonglah engkau bagikan semua emas itu kepada rakyat yang memerlukan, sehingga tidak ada tersisa sedikitpun, dan kepemimpinan ku lulus dari ujian harta kekayaan ini”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Sejarah Islam sudah banyak menceritakan sosok-sosok pemimpin yang adil dan zuhud sejak dari kepemimpinan Nabi Muhammad saw, dilanjutkan oleh kepemimpinan khulafa’urrasyiddin, dilanjutkan pemimpin yang adil dari bani Umayyah seperti khalifah Umar bin Abdul Aziz, dan juga dari Bani Abbasiah seperti khalifah Harun Rasyid.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Demikian juga kepemimpinan dinasti Ayubiyah seperti Nuruddin Zinki, dengan panglima perangnya Salahuddin al Ayyubi, sampai kepada kepemimpinan Sultan Abdul Hamid dari dinasti Usmaniyah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam sejarah nusantara kita mendengar Sultan Iskandar Muda yang sangat adil memerintah kerajaan Aceh, sehingga dapat menegakkan keadilan walaupun dengan menghukum anaknya, putera mahkota kerajaan. Pada zaman kemerdekaan, kita melihat bagaimana seorang perdana menteri Muhammad Natsir tetap hidup dengan kesederhanaan, walaupun jabatan menteri berkali-kali disandangnya. Akhir-akhir ini kita masih melihat ada sosok pemimpin yang adil dan zuhud seperti presiden Iran, yang tetap tidur diatas karpet, dan memberikan permadani istana untuk masjid. Pada waktu perkawinan anaknya, para tetamu cukup disuguhi dengan roti, buah jeruk dan air putih. Demikian juga Menteri Besar negeri Kelantan di Malaysia, walaupun sudah menduduki kursi gubernur selama lima belas tahun, dan menjadi anggota dewan selama dua puluh lima tahun, dia tetap tinggal di rumahnya yang berdinding papan. Gambaran sosok pemimpin yang adil dan zuhud telah banyak dalam sejarah Islam. Sejarah juga membuktikan bahwa hanya pemimpin yang adil dan zuhud saja yang dapat memimpin masyarakatnya dengan penuh keadilan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Siapakah yang akan memimpin bangsa kita ini…? Semuanya tergantung bagaimana masyarakat mencari sosok pemimpin yang diidam-idamkannya, sebagaimana kata pepatah Arab yang berbunyi :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Sayyidul Qaumi, mir’aatu qaumihi”. Pemimpin suatu kaum adalah cermin (refleksi) dari keadaan masyarakatnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fa’tabiru ya Ulil albab&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;strong&gt;M. Arifin Ismail M.A.M.Phil&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Diedit oleh : &lt;strong&gt;Agus Wahyudi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-8401357279621078514?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/8401357279621078514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/pemimpin-adil-zuhud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/8401357279621078514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/8401357279621078514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/pemimpin-adil-zuhud.html' title='Pemimpin Adil &amp;amp; Zuhud'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-6742142812121610446</id><published>2009-06-12T20:34:00.001+07:00</published><updated>2009-06-12T20:34:06.348+07:00</updated><title type='text'>Tauhid Persatuan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Puji Syukur kehadirat Allah swt. Karena dengan kasihNya telah diturunkan agama, menciptakan Alam semesta yang kaya, akal dan fikiran, panca indera dan hati nurani, itu semua diciptakanNya sebagai pembeda manusia dengan ciptaan lainnya, sebagai khalifah di atas muka bumi ini. Sebagai rasa syukur, merupakan suatu keniscayaan untuk menggunakan ciptaanNya secara komprehensif dan proporsional, karena akal fikiran, hati nurani dan agama tidak bisa dilihat dengan cara pandang dikotomis, mereka merupakan kesatuan holistik bukan partial.    &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Rasulullah saw. yang telah membimbing umatnya untuk memahami dan menghayati apa arti agama, dan menggunakan semesta-akal-nurani dengan bijaksana. Menyatukan umat dari segala bentuk pembeda primordial kesukuan, warna kulit dan berbagai bentuk turunan ’fanatisme’ lainnya. Allah tidak pernah menyuruh manusia untuk menjadikan hal-hal primordial sebagai sebab atau ikatan jalinan yang menumbuhkan persatuan antar manusia. Allah memang menyebutkan bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, namun Allah tidak pernah menyuruh kita untuk menjadikan faktor suku atau bangsa sebagai faktor perekat. Eksistensi suku dan bangsa yang beraneka ragam di tengah pergaulan antar manusia merupakan sebuah fakta yang tak terelakkan, tetapi bukan berarti persatuan berdasarkan kesamaan suku atau bangsa merupakan persatuan yang dianjurkan apalagi diperintahkan oleh Allah maupun RasulNya. Malah sebaliknya kita temukan sebuah hadits yang mencela persatuan sekedar berdasarkan fanatisme golongan, baik itu golongan berdasarkan kesamaan suku atau warna kulit. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang menyeru kepada ashobiyyah (fanatisme golongan). Dan tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang berperang atas dasar ashobiyyah (fanatisme golongan). Dan tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang terbunuh atas nama ashobiyyah (fanatisme golongan).” (HR Abu Dawud)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Diutusnya rasulullah saw. untuk semua umat manusia merupakan cerminan dari persatuan tanpa landasan fanatisme primordial, ini juga yang membedakan Islam dan lainnya yang diturunkan untuk suatu golongan tertentu dan pada masa tertentu pula. Islam rahmatan lil ‘alamin, Islam adalah rahmat bagi semesta alam, demikianlah slogan yang senantiasa menghiasai atmosfer keagamaan kita, entah dari ormas, orpol maupun gerakan keagamaan lainnya semuanya mengakui slogan yang indah itu. Namun apabila kita lihat fenomena keberagamaan saat ini antara ajaran dan tindakan bagaikan jauh api dari panggang. Fenomena    &lt;br /&gt;inilah yang kemudian membuat para sosiolog beramai-ramai menyematkan berbagai atribut pejoratif terhadap Islam dari gelar ekstrimis, fundamentalis hingga yang paling vulgar, teroris. Islam, sebuah ajaran yang maha sempurna yang pernah turun diatas muka bumi, yang berarti bahwa Islam mempunyai nilai universal, nilai yang tidak akan pernah lekang ditelan zaman. Hal inilah yang kemudian memunculkan ragam interpretasi dalam umat ketika memaknainya. Ada yang dengan ‘lugu’ berkeyakinan penuh bahwa al-qur’an sebagai sumber primer ajaran Islam mengandung segala-galanya dalam artian yang sangat literal, sehingga apapun yang ada dan tidak terekam dalam al-qur’an secara literal dengan mudahnya dianggap bid’ah, sesat dan tidak     &lt;br /&gt;islami. Di lain pihak memaknai universal dengan landasan kebebasan dan pemahaman yang liberal, sehingga melabrak aturan-aturan fundamental yang telah baku dalam al-qur’an dengan dalih universalisme Islam, pesan-pesan pluralisme dan liberalisme sudah tertanam rapi dalam barisan-barisan ayat al-qur’an, demikian menurut mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Kedua bentuk ektrimisme diatas tidak menemukan legalitasnya dalam Islam, karena Islam bukan hanya konsep ajaran yang kaku dan rigid yang harus diartikan dengan pemahaman harfiah belaka, namun ia juga tidak bisa dimaknai dengan tafsiran metaforis-liberal tanpa aturan, ia harus diletakkan secara proporsional. Disinilah nilai urgensitas ilmu tafsir dalam rangka&amp;#160; memahami ajaran Islam dengan komprehensif. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Universalisme Islam, mempunyai konsekwensi bahwa Islam telah mengatur segala hal kehidupan umat manusia, baik vertikal (ubudiyah) maupun horizontal (mu’amalah) yang bila dibawa kepada makna yang lebih luas, segala aspek kehidupan manusia telah tertata rapi dalam Islam, baik itu ritual, sosial dan bernegara (politik). Kedua hal penting dalam kehidupan manusia tersebut haruslah ditopang dengan tiang yang kokoh, sehingga tidak dengan gegabah mencomot dalil-dalil agama yang sebenarnya hanya untuk memperkuat ideologi partial fanatisme kelompok. Sehingga agama dijadikan tunggangan sebagai ‘pelicin’ nafsu duniawi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam hubungan vertikal, Islam sudah menetapkan kaidah-kaidah baku sehingga segala macam bentuk ritual yang tidak sesuai dengan pedoman harus dihindarkan, dalam era globalisasi yang terbalut erat dengan faham materialisme-hedonisme, manusia semakin jauh dari nilai spiritual, sehingga ada semacam kehausan yang teramat dalam terhadap aspek spiritual, hal ini mendorong berjamurnya berbagai gerakan olah spiritual guna menemukan ketenangan. Disini harus diingat, Islam sudah datang dengan tata cara yang sempurna dalam ritual, sehingga tidak perlu lagi mengais-ngais praktek ritual yang lain dengan dalih ketenangan. Dan Islam bukanlah agama yang hanya memperhatikan aspek ritual belaka, ia juga sangat peduli dengan ranah duniawi, keduanya harus berjalan seimbang dalam diri pribadi seorang muslim. Demikian juga dalam ranah horizontal (sosial), fenomena hajatan demokrasi yang sedang berlangsung di Indonesia marilah kita gunakan untuk mendewasakan diri dalam bermu’amalah, Islam mengajarkan bahwa dalam segala bentuk kegiatan (baik vertikal maupun horizontal) harus berorietasi ‘mencari ridho Allah’ namun sayang hal tersebut dalam kenyataan dibalik oleh sebagian besar umat Islam, dalam beribadah, sudah banyak orientasi-orientasi selain ridho Allah yang dicari, dalam berpolitik, agama juga dibawa-bawa untuk melanggengkan kekuasaan, agama telah disobek-sobek untuk menambal ‘lobang’ hasrat duniawi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa (al Baqarah 41)” &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam kesempatan kali ini kami tidak akan membahas kedua aspek tersebut secara detail, namun ingin menekankan aspek fundamental yang membangun landasan etos kedua aspek ritual dan mu’amalah diatas. Hal yang paling fundamental dalam membangun etos kerja islami adalah pemahaman tentang tuhan dengan memahami konsep tauhid yang benar. Konsep tauhid yang berlandaskan kalimat la ilaha illallah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Seringkali kita mendengar para penganjur keagamaan di mimbar-mimbar masjid maupun kajian keislaman, akan pentingnya lafadz lailahaillallah. Ada hadits nabi yang mengatakan bahwa sebaik-baiknya lafadz dzikir adalah lailahaillallah. Karena itu lafadz ini amatlah penting. Sehingga sebagian ulama terutama dikalangan Hanbali melarang lafaz mufrad (satu kata) seperti mengucapkan Allah, Huwa, Ilah. Mereka tidak setuju dengan ini karena kata tersebut sudah tercerabut dari konteksnya, berbeda dengan lafadz lailaha illallah yang memiliki konteks, negasi dan konfirmasi, peniadaan segala bentuk Tuhan dan penegasan terhadap keEsaan Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Ilustrasi yang baik dalam memahami hal ini adalah lambang negara kita, burung Garuda. Kenapa kita dengan rileks memajang gambar Garuda disetiap sudut ruang kantor dan rumah, padahal ia adalah kendaraan dewa Wisnu, apakah kita tidak takut musyrik? Sama sekali tidak, karena fungsi Garuda sebagai kendaraan dewa Wisnu telah kita ‘bunuh’ dengan konsep lailahaillallah. Demikian juga para mahasiswa ITB tidak bisa kita sebut musyrik karena lambang Ganesha mereka, Ganesha adalah dewa ilmu dalam mitologi Hindu. Apakah itu berarti para mahasiswa dan dosennya ngalap berkah dari sang Ganesha? Sama sekali tidak, mereka telah membunuhnya dengan lafadz lailahaillallah. Hal inilah dalam konteks sosiologis disebut sebagai sekularisasi, devaluasi atau kadang juga disebut dengan demitologisasi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam garis searah diataslah, almarhum Buya Hamka, misalnya, pernah menyatakan patung halal, karena sudah tinggal seni, dulu mungkin patung disembah, tapi dengan datangnya Islam patung-patung tersebut telah dibunuh dengan lafadz lailahaillallah, sehingga tinggal nilai seninya saja. Dari penjelasan diatas bisa disimpulkan bahwa tauhid adalah pembebasan manusia dari unsur mitologis. Tauhid tidaklah cukup dan tidak hanya berarti percaya kepada Allah saja, tetapi mencakup pengertian yang benar tentang Allah yang kita percayai itu dan bagaimana kita bersikap kepadaNya dan juga kepada objek selain Dia. Dalam hal kepercayaan kepada Tuhan, atheime bukanlah problem utama manusia. Problem utama manusia adalah politeisme ‘syirik’ yaitu kepercayaan yang sekaligus berpusat pada Allah tapi masih membuka peluang bagi adanya kepercayaan lain yang dianggap bersifat Ilahi, meskipun lebih rendah dari Allah. Dari sudut lain, ateisme itu juga merupakan politeisme dalam bentuk lain, karena meskipun dalam pengakuan menyebut ateis, tapi dalam tataran praksis mereka mengambil sesuatu yang lain sebagai Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dari sinilah mengapa program utama al Qur’an adalah pembebasan manusia dari belenggu faham banyak Tuhan, dengan mencanangkan dasar kepercayaan yang berlandaskan pada al nafyu wa al itsbat (negasi dan konfirmasi) yaitu tiada Tuhan selain Allah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Selanjutnya, kebebasan yang sudah kita peroleh harus diisi dengan kepercayaan yang benar, karena hidup tanpa kepercayaan sama sekali mustahil. Kebebasan tiada batas akan mengundang datangnya tirani. Karena itu, kebebasan benar-benar punya arti, bilamana ia diiringi ketundukan pada Tuhan. Dengan demikian proses pembebasan itu tidak lain adalah pemurnian kepercayaan kepada Allah swt. pertama dengan melepas segala kepercayaan palsu dan kedua pemusatan kepercayaan hanya pada yang benar. yang menurut Ibn Taymiyya disebut dengan tauhid uluhiyyah. Halangan utama untuk mendapatkan pembebasan adalah keangkuhan kita dan belenggu yang kita ciptakan sendiri, belenggu hawa nafsu, Allah berfirman:    &lt;br /&gt;”&lt;strong&gt;Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?(al Jatsiah 23)”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Hawa nafsu inilah yang kemudian menjadi sumber pandangan-pandangan subjektif, yang menjadikan kita biased, dan menjadi dasar fenomena orang yang menuhankan diri sendiri. Ia kemuadian memutlakkan pandangannya sendiri atau terkungkung oleh tirani vested interestednya, Allah telah memberikan contoh dalam al Qur’an :    &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;”Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Implikasi dari pembebasan ini adalah keterbukaan individu yang tanggap dan kritis dalam permasalahan kepalsuan dan kebenaran yang beredar dalam masyarakat. Efek pembebasan diatas akan mengalir kemudian dari yang sifatnya individual menuju sosial. Prinsip tauhid berkenaan dengan penolakan tehadap thaghut (yang melewati batas) sehingga konsekwensi logis darinya adalah pembebasan sosial yang bersifat egalitarian. Tauhid menghendaki sistem kemasyarakatan yang bersifat demokratis berdasarkan musyawarah yang memungkinkan tiap anggota masyarakat untuk saling mengingatkan tentang apa yang benar, dan ketabahan dalam menjalani hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dengan demikian, sebagai bangsa muslim yang mayoritas, dan bangsa muslim terbesar didunia, sudah semestinya kita berusaha memahami konsep tauhid dengan benar, dan kita jadikan landasan normatif dalam tiap langkap ritual vertikal dan horizontal, sehingga terciptanya bangsa yang adil makmur dan sejahtera bukanlah impian utopis belaka, baldatun thoyyibatun warabbun ghafur. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Untuk itu tauhid yang benar juga harus diikuti dengan etos kerja yang benar, ia harus memiliki komitmen yang kuat (niat) begitu urgennya posisi komitmen dalam Islam sehingga rasulullah bersabda :    &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;”Bahwa setiap kegiatan harus berlandaskan komitmen, dan tiap individu akan dihitung dengan ketulusan niatnya, tinggi rendah kerja diikuti oleh komitmen pelakunya”. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Tentu saja komitmen ini dikalangan umat Islam sudah menjadi sesuatu yang taken for granted dinisbahkan kepada Allah, untuk mencari ridha Allah swt. Sehingga mengerjakan sesuatu demi Allah berimplikasi bahwa kita tidak boleh secara sembrono semrawut dan acak acakan dalam berbuat. Sebab hal tersebut akan membuat niat kita absurd, karena tanpa ketulusan (ikhlas). Karena itu kemudian dalam setiap pekerjaan dituntut sikap ihsan (optimal) . Inilah etos kerja yang perlu ditumbuhkan ditengah umat Islam, agar bangsa Indonesia bisa lebih baik dimasa yang akan datang. Amin…&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fa’tabiru Ya Ulil Albab&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.pesantrenvirtual.com"&gt;&lt;strong&gt;http://www.pesantrenvirtual.com&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di edit oleh : &lt;strong&gt;Agus Wahyudi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-6742142812121610446?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/6742142812121610446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/tauhid-persatuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/6742142812121610446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/6742142812121610446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/tauhid-persatuan.html' title='Tauhid Persatuan'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-5448581206316679562</id><published>2009-06-11T15:30:00.001+07:00</published><updated>2009-06-11T15:30:06.997+07:00</updated><title type='text'>Amanah dan Tanggung Jawab</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin…, apakah dia telah menjaga kepemimpinannya atau menyia-nyiakannya.” (HR. Ibnu Hibban)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menurut hadist dari Ibnu Asakir dari Salim bin Abdullah bin Umar menyatakan bahwa tatkala Khalifah Abubakar Siddiq hampir menemui ajalnya, maka beliau memberikan wasiat :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang… Ini adalah sumpah dari Abubakar di saat-saat terakhir dari kehidupan dunia dan disaat awal dari kehidupan akhirat (sebelum kematian datang) dimana seorang yang kafir dapat berubah menjadi seorang beriman, seorang yang jahat dapat berubah menjadi orang yang bertaqwa, dan seorang yang berdusta dapat berubah menjadi orang yang berkata benar. Sesungguhnya aku melantik Umar bin Khttab sebagai khalifah penggantiku, maka sekiranya beliau melakukan keadilan, maka itu sebagaimana yang aku harapkan, dan sekiranya dia melakukan kejahatan maka ia akan bertanggungjawab ke atasnya. Aku hanya inginkan kebaikan sebagaimana yang aku harapkan darinya dan aku tidak mengetahui yang ghaib”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemudian Abu Bakar memanggil Umar bin Khattab dan berkata :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Wahai Umar, orang yang marah akan menunjukkan kemarahannya kepadamu dan orang yang kasih kepadamu akan mengasihimu. Ketahuilah bahwa telah menjadi suatu kebiasaan sejak lama dimana kebaikan akan ditentang dan kejahatan akan disukai”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mendengar ucapan demikian, Umar menjawab : “Kalau demikian, aku tidak berhasrat dengan jabatan khalifah tersebut”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Bakar langsung berkata : “Tetapi jabatan khalifah tersebut memerlukan kamu. Sesungguhnya kamu telah melihat Rasulullah SAW melaksanakan amanah dan tanggung jawab kekhalifahan, dan kamu telah mendampingi beliau. Kamu telah melihat bagaimana Rasulullah lebih diutamakan dari diri kami sendiri, sehingga kami akan menyerahkan kepada ahli keluarganya sebagian dari hadiah yang beliau berikan kepada kami. Dan kamu telah mendampingiku dalam menjalankan khalifah ini. Sesungguhnya aku hanya mengikuti orang sebelumku (Rasulullah). Demi Allah, aku tidak berkata kepadamu mengenai suatu mimpi, tidak juga suatu igauan, dan sesungguhnya aku tidak berada di atas jalan yang sesat. Ketahuilah wahai Umar, sesungguhnya terdapat kewajiban kita kepada Allah (berupa amanah yang harus kita laksanakan langsung), dimana Dia tidak menerimanya jika hal tersebut di waktu siang dan juga ada tugas dan kewajiban di waktu siang dimana Dia tidak akan menerimanya di waktu malam”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Bakar melanjutkan : “Dan ingatlah bahwa mizan (timbangan amal di hari akhirat nanti) akan berat pada padang mahsyar nanti jika kita benar-benar mengikuti cara mereka yang terdahulu (Rasulullah), dan menjadi kewajiban kepada mizan untuk menjadi berat jika di dalamnya terdapat perbuatan yang benar (hak). Dan sesungguhnya aku takut jika mizan itu nanti menjadi ringan lantaran mereka (penguasa) mengikuti cara-cara yang salah (batil), dan menjadi kewajiban atas mizan untuk menjadi ringan jika di dalam mizan itu terdapat perkara yang batil. Orang yang pertama aku peringatkan adalah dirimu dan aku memperingatkan dirimu agar menjauhi diri dari manusia yang memandang kepada kebendaan yang memuaskan hawa nafsu dimana mereka mempunyai pilihan untuk mengelakkan diri tergelincir kedalam hawa nafsu tersebut. Hendaklah kamu memelihara dirimu dari tergelincir lantaran mereka akan tetap takut kepadamu selagi kamu takut kepada Allah. Inilah wasiatku dan aku ucapkan selamat kepadamu”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menurut hadist yang diriwayatkan oleh Thabrani, dari AlGhar bin Malik menyatakan bahwa tatkala Abu Bakar ingin melantik Umar bin Khattab sebagai khalifah, maka beliau mengirim utusan memanggil Umar dan berkata kepadanya :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Wahai Umar, aku mengajak kamu kepada suatu tanggung jawab yang meletihkan orang yang memegangnya. Maka takutlah kepada Allah dengan mentaati perintahNya dan dengan bertaqwa kepadaNya, karena sesungguhnya taqwa itu adalah pelindung dari segala dosa. Sesungguhnya jabatan dan tanggung jawab ini hanya dapat di pegang oleh mereka yang melaksanakan tanggung jawab. Siapa saja yang menyuruh melakukan kebaikan tetapi ia sendiri melakukan kejahatan, dan siapa saja yang menyuruh melakukan hal yang makruf tetapi dia sendiri melakukan kemaksiatan dan kemungkaran, maka dia akan kehilangan ganjaran dan segala amalnya akan dibatalkan. Maka sekiranya engkau mengurus urusan rakyat maka hendaklah kamu berusaha mengelak dari sesuatu yang dapat menumpahkan darah, dan kamu harus menjauhkan perut kamu dari tamak kepada harta benda mereka. Begitu juga hendaklah menjaga lidah daripada menghina kehormatan rakyat, dan lakukanlah tanggung jawab tersebut, dan tiada kekuatan melainkan pertolongan daripada Allah”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Demikianlah beberapa wasiat yang disampaikan Abu Bakar kepada Umar bin Khattab sewaktu Umar dilantik menjadi khalifah, sehingga sejarah telah membuktikan bagaimana Umar dapat menjalankan tugas dengan sebenar-benarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sejarah membuktikan bagaimana Umar bin Khattab selalu berjalan di tengah malam hanya untuk melihat apakah di sudut-sudut wilayah kekuasaannya ada orang yang masih menderita, sehingga suatu malam dia mendengar rintihan sebuah keluarga yang miskin tidak mempunyai apa-apa, maka dengan segera dia membawa sendiri karung gandum untuk menolong rakyatnya tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Umar juga berusaha untuk melaksanakan keadilan sehingga sejarah mencatat sewaktu Umar bin Khattab berjalan bersama pembantunya dengan mengendarai seekor unta menuju palestina untuk mengambik kunci Baitul Maqdis, maka beliau membagi waktu yang adil dengan pembantunya dalam menaiki kendaraan. Jika Khalifah diatas, maka pembantu berjalan mengiringi Khalifah, dan jika pembantu diatas unta, maka Khalifah berjalan mengiringi pembantunya. Sehingga sewaktu mereka tiba di Baitul Maqdis, para penjemput khalifah tidak mengetahui yang mana Khalifah sebenarnya, sebab pada waktu itu Khalifah Umar berjalan kaki mengiringi unta Khalifah yang sedang ditunggangi pembantunya. Penjemput Khalifah Umar juga tidak dapat membedakan mereka sebab pakaian Khalifah sama dengan pakaian pembantunya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Umar melakukan hal demikian sebab dia tidak ingin mendzalimi pembantunya dan juga tidak ingin mendzalimi untanya. Sedangkan zuhudnya Umar telah terbukti pada waktu kekhalifahan Islam terbuka ditangannya dengan penaklukan seluruh semenanjung Arab dan berlimpahnya harta kekayaan Negara, tetapi Umar tetap hidup dengan sederhana, sehingga sejarah menyatakan bahwa khalifah Umar setiap kali makan, beliau hanya makan roti keras dengan minyak samin, dan hanya memakan delapan kali suap.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Begitu takutnya Umar bin Khattab dengna amanah yang di pegang sehingga beliau pernah berkata :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Seandainya ada seekor unta yang masuk ke suatu lobang di tengah kota Baghdad, maka aku akan bertanggung jawab dan akan ditanya oleh Allah Ta’ala pada hari kiamat nanti”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bayangkan, Khalifah Umar bin Khattab mengurus pemerintahannya dari kota Madinah, tetapi kekhalifahannya sampai ke kota Baghdad, dan dia merasa jika ada seekor unta yang terperosok ke dalam lobang di jalan-jalan kota Baghdad, maka nanti walaupun dia berada di Madinah, Allah juga akan mempertanyakan tugasnya dan menghukum keteledorannya karena tidak mengetahui adanya lobang di kota baghdad yang telah mencederakan seekor unta.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Begitulah keadaan seorang muslim yang merasa bertanggung jawab atas segala amanah yang diterimanya dengan menduduki jabatan Khalifah. Bagaimana dengan muslim hari ini, yang menang dalam pemilihan umum dan menduduki jabatan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat…?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Umar yang telah dijamin surga masih takut ditanya Allah tentang unta yang masuk ke lobang, bagaimana pertanyaan Allah kepada wakil rakyat yang mengaku mewakili rakyat…?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selamat memasuki dewan dan bersiap-siaplah ditanya oleh Allah di hari kemudian kelak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fa’tabiru ya Ulil Albab&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;strong&gt;M. Arifin Ismail. MA.M.Phil&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;diedit oleh : &lt;strong&gt;Agus Wahyudi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-5448581206316679562?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/5448581206316679562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/amanah-dan-tanggung-jawab_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/5448581206316679562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/5448581206316679562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/amanah-dan-tanggung-jawab_11.html' title='Amanah dan Tanggung Jawab'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-3380765138069049046</id><published>2009-06-11T02:39:00.001+07:00</published><updated>2009-06-11T02:39:28.008+07:00</updated><title type='text'>Amanah dan Tanggung Jawab</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin…, apakah dia telah menjaga kepemimpinannya atau menyia-nyiakannya.” (HR. Ibnu Hibban)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menurut hadist dari Ibnu Asakir dari Salim bin Abdullah bin Umar menyatakan bahwa tatkala Khalifah Abubakar Siddiq hampir menemui ajalnya, maka beliau memberikan wasiat :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang… Ini adalah sumpah dari Abubakar di saat-saat terakhir dari kehidupan dunia dan disaat awal dari kehidupan akhirat (sebelum kematian datang) dimana seorang yang kafir dapat berubah menjadi seorang beriman, seorang yang jahat dapat berubah menjadi orang yang bertaqwa, dan seorang yang berdusta dapat berubah menjadi orang yang berkata benar. Sesungguhnya aku melantik Umar bin Khttab sebagai khalifah penggantiku, maka sekiranya beliau melakukan keadilan, maka itu sebagaimana yang aku harapkan, dan sekiranya dia melakukan kejahatan maka ia akan bertanggungjawab ke atasnya. Aku hanya inginkan kebaikan sebagaimana yang aku harapkan darinya dan aku tidak mengetahui yang ghaib”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemudian Abu Bakar memanggil Umar bin Khattab dan berkata :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Wahai Umar, orang yang marah akan menunjukkan kemarahannya kepadamu dan orang yang kasih kepadamu akan mengasihimu. Ketahuilah bahwa telah menjadi suatu kebiasaan sejak lama dimana kebaikan akan ditentang dan kejahatan akan disukai”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mendengar ucapan demikian, Umar menjawab : “Kalau demikian, aku tidak berhasrat dengan jabatan khalifah tersebut”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Bakar langsung berkata : “Tetapi jabatan khalifah tersebut memerlukan kamu. Sesungguhnya kamu telah melihat Rasulullah SAW melaksanakan amanah dan tanggung jawab kekhalifahan, dan kamu telah mendampingi beliau. Kamu telah melihat bagaimana Rasulullah lebih diutamakan dari diri kami sendiri, sehingga kami akan menyerahkan kepada ahli keluarganya sebagian dari hadiah yang beliau berikan kepada kami. Dan kamu telah mendampingiku dalam menjalankan khalifah ini. Sesungguhnya aku hanya mengikuti orang sebelumku (Rasulullah). Demi Allah, aku tidak berkata kepadamu mengenai suatu mimpi, tidak juga suatu igauan, dan sesungguhnya aku tidak berada di atas jalan yang sesat. Ketahuilah wahai Umar, sesungguhnya terdapat kewajiban kita kepada Allah (berupa amanah yang harus kita laksanakan langsung), dimana Dia tidak menerimanya jika hal tersebut di waktu siang dan juga ada tugas dan kewajiban di waktu siang dimana Dia tidak akan menerimanya di waktu malam”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Bakar melanjutkan : “Dan ingatlah bahwa mizan (timbangan amal di hari akhirat nanti) akan berat pada padang mahsyar nanti jika kita benar-benar mengikuti cara mereka yang terdahulu (Rasulullah), dan menjadi kewajiban kepada mizan untuk menjadi berat jika di dalamnya terdapat perbuatan yang benar (hak). Dan sesungguhnya aku takut jika mizan itu nanti menjadi ringan lantaran mereka (penguasa) mengikuti cara-cara yang salah (batil), dan menjadi kewajiban atas mizan untuk menjadi ringan jika di dalam mizan itu terdapat perkara yang batil. Orang yang pertama aku peringatkan adalah dirimu dan aku memperingatkan dirimu agar menjauhi diri dari manusia yang memandang kepada kebendaan yang memuaskan hawa nafsu dimana mereka mempunyai pilihan untuk mengelakkan diri tergelincir kedalam hawa nafsu tersebut. Hendaklah kamu memelihara dirimu dari tergelincir lantaran mereka akan tetap takut kepadamu selagi kamu takut kepada Allah. Inilah wasiatku dan aku ucapkan selamat kepadamu”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menurut hadist yang diriwayatkan oleh Thabrani, dari AlGhar bin Malik menyatakan bahwa tatkala Abu Bakar ingin melantik Umar bin Khattab sebagai khalifah, maka beliau mengirim utusan memanggil Umar dan berkata kepadanya :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Wahai Umar, aku mengajak kamu kepada suatu tanggung jawab yang meletihkan orang yang memegangnya. Maka takutlah kepada Allah dengan mentaati perintahNya dan dengan bertaqwa kepadaNya, karena sesungguhnya taqwa itu adalah pelindung dari segala dosa. Sesungguhnya jabatan dan tanggung jawab ini hanya dapat di pegang oleh mereka yang melaksanakan tanggung jawab. Siapa saja yang menyuruh melakukan kebaikan tetapi ia sendiri melakukan kejahatan, dan siapa saja yang menyuruh melakukan hal yang makruf tetapi dia sendiri melakukan kemaksiatan dan kemungkaran, maka dia akan kehilangan ganjaran dan segala amalnya akan dibatalkan. Maka sekiranya engkau mengurus urusan rakyat maka hendaklah kamu berusaha mengelak dari sesuatu yang dapat menumpahkan darah, dan kamu harus menjauhkan perut kamu dari tamak kepada harta benda mereka. Begitu juga hendaklah menjaga lidah daripada menghina kehormatan rakyat, dan lakukanlah tanggung jawab tersebut, dan tiada kekuatan melainkan pertolongan daripada Allah”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Demikianlah beberapa wasiat yang disampaikan Abu Bakar kepada Umar bin Khattab sewaktu Umar dilantik menjadi khalifah, sehingga sejarah telah membuktikan bagaimana Umar dapat menjalankan tugas dengan sebenar-benarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sejarah membuktikan bagaimana Umar bin Khattab selalu berjalan di tengah malam hanya untuk melihat apakah di sudut-sudut wilayah kekuasaannya ada orang yang masih menderita, sehingga suatu malam dia mendengar rintihan sebuah keluarga yang miskin tidak mempunyai apa-apa, maka dengan segera dia membawa sendiri karung gandum untuk menolong rakyatnya tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Umar juga berusaha untuk melaksanakan keadilan sehingga sejarah mencatat sewaktu Umar bin Khattab berjalan bersama pembantunya dengan mengendarai seekor unta menuju palestina untuk mengambik kunci Baitul Maqdis, maka beliau membagi waktu yang adil dengan pembantunya dalam menaiki kendaraan. Jika Khalifah diatas, maka pembantu berjalan mengiringi Khalifah, dan jika pembantu diatas unta, maka Khalifah berjalan mengiringi pembantunya. Sehingga sewaktu mereka tiba di Baitul Maqdis, para penjemput khalifah tidak mengetahui yang mana Khalifah sebenarnya, sebab pada waktu itu Khalifah Umar berjalan kaki mengiringi unta Khalifah yang sedang ditunggangi pembantunya. Penjemput Khalifah Umar juga tidak dapat membedakan mereka sebab pakaian Khalifah sama dengan pakaian pembantunya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Umar melakukan hal demikian sebab dia tidak ingin mendzalimi pembantunya dan juga tidak ingin mendzalimi untanya. Sedangkan zuhudnya Umar telah terbukti pada waktu kekhalifahan Islam terbuka ditangannya dengan penaklukan seluruh semenanjung Arab dan berlimpahnya harta kekayaan Negara, tetapi Umar tetap hidup dengan sederhana, sehingga sejarah menyatakan bahwa khalifah Umar setiap kali makan, beliau hanya makan roti keras dengan minyak samin, dan hanya memakan delapan kali suap.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Begitu takutnya Umar bin Khattab dengna amanah yang di pegang sehingga beliau pernah berkata :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Seandainya ada seekor unta yang masuk ke suatu lobang di tengah kota Baghdad, maka aku akan bertanggung jawab dan akan ditanya oleh Allah Ta’ala pada hari kiamat nanti”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bayangkan, Khalifah Umar bin Khattab mengurus pemerintahannya dari kota Madinah, tetapi kekhalifahannya sampai ke kota Baghdad, dan dia merasa jika ada seekor unta yang terperosok ke dalam lobang di jalan-jalan kota Baghdad, maka nanti walaupun dia berada di Madinah, Allah juga akan mempertanyakan tugasnya dan menghukum keteledorannya karena tidak mengetahui adanya lobang di kota baghdad yang telah mencederakan seekor unta.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Begitulah keadaan seorang muslim yang merasa bertanggung jawab atas segala amanah yang diterimanya dengan menduduki jabatan Khalifah. Bagaimana dengan muslim hari ini, yang menang dalam pemilihan umum dan menduduki jabatan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat…?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Umar yang telah dijamin surga masih takut ditanya Allah tentang unta yang masuk ke lobang, bagaimana pertanyaan Allah kepada wakil rakyat yang mengaku mewakili rakyat…?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selamat memasuki dewan dan bersiap-siaplah ditanya oleh Allah di hari kemudian kelak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fa’tabiru ya Ulil Albab&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;strong&gt;M. Arifin Ismail. MA.M.Phil&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;diedit oleh : &lt;strong&gt;Agus Wahyudi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-3380765138069049046?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/3380765138069049046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/amanah-dan-tanggung-jawab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/3380765138069049046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/3380765138069049046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/amanah-dan-tanggung-jawab.html' title='Amanah dan Tanggung Jawab'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-1119459228316605517</id><published>2009-06-10T20:57:00.001+07:00</published><updated>2009-06-10T20:57:22.633+07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Ilmu</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Allah berfirman dalam Surat Al-Mujadalah ayat 11:    &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu, dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah kamu, maka berdirilah’, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Khalifah Ali bin Abi Thalib&lt;/strong&gt; mengatakan bahwa ada sepuluh kelebihan ilmu dibanding harta, yaitu:&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan dari Fir’aun, Qarun, dan lain-&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; lain.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Ilmu selalu menjaga orang yang mempunyainya, sedangkan harta dijaga oleh orang yang&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; mempunyainya.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Orang yang berilmu banyak mempunyai teman, sedangkan orang yang berharta mempunyai banyak lawan.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Ilmu apabila diberikan kepada orang lain akan bertambah sedangkan harta bila diberikan akan berkurang.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Ilmuwan sering dipanggil alim, ulama, dan lain-lain. Sedangkan hartawan sering dipanggil bakhil, kikir, dan lain-lain.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pemilik ilmu akan menerima syafaat pada hari kiamat, sedangkan pemilik harta akan dimintai pertanggungjawabannya diakhirat kelak.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Ilmu apabila disimpan tidak akan habis, sedangkan harta bila disimpan akan usang dan lapuk.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan, sedangkan harta selalu dijaga dari kejahatan.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Ilmu tidak memerlukan tempat, sementara harta memerlukan tempat.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Ilmu akan menyinari hati hingga menjadi terang dan tenteram, sedangkan harta akan mengeraskan setiap hati manusia. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Itulah sepuluh kelebihan ilmu dibanding harta, Menurut ayat diatas, Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa tingkat. Oleh karenanya Allah menyuruh manusia berpikir menggali ilmu pengetahuan, membentuk majelis ta’lim, membaca ayat-ayat Allah, baik ayat yang tertulis maupun yang tercipta yaitu segala sesuatu yang diciptakan Allah misalnya langit, bumi, gunung, bintang, dll. Nasehat yang disampaikan khalifah &lt;strong&gt;Ali bin Abi Thalib&lt;/strong&gt; menegaskan kepada kita bahwa ilmu lebih mulia dari pada harta, dalam mencari harta kita boleh jadi merugi, akan tetapi sejauh mana pun kita mencari ilmu tidak akan pernah ada istilah merugi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Iqra’ bismirobbikalladzii khalaq, (bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan), surat Al-‘Alaq ayat 1 memerintahkan kepada kita untuk membaca ayat-ayat Allah, memerintahkan kita untuk mencari ilmu, hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim, baik itu ilmu agama atau pun ilmu pengetahuan. Ilmu juga akan menambah keimanan kita, semakin dalam ilmu yang kita gali maka akan semakin bertambah pula keimanan kita. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Sebuah penemuan besar di abad ini bahwa seluruh alam raya ini yang terdiri dari langit, bumi, bintang, galaksi, semuanya diciptakan Allah dari suatu titik tunggal yang sangat kecil tetapi mempunyai kepadatan tak terbatas. Karena sangat kecilnya titik ini, ilmu pengetahuan menggambarkannya dengan konsep ketiadaan. Kemudian para ilmuwan meyakini bahwa titik tunggal ini diledakkan, melemparkan semua material ke segala arah dan terciptalah suatu sistem alam semesta ini yang terdiri dari bumi, bintang dan seluruh galaksi. Ini adalah teori terakhir tentang terciptanya alam semesta yang diyakini oleh para ilmuwan. Dan sebenarnya, teori yang diyakini ini telah disebutkan Allah di dalam Al-Qur’an &lt;strong&gt;surat Al-Anbiya ayat 30&lt;/strong&gt; yang artinya, &lt;strong&gt;“Dan apakah orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air, Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiya: 30)&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam ayat ini disebutkan bahwa awal-mulanya langit dan bumi adalah dari sesuatu yang padu, padu di sini artinya adalah satu titik tunggal yang telah diyakini sebagai asal muasal alam semesta. Kemudian Allah memisahkan antara keduanya (yaitu langit dan bumi), maksudnya dipisahkannya masing-masing bagian dari suatu yang padu ini oleh suatu ledakan dahsyat melemparkan material-material menjadi bintang, bumi, dan langit sebagai ruang kosong di antaranya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Ini adalah sebuah contoh bahwa dengan mencari ilmu maka keimanan kita kepada Allah, keimanan kepada Malaikat, kepada ayat-ayat Al-Qur’an, kepada para Rasul, kepada hari akhir, dan iman kepada takdir insya Allah akan bertambah dan terus bertambah. Seorang pelajar jika ia berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan ilmu di sekolahnya, belajar matematika, ilmu pengetahuan alam maupun sosial dengan sungguh-sungguh, maka insya Allah dia termasuk salah seorang ahli dzikir. Dan jika kita selalu menghidupkan majelis-majelis ta’lim maka insya Allah akan tercatatlah sebagai calon-calon penghuni surga sebagaimana &lt;strong&gt;sabda Rasulullah SAW, Dari Abu Hurairah RA, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda, ‘Barangsiapa yang menempuh suatu jalan bepergian mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   &lt;br /&gt;Oleh &lt;a href="http://www.PesantrenVirtual.com" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Ustadz Sykran Makmun&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;di Edit oleh : &lt;strong&gt;Agus Wahyudi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-1119459228316605517?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/1119459228316605517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/keutamaan-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/1119459228316605517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/1119459228316605517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/keutamaan-ilmu.html' title='Keutamaan Ilmu'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-6175667756198334450</id><published>2009-06-06T20:53:00.001+07:00</published><updated>2009-06-06T20:53:54.181+07:00</updated><title type='text'>Anakku Surgaku</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“&lt;strong&gt;Sesungguhnya harta dan anak-anakmu hanyalah cobaan bagimu” (QS. Taghabun :15)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam kitab suci Al-Qur’an ada beberapa ayat yang berkaitan tentang kedudukan dan pentingnya anak. Ayat-ayat tersebut dapat memberikan kepada kita tentang gambaran bagaimana kita bersikap terhadap anak tersebut sesuai dengan pedoman Al-Qur’an. Diantara ayat-ayat yang berkaitan tentang anak adalah :&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Perhiasan dan kekayaan dunia &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; “Harta kekayaan dan anak-anak adalah merupakan perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan” (QS. Al-Kahfi/18:46).&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam ayat ini, anak disebut sebagai perhiasan dunia. Perhiasan dalam arti sesuatu yang sangat berharga sebagaimana mutiara, intan berlian dan sebagainya. Imam Al-Ghazali menyatakan : &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Anak adalah amanah pada kedua orangtuanya. hatinya yang suci adalah mutiara yang amat berharga, halus, kosong dari semua ukiran dan gambaran. Ia menerima semua yang dicondongkan kepadanya. Kalau anak itu membiasakan kebaikan dan mengetahui kebaikan, niscaya ia akan tumbuh diatas kebaikan. Ia berbahagia di dunia dan di akhirat. orang tuanya, semua guru dan pendidiknya, sama-sama berkongsi pada pahala anak itu”.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;2. Buah hati (Qurrata ‘Ain)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; “Dan adalah mereka berkata : Ya Tuhan Kami, anugerahkan kepada kami istri-istri dan keturunan yang menyenangkan hati&amp;#160; kami, dan jadikan kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa”. (QS. Al Furqan :25)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; Anak yang saleh, merupakan buah hati bagi kedua orangtua. Saleh dalam urusan dunia dapat menyenangkan hati di dunia, sedangkan saleh dalam urusan akhirat menjadi buah hati di akhirat kelak, malahan do’a seorang anak dapat menaikkan tingkatan surga bagi kedua orangtuanya sebagimana dinyatakan dalam sebuah hadist : &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah bersabda :&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat dan kedudukan hamba yang saleh di dalam surga, maka hamba itu bertanya : Ya Tuhanku, darimana aku mendapatkan kedudukan yang mulia ini…? Allah berfirman : engkau mendapatkan kedudukan ini disebabkan istighfar (doa meminta ampun) yang dilakukan oleh anakmu untukmua dahulu”. (Hadist riwayat Ahmad)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;3. Pewaris Kepemimpinan&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; Allah berfirman : “Sesungguhnya aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata : “Dan bagaimana dengan anak dan keturunanku nani…? Allah berfirman : “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”. (QS. Al-Baqarah/2 : 124)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; Seseorang yang berhasil mendidik anaknya dapat menjadikan anak sebagai pemimpin (khalifah). Prestasi kepemimpinan tersebut hanya dapat diraih jika si anak diajar, dididik, dan dilatih untuk memiliki syarat-syarat kepemimpinan seperti iman, ilmu, akhlak. Kepemimpinan tidak akan diberikan kepada anak yang ttidak memiliki syarat. Oleh sebab itu jika orang tua menginginkan anaknya dapat mewariskan kepemimpinan dunia, maka dia harus berikhtiar memberikan nilai-nilai kepemimpinan tersebut kepada anaknya sebagai generasi penerus.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;4. Sebagai Ujian Kehidupan&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; “Sesungguhnya harta dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (QS. Taghabun : 15)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; Oleh sebab itu, orang tua yang memiliki anak selalu didalam ujian kehidupan, yaitu apakah orang tua dapat lulus dalam mendidik anaknya sehingga dapat mewariskan kepemimpinan tersebut atau orang tua tersebut gagal dalam mendidik anaknya sehingga kepemimpinan di masa akan datang terlepas dari keturunannya.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Imam Ghazali dalam kitab Ihya menyatakan : &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Jika orang tua membiasakan kejahatan dan mensia-siakan anaknya seperti mensia-siakan binatang ternak, niscaya anak itu akan celaka dan binasa. Dan dosa itu adalah pada leher orang yang mengurusnya dan walinya. Hal inilah sesuai dengna firman Allah :&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“hai orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. (QS. At Tahrim : 6)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;5. Dapat menjadi musuh dalam menjalankan agama&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; “Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang”. (QS. At Taghabun : 14)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Jika orang tua tidak berhasil dalam proses mendidik anaknya, maka anak tersebut dapat menjadi musuh bagi orang tua tersebut, sebab kegagalan itu memberikan dampak dosa bagi orang tuanya di akhirat kelak, dan juga merupakan cela dan kehinaan baginya di dunia disebabkan oleh kejahatan yang dibuat anaknya dimasa mendatang. Tetapi jika orang tua dapat mendidik anaknya dengan pendidikan yang baik, maka si anak akan menjadi penyejuk hati, menjadi penolong dan aset pahala di akhirat nanti.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;6. Aset doa dan pahala&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; “Maka dia (nabi Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu dan kemudian dia (Sulaiman a.s.) berdo’a : “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. AnNaml/27 : 19)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; Jika orang tua berhasil dalam mendidik anaknya, maka anak akan tetap mengenang jasa orang tuanya dalam setiap kenikmatan yang dirasakannya sehingga dia tidak pernah lupa untuk mendoakan kedua orangtuanya tersebut. Malahan orang tua yang mendidik anak itu akan kembali berjumpa dengan anaknya di dalam surga kelak, sebagaimana yang dinyatakan dalam Al Quran.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160; “Dan orang yang beriman, dan anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka tersebut dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya”. (QS. At Thur : 21)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160; Ibnu Abbas dalam tafsirnya menyatakan bahwa maksud dari ayat ini adalah: “Jika anak-anak orang yang beriman mati dalam keadaan iman, sedangkan kedudukan ayah mereka lebih tinggi dari kedudukan mereka, maka nanti di dalam surga anak-anak tersebut akan dikumpulkan dengna orang tua mereka, tanpa mengurangi sedikitpun pahala amalan mereka”.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Thabrani meriwayatkan sebuah hadist dari Ibnu Abbas menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda :&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Jika seseorang itu masuk kedalam surga, maka dia akan bertanya tentang kedua orangtuanya dan isterinya, dan anak-anaknya, maka Allah berkata keadanya : Mereka itu tidak mendapat kedudukan yang sama dengan kedudukanmu, maka orang itu akan berkata kepada Allah : Wahai Tuhanku, saya telah berbuat amal kebaikan itu bagi diriku dan juga untuk mereka, maka Allah memerintahkannya untuk menjumpai mereka”. (hadist riwayat Thabrani)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;7. Melahirkan generasi penerus&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160; “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberikan kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Ahqaf/46 : 15)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160; Dalam surat Al Ahqaf ayat 19 juga terdapat doa yang hampir sama, hanya saja dalam surat Ahqaf diatas ada kata-kata “Wa aslih fi dzurriyati” yang bermakna :”Dan perbaikilah anak keturunanku”.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160; Dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa anak mempunyai kecenderungan mencontoh bagaimana orangtuanya mendidik dirinya diwaktu kecil dahulu, oleh sebab itu setiap orang tua harus dapat menjadi memberikan pendidikan yang baik dan itu dapat menjadi amal jariyah dalam mendidik. Sebaliknya jika orang tua salah dalam mendidik, maka itu juga dapat dicontoh oleh anak-anaknya sehingga akan menjadi dosa yang berkelanjutan.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160; Demikianlah konsep Al Quran dalam masalah anak, semoga anak-anak kita dapat menjadi aset kebahagiaan dan kekayaan dunia dan akhirat.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fa’tabiru Ya Ulil albab.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh Ustad : &lt;strong&gt;M. Arifin Ismail MA.M.Phil&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;diedit oleh : &lt;strong&gt;Agus Wahyudi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-6175667756198334450?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/6175667756198334450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/anakku-surgaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/6175667756198334450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/6175667756198334450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/06/anakku-surgaku.html' title='Anakku Surgaku'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-111633018810251896</id><published>2009-05-25T09:37:00.001+07:00</published><updated>2009-06-04T20:33:36.383+07:00</updated><title type='text'>Kasih Sayang Rasulullah</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Maka disebabkan rahmat Allah, maka engkau bersikap lemah lembut kepada mereka” (QS. Ali Imran : 159)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah adalah seorang yang sangat pemurah dan bersikap kasih sayang kepada semua makhluk, baik kepada sesama muslim, maupun kepada orang kafir, bahkan kepada binatang. Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda :&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Demi Dzat yang diriku ada di tanganNya, sesungguhnya Allah tidak akan menurunkan kasih sayangnya kecuali kepada orang yang mempunyai sikap kasih sayang kepada sesama yang lain”.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sahabat berkata : “ Ya Rasulullah, kami sudah saling berkasih sayang”.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah melanjutkan :” Bukanlah kasih sayang hanya kepada diri sendiri, atau kepada istri dan keluarga, tetapi kash sayang kepada seluruh umat muslimin”. (hadist riwayat Tarmidzi).&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dari hadist ini diharapkan umat Islam tidak hanya sayang kepada dirinya, istrinya, kelompoknya saja tetapi kepada seluruh manusia. Oleh sebab itu dalam hadist yang lain Rasulullah SAW bersabda :&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;“Abu Musa Asyari menceritakan bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda :”Tidaklah kamu semua beriman sebelum kamu saling berkasih sayang”.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sahabat berkata :”Ya Rasulullah, kami sudah saling sayang-menyanyangi”. Rasulullah melanjutkan “Kasih sayang yang dimaksudkan bukan hanya sebatas antara kawan dan kelompok, tetapi kepada semua orang”. (hadist riwayat Thabrani)&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Dalam sejarah rasul, banyak kisah kasih sayang kepada sesama kepada sesama muslim, juga pada orang kafir dan hewan, antara lain :&lt;/p&gt;    &lt;ol&gt;     &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Tatkala Tsumamah bin Asal memeluk Islam, dia bersumpah untuk tidak mengirimkan sebiji gandumpun dari Yamamah kepada penduduk Makkah sebelum memperoleh izin dari Rasulullah. Tsumamah melakukannya sebagai tindakan terhadap sikap orang kafir Makkah kepada Rasulullah dan orang yang beriman, sehingga masyarakat Makkah kekurangan gandum. Orang kafir Quraisy Makkah mengirim surat kepada Rasulullah menceritakan larangan gandum tersebut, dan Rasulullah segera mengirim surat kepada Tsumamah agar membiarkan kaumnya membawa sesuatu ke Makkah. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Ketika Rasulullah diusir dari negeri Thaif, ada orang berkata kepada beliau :”Ya Rasulullah, berdoalah untuk kebinasaan masyarakat Thaif”. Rasulullah SAW berkata : Ya Allah berikanlah petunjuk pada penduduk Thaif&amp;#160; dan bawa mereka ke jalan yang benar”. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Ketika perang Hunain Rasulullah melihat ramai orang berkumpul melihat jenazah seorang perempuan yang dibunuh oleh Khalid bin Walid, maka Rasulullah bertanya :Ada apa ini…? Sahabat menjawab :”Ini adalah perempuan yang mati dibunuh oleh Khalid bin Walid”. Rasulullah segera berkata kepada sahabatnya: carilah Khalid dan katakan kepadanya bahwa Rasulullah melarang seseorang membunuh anak-anak, kaum perempuan atau hamba sahaya”. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Sewaktu terjadi perang Badar dan sahabat sedang membagi-bagi tawanan perang maka Rasulullah berkata :’’Aku wasiatkan kepadamu sekalian agar memperlakukan semua tawanan dengan baik”. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Dalam suatu peperangan, ada seorang kafir musryik akan membunuh nabi dengan pedangnya, dan berkata kepada Rasulullah: Siapakah yang dapat memelihara kamu dari pedangku ini? Rasulullah menjawab :”Allah”. Tiba-tiba pedang jatuh dan Rasulullah mengambil pedang tersebut dan berkata kepada orang itu:”Sekarang, siapakah yang dapat menjagamu dari pedang ini? Orang itu menjawab:Silahkan tuan mengambil jiwa saya dengan baik”. Rasulullah berkata:”Ucapkanlah Asyhadu anla ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah”. Orang itu menjawab:”Tidak, saya tidak dapat mengucapkannya, tetapi saya berjanji untuk tidak memerangi tuan dan tidak akan mmbantu kelompok yang memerangi tuan”. Dengan rasa kasih sayang, Rasulullah melepaskan orang itu kembali kepada kaumnya. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Seorang perempuan yang menjadi tawanan perang menghadap Rasulullah kemudian beliau bertanya:”Siapakah engkau…? Perempuan itu menjawab bahwa dirinya adalah anak Hatim yang dermawan. Kemudian Rasulullah SAW berkata:”Kasihanilah pemimpin kaum yang telah hina dan kasihanilah seorang cerdik pandai yang hilang di kalangan orang yang bodoh”. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Asma binti Abubakar datang menghadap Rasulullah dan berkata: Ibuku yang telah diceraikan ayahkku (Abubakar) ketika jahiliyah datang membawa hadiah minyak samin, dan kismis. Aku menolaknya untuk masuk ke rumah dan menolak hadiahnya, lalu aku mengutus seseorang kepada Rasulullah untuk bertanya pendapatnya tentang sikapku tersebut, maka Rasulullah menyuruhku untuk mengizinkan ibuku masuk dan berbuat baik kepadanya sehingga turun ayat al Mumtahanah (60):8-9. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;   &lt;/ol&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sikap Rasulullah terhadap hewan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;ol&gt;     &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Rasulullah memakan kurma muda di tangan kanan dan menaruh bijinya di tangan kiri. Tiba-tiba datang seekor kambing, lalu Rasul memanggil kambing tersebut dan memberinya biji kurma yang ada di tangan kiri beliau, sedangkan beliau sediri tetap makan dengan tangna kanannya. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Rasulullah suka memakan daging burung hasil berburu, walaupun Rasulullah sendiri tidak pernah ikut berburu. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Dalam perjalanan dari Madinah ke Makkah pada tahun Fath Makkah, Rasulullah melihat seekor anjing di tepi jalan yang ada sumurnya. Anjing itu merayu anaknya agar menyusu. Rasulullah segera memerintahkan sahabatnya untuk menjaga anjing yang sedang menyusu anaknya tersebut agar tidak diganggu oleh seorangpun dari tentara kaum muslimin yang akan lewat jalan tersebut. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Rasulullah melihat seekor keledai yang memiliki tanda badannya yang dibuat dari besi panas, maka Rasulullah melarang sahabatnya untuk memberi tanda atau memukul muka hewan. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Junadh bin Jaradh berkata: Aku mengirim unta yang telah aku beri tanda di hidungnya kepada Rasulullah. Baginda berkata:”Apakah kamu tidak dapat membuat tanda selain di muka…? Ingatkah kamu akan menghadapi hukuman qishas? Aku menjawab: Semua itu terserah tuan Ya Rasulullah”. Rasulullah kemudian berkata: Berilah aku unta yang belum diberi tanda. Lalu aku membawa unta yang belum diberi tanda dan meletakkan besi untuk membuat tanda di lehernya. Rasulullah berkata: Kebelakang sedikit, belakang sedikit, sampai ke pahanya. Buatlah tanda di paha ini dengna berkata Allah”. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Aisyah bersama Rasulullah menaiki unta yang susah dikendalikan. Aisyah pun membelok-belokkan unta itu kekanan kekiri. Rasulullah berkata kepada Aisyah:”Hai Aisyah, bersikap lemah lembutlah, sesungguhnya lemah lembut dalam segala hal akan menambah kebaikan, dan sesuatu yang tidak ada lemah lembut akan menjadi buruk”. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Dalam sebuah perjalanan, Rasulullah dan sahabatnya melihat seekor burung bersama dengan dua anaknya. Salah seorang sahabat mengambil ssalah satu anak burung tersebut, dan sewaktu Rasulullah mengetahui hal demikian, beliau bersabda: Siapakah yang mengganggu burung ini dengan anaknya? Kembalikan anak burung tersebut kepada induknya”. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Rasulullah bersabda : Apabila kamu mengendarai hewan, maka berikanlah haknya dan jangan kamu berbuat dan berlaku seperti syetan”. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Rasulullah melarang menyembelih hewan dengan caa yang menyakitkan, sehingga jika seseorang akan menyembelih hewan maka beliau menyuruh untuk menyembelihnya dengan pisau yang tajam. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;   &lt;/ol&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sikap Rasulullah terhadap hamba sahaya dan pembantu.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;ol&gt;     &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Anas bin Malik diutus untuk suatu keperluan, tetapi dia terlambat, maka Rasulullah mengikutinya. Ternyata Anas bin Malik sedang bermain dengan budak-budak, Rasulullah segera menghampirinya dan berkata: Wahai Anas pergilah ke tempat yang aku perintahkan. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;       &lt;div align="justify"&gt;Pembantu Abu Dzar memakai pakaian yang sama dengan Abu Dzardan sewaktu orang bertanya kepadanya apa sebab demikian, maka Abu Dzar menjawab bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda:”Budak-budak itu adalah saudaramu, mereka dijadikan dibawah kekuasaanmu. Siapa yang saudaranya dibawah kekuasaannya hendaklah ia memberi makan dengan apa yang dia makan, dan memberi pakaian dengan apa yang dia pakai, dan janganlah mereka disuruh bekerja diluar batas kemamuannya, dan apabila mereka diperintahkan bekerja, maka bantulah mereka”. &lt;/div&gt;     &lt;/li&gt;   &lt;/ol&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Demikianlah sikap kasih sayang Rasulullah kepada semua makhluk, sehingga keberadaan beliau memang menjadi rahmat bagi sekalian alam. Semoga kita dapat mencontoh sikap kasih sayang beliau sebagai umat yang teladan. Fa’tabaru YaUlil albab.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber : M. Arifin Ismail MA.MPhil&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Diedit oleh : Agus Wahyudi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-111633018810251896?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/111633018810251896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/05/kasih-sayang-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/111633018810251896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/111633018810251896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/05/kasih-sayang-rasulullah.html' title='Kasih Sayang Rasulullah'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-6276160469296890584</id><published>2009-04-27T19:40:00.001+07:00</published><updated>2009-04-27T19:40:04.379+07:00</updated><title type='text'>Mulianya Memaafkan ِ</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Oleh : &lt;a href="http://www.pesantrenvirtual.com" target="_blank"&gt;Ustadz Agus Handoko&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:    &lt;br /&gt;خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ     &lt;br /&gt;Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al-A'raf 7:199)     &lt;br /&gt;Dalam ayat lain Allah berfirman:     &lt;br /&gt;وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ     &lt;br /&gt;&amp;quot;...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.&amp;quot; (QS. An Nuur, 24:22)     &lt;br /&gt;Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:     &lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ     &lt;br /&gt;... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)     &lt;br /&gt;Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an :     &lt;br /&gt;الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ     &lt;br /&gt;&amp;quot;Yaitu orang2 yang menginfakkan hartanya ketika lapang dan sempit dan menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.&amp;quot; (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)     &lt;br /&gt;Menurut Harun Yahya Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.     &lt;br /&gt;Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.     &lt;br /&gt;Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.     &lt;br /&gt;Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang     &lt;br /&gt;Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:     &lt;br /&gt;Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.     &lt;br /&gt;Sebuah tulisan berjudul &amp;quot;Forgiveness&amp;quot; [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.     &lt;br /&gt;Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.     &lt;br /&gt;Mulai saat inilah tidak ada kata terlambat bagi kita untuk selalu introspeksi diri, sejauh mana dada dan hati kita memaafkan kesalahan orang lain atau meminta maaf atas segala kesalahan kita. Hindari sikap egoisme dalam diri yang membuat setiap manusia lupa akan hakikat jati dirinya. Karena manusia yang besar adalah manusia yang dapat mengendalikan hawa nafsunya, tidak mudah marah, lapang dada dan hatinya serta selalu mementingkan kemaslahatan umma.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di edit oleh &lt;a href="http://karepedw.wordpress.com/about/" target="_blank"&gt;Agus Wahyudi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-6276160469296890584?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/6276160469296890584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/04/mulianya-memaafkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/6276160469296890584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/6276160469296890584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/04/mulianya-memaafkan.html' title='Mulianya Memaafkan ِ'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-3325535118167436458</id><published>2009-04-27T19:29:00.001+07:00</published><updated>2009-04-27T19:29:02.562+07:00</updated><title type='text'>Jagalah Mata, Jagalah Hati</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Oleh &lt;a href="http://www.pesantrenvirtual.com" target="_blank"&gt;Ustadz Nur Rahim Yunus, LC&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Mata memiliki kenikmatan pandangan dan hati memiliki kenikmatan pencapaian. Keduanya merupakan sekutu yang mesra dalam setiap tindakan dan amal perbuatan manusia, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain.   &lt;br /&gt;Ketika seseorang memiliki niat untuk melakukan sesuatu yang muncul dari dalam hati, maka dia memerlukan mata sebagai penuntunnya. Untuk melihat, mengamati, dan kemudian otak ikut bekerja untuk mengambil keputusan.    &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Bila seseorang memiliki niat untuk melakukan amal yang baik, maka mata menuntunnya kearah yang baik pula. Dan bila seseorang berniat melakukan suatu perbuatan yang tidak baik, maka mata akan menuntunnya kearah yang tidak baik pula.     &lt;br /&gt;Sebaliknya bisa pula terjadi, ketika mata melihat sesuatu yang menarik, lalu melahirkan niatan untuk memperoleh kenikmatan dari hal yang dilihatnya, maka hati akan mendorong mata untuk menjelajah lebih jauh lagi, agar dia memperoleh kepuasan dalam memandangnya. Sehingga Allah SWT memberikan kepada kita semua rambu-rambu yang sangat antisipatif, yaitu perintah untuk menundukkan pandangan. Dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 30-31 Allah swt berfirman:&amp;#160; &lt;br /&gt;Artinya: &amp;quot;Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: &amp;quot;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat&amp;quot;.    &lt;br /&gt;&amp;quot;Katakanlah kepada wanita yang beriman: &amp;quot;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. &amp;quot; (QS. An Nuur: 30-31).    &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Demikianlah hal yang terjadi, sehingga ketika manusia terpuruk dalam kesesatan, maka terjadilah dialog antara mata dan hati, seperti yang dituturkan oleh seorang ulama besar Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah dalam bukunya &amp;quot;Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu&amp;quot;.    &lt;br /&gt;Hati berkata kepada Mata: “Kaulah yang telah menyeretku kepada kebinasaan dan mengakibatkan penyesalan karena aku mengikutimu beberapa saat saja. Kau lemparkan kerlingan matamu ke taman itu, kau mencari kesembuhan dari kebun yang tidak sehat, kau salahi firman Allah, &amp;quot;Hendaklah mereka menahan pandangannya&amp;quot; (An-Nur 30), dan kau salahi sabda Rasulullah Saw yang artinya, &amp;quot;Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah Iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada Allah Azza wa Jalla, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya, yang akan didapati kelezatannya di dalam hatinya&amp;quot;. (H.R. Ahmad)”.     &lt;br /&gt;Kemudian mata menjawab dan menyanggah perkataan hati.    &lt;br /&gt;Mata berkata: “Kau zhalimi aku sejak awal hingga akhir. Kau kukuhkan dosaku lahir dan batin. Padahal aku hanyalah utusanmu yang selalu taat dan penuntun yang menunjukkan jalan kepadamu. Engkau adalah raja yang ditaati. Sedangkan kami hanyalah rakyat dan pengikut. Untuk memenuhi kebutuhanmu, kau naikkan aku ke atas kuda yang binal, disertai ancaman dan peringatan. Jika kau suruh aku untuk menutup pintuku dan menjulurkan hijabku, dengan senang hati akan kuturuti perintah itu. Jika engkau memaksakan diri untuk menggembala di kebun yang dipagari dan engkau mengirimku untuk berburu di tempat yang dipasangi jebakan, tentu engkau akan menjadi tawanan yang sebelumnya engkau adalah seorang pemimpin, engkau menjadi budak yang sebelumnya engkau adalah tuan. Yang demikian itu karena pemimpin manusia dan hakim yang paling adil, Rasulullah Saw, telah membuat keputusan bagiku atas dirimu, dengan bersabda:    &lt;br /&gt;&amp;quot;Sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal darah. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik pula, dan jika ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal darah itu adalah hati.&amp;quot; (H.R. Bukhori Muslim).    &lt;br /&gt;Abu Hurairah Ra. Berkata, &amp;quot;Hati adalah raja dan seluruh anggota tubuh adalah pasukannya. Jika rajanya baik, maka baik pula pasukannya. Jika raja buruk, buruk pula pasukannya&amp;quot;. Jika engkau dianugerahi pandangan, tentu engkau tahu bahwa rusaknya para pengikutmu adalah karena kerusakan dirimu (wahai hati), dan kebaikan mereka adalah karena kebaikanmu. Jika engkau rusak, rusak pula para pengikutmu. Lalu engkau lemparkan kesalahanmu kepada mata yang tak berdaya. Sumber bencana yang menimpamu adalah karena engkau tidak memiliki cinta kepada Allah, tidak menyukai dzikir kepada-Nya, tidak menyukai firman, ‘asma dan sifat-sifat-Nya. Engkau beralih kepada yang lain dan berpaling dari-Nya. Engkau berganti mencintai selain-Nya.”    &lt;br /&gt;Demikianlah, mata dan hati, sepasang sekutu yang sangat serasi. Bila mata digunakan dengan baik, dan hati dikendalikan dengan keimanan kepada Allah SWT, maka kerusakan dan kemungkaran dimuka bumi ini tak akan terjadi. Namun bila yang terjadi adalah sebaliknya, maka kerusakan dan bala bencanalah yang senantiasa menyapa kita.     &lt;br /&gt;Tentang menahan pandangan mata, Imam Ibn al-Qoyyim mengatakan dalam kitabnya, al-Jawab al Kafi hal. 129: “Pandangan mata adalah duta syahwat. Menjaga pandangan adalah pangkal penjagaan farj (kemaluan). Barang siapa melepas bebas pandangan matanya, berarti telah mengiring dirinya menuju lubang-lubang kehancuran.     &lt;br /&gt;Nabi saw bersabda:&amp;#160; &lt;br /&gt;Artinya: “Wahai Ali, janganlah engkau turutkan kilasan pandangan (pertama) dengan pandangan (berikutnya). Tidak mengapa untukmu kilasan awal pandangan.”    &lt;br /&gt;Maksud ‘kilasan’ awal pandangan adalah kilasan pandangan spontanitas yang terjadi tanpa kesengajaan” Imam Ibn Qoyyim mengatakan didalam musnad al-imam ahmad ibn hambal, tertera hadist dari Rasulullah saw:    &lt;br /&gt;“Pandangan mata itu laksana anak panah yang beracun dari anak panah-anak panah iblis”    &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Selanjutnya beliau (Imam Ibn Qoyyim) mengatakan: “Pandangan mata adalah pangkal segala bencana yang menimpa manusia, karena pandangan itu melahirkan detikan hati; detikan hati melahirkan pikiran melayang; pikiran melayang melahirkan nafsu birahi; nafsu birahi melahirkan hasrat; hasrat itu kemudian menguat sampai menjadi&amp;#160; tekad yang kuat. Karenanya, tidak boleh tidak, akan&amp;#160; terjadilah perbuatan, selagi tidak ada sesuatu hal yang menghalangi”. Oleh sebab itu, ada pujangga yang mengatakan: “Bersabar menahan pandangan mata adalah lebih mudah daripada bersabar terhadap pedihnya derita setelah pandangan itu”.    &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Karena itu sudah sewajarnya kita menahan pandangan mata dari memandang lelaki atau memandang wanita. Hendaklah kita tidak melihat gambar-gambar yang yang merangsang, yang dipancang di sebagian majalah atau digelar di layar televisi maupun video. Dengan itu, niscaya kita selamat dari dampak buruk. Berapa&amp;#160; banyak kilasan pandangan mata yang menyeret seseorang menuju penyesalan dan kegelisaan yang tak berujung. Gejolak api yang membara terjadi akibat percikan api yang dipandang kecil.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Oleh karena itu, sepatutnyalah kita sebagai manusia yang lemah selalu berdo’a dan memohon kepada Allah swt agar Ia selalu membimbing hati-hati kita, dan agar kita mampu membimbing hati-hati kita kejalan yang Ia ridhoi. Dan semoga kita mampu membawa dan menjaga amanah nikmat memandang, sehingga kita tidak menyalahi anugrah terbesar ini untuk melihat hal-hal yang tidak Ia ridhoi.    &lt;br /&gt;Ya Allah, bimbinglah kami, agar kami mampu mengendalikan hati kami dengan keimanan kepada-Mu, mengutamakan cinta kepada-Mu, dan tidak pernah berpaling dari-Mu.    &lt;br /&gt;Ya Allah, bimbinglah kami, agar kami mampu mengendalikan mata/ pandangan kami kearah yang Engkau ridhoi. Jauhkan kami dengannya menuju penglihatan dari pandangan-pandangan yang Engkau haramkan sehingga menyebabkan kami terjerumus kejurang maksiat..&amp;#160; &lt;br /&gt;Allaahumma ‘aafina fii badaninai, Allaahumma ‘aafina fii sam’ina, Allahumma ‘aafina fii qolbinaa, Allaahumma ‘aafina fii bashorina. Aamiin.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di edit oleh &lt;a href="http://karepedw.wordpress.com/about/" target="_blank"&gt;Agus Wahyudi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-3325535118167436458?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/3325535118167436458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/04/jagalah-mata-jagalah-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/3325535118167436458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/3325535118167436458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/04/jagalah-mata-jagalah-hati.html' title='Jagalah Mata, Jagalah Hati'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-4128192290946750474</id><published>2009-04-27T15:30:00.001+07:00</published><updated>2009-04-27T19:32:49.676+07:00</updated><title type='text'>Tafsir Surat Al-Fatihah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dalam AL-QUR’AN, surat Al-Fatihah tercatat sebagai surat ke 114, yang terdiri dari 7 ayat. Secara umum, ayat demi ayat serta surat demi surat yang ada dalam al-Qur’an memanglah penting. Ia tetap menjadi landasan spiritual yang urgen bagi setiap muslim. Keseluruhan huruf demi huruf yang ada dalam al-Qur’an menjadi pegangan teologis kaum muslimin yang tidak bisa ditawar lagi. Namun, secara spesifik, surat al-Fatihah memiliki banyak “kelebihan” dibanding dengan surat-surat lain. Atau, setidaknya, ia memiliki keistimewaan berbeda dibandingkan dengan keistimewaan surat lain. Sekedar menyebut salah satu keistimewaan surat al-Fatihah adalah bahwa ia merupakan satu-satunya surat yang wajib dibaca saat seorang muslim melakukan shalat — dan shalat sendiri merupakan satu-satunya format ibadah vertikal yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Nabi Muhammad Saw bahkan bersabda bahwa shalat seorang muslim tidak sah jika tidak membaca surat al-Fatihah (Lâ sholâta liman lam yaqra’ bi-fâtihatil Kitâbi). Dalam kesempatan lain, Nabi Saw juga menyatakan bahwa al-Fatihah merupakan induk al-Qur’an (Ummul-Qur’ân). Masih banyak lagi maqôlah atau dedhawuhan Nabi Muhammad Saw yang, intinya, menegaskan kelebihan surat al-Fatihah dibanding surat-surat lain dalam al-Qur’an.    &lt;br /&gt;Mengapa surat al-Fatihah begitu urgen dan exclusive? Jika ditinjau dari sisi contains, materi yang dibicarakan — atau tepatnya dinasehatkan — dalam surat al-Fatihah ternyata sangatlah penting, khususnya bagi proses rekonstruksi teologi kaum muslimin atau bahkan manusia keseluruhannya. Berikut ini sedikit keterangan materi surat al-Fatihah dari ayat per ayat. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;[&lt;strong&gt;1] Bismillâhirrahmânirrahîm. “Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.      &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ayat pertama ini menegaskan pentingnya penyebutan atau tepatnya pengakuan manusia atas kuasa Tuhan, atas keesaan-Nya dan atas segala kebesarann-Nya. Manusia diajarkan — dan diharuskan — mengakui ke-Maha Pemurah-an Tuhan dan ke-Maha Penyayang-an-Nya. Di sini,     &lt;br /&gt;pengakuan-pengakuan itu merupakan harga mati atas setiap manusia. Jadi, ayat ini bukan sekedar mengajarkan ‘penyebutan’ unsich atas [nama] Tuhan, melainkan deklarasi atas kebesaran-Nya, yang pada ayat itu direpresentasikan melalui lafadz&amp;#160; ar-rahmân dan ar-rahîm.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;[2] Alhamdulillâhi Rabbil ‘Âlamîn. “Segala puji bagi Tuhan, [yaitu] Tuhan bagi semesta alam”.&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah manusia mengakui segala kebesaran Tuhan, maka pada ayat kedua ini Tuhan melalui surat al-Fatihah menasehatkan manusia supaya melakukan pendekatan pribadi kepada-Nya, yaitu dengan cara memuji-Nya. Ini adalah langkah pertama yang harus dilakukan manusia setelah ia menegaskan pengakuan tadi. Sebenarnya, kebesaran Tuhan tidaklah berkurang tanpa    &lt;br /&gt;pujian manusia dan segenap makhluk, dan kebesaran-Nya pun tidak pula bertambah dengan adanya pujian-pujian itu. Dengan demikian, ayat ini sebenarnya lebih menekankan kepada pengajaran [at-Ta’lîm] dan pendidikan [at-Tarbiyah] kepada manusia bagaimana dia berkomunikasi dengan Tuhan yang telah dikenalnya tadi. Pujian kepada Tuhan bukan tanpa sebab. Ia adalah pujian atas seluruh kenikmatan yang telah diterima manusia. Kenikmatan terbesar dari Tuhan kepada manusia, pada titik ini, adalah kenikmatan berupa pengetahuan manusia atas Tuhannya. Ia bukan kenikmatan dalam arti sempit seperti limpahan rezeki material dan semacamnya. Pada saat seorang hamba membaca ayat ini, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan hamida-nî ‘abdî, hambaku telah memujiku. Masih menurut Nabi Muhammad Saw, pada saat hamba mengucapkan     &lt;br /&gt;ayat ini, maka itu berarti hamba tersebut bersyukur kepada Tuhan, sehingga Tuhan pun akan menambahi rezeki.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;[3] Arrahmânirrahîm. “[Tuhan] Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pengulangan pujian ini untuk sebuah penegasan. Ar-Rahmân bermakna [Tuhan] yang Maha Pemurah, atau Pengasih. Dia mengasihi seluruh makhluk yang ada di dunia, baik yang beriman atau yang bukan. Sedangkan ar-Rahîm bermakna mengasihi seluruh orang-orang yang beriman kelak di akhirat. Pada saat seorang hamba membaca ayat ini, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan atsnâ ‘alayya ‘abdî, hambaku telah memuji kepadaku. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;[4] Mâliki Yawmiddîn. “[Tuhan] Yang menguasai hari kiamat”.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pengakuan sekaligus juga pujian, bahwa hanya Tuhanlah yang berkuasa pada hari kiamat. Ini merupakan pujian ketiga berturut-turut, dan begitulah pendidikan dari Tuhan kepada manusia.    &lt;br /&gt;Pada saat seorang hamba membaca ayat ini, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan majida-nî ‘abdî, hambaku telah memujiku.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;[5] Iyyâka Na’budu... “Hanya Engkaulah yang kami sembah”...&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah Tuhan mengajarkan manusia untuk melakukan pendekatan dengan memuji-Nya, maka pada ayat kelima ini Tuhan memberikan pendidikan baru : yaitu, setelah manusia melakukan puja dan puji kepada Tuhan, manusia meneguhkan diri dengan melakukan deklarasi untuk secara konsisten menyembah kepada-Nya. Pada ayat di atas, Tuhan menggunakan kalimat Iyyâka Na’budu, yang berarti Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan bukan kalimat Na’budu-Ka, yang berarti Kami menyembah kepada-Mu. Pada kalimat pertama secara jelas menegasikan seluruh hal dan hanya menyembah Tuhan, sedangkan kalimat kedua bisa bermakna Kami menyembah kepada-Mu, tapi juga mengagungkan yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;[5] wa Iyyâka Nasta’în. “…dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah mengajari manusia tentang metode pendekatan terhadap Tuhan, beberapa pujian serta penegasan tentang sesembahan, barulah Tuhan mengajarkan bahwa setelah manusia melakukan hal itu semua, maka manusia diberi “kesempatan” untuk meminta pertolongan dan perlindungan. Dan pertolongan serta permintaan itu dilakukan manusia hanya ditujukan kepada Tuhan, bukan yang lain. Maka tepatlah kalau Tuhan menggunakan kalimat wa Iyyâka Nasta’în, yang berarti dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Pada saat seorang hamba membaca ayat kelima ini, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan hadza baynî wa bayna ‘abdî, wa li-‘abdî mâ sa-ala, ini adalah [urusan] antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku, [kuberikan] apapun yang dia minta.    &lt;br /&gt;Sampai pada ayat ini, kita sebenarnya sudah bisa menangkap sebagian falsafah dari surat al-Fatihah. Ringkasnya, hingga ayat ke 5 ini, adalah sebagai berikut :     &lt;br /&gt;[i] manusia hendaklah mengenal Tuhannya, dan menjadikan Tuhannya sebagai satu-satunya elemen penting dalam melakukan sesuatu.     &lt;br /&gt;[ii] manusia hendaklah melakukan pujian-pujian terhadap Tuhannya. Ia tentu bukan bermakna sekedar pujian secara oral, melainkan meliputi juga pengakuan penuh dari lubuk qalbu manusia atas segala kebesaran dan keagungan Tuhan. Pujian-pujian itu merupakan alat untuk melakukan pendekatan-pendekatan.     &lt;br /&gt;[iii] setelah melakukan pujian-pujian, manusia meneguhkan diri bahwa kepada Tuhan-lah ia menyembah, dan sama sekali tidak melakukan sesembahan atau pengagungan kepada yang lain.     &lt;br /&gt;[iv] setelah mengenal Tuhannya, melakukan pujian dan pendekatan-pendekatan, serta peneguhan ketuhanan sang Tuhan, maka manusia menyatakan diri bahwa hanya kepada-Nya pula para manusia melakukan permintaan dan pertolongan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[6] Ihdinas-Shirâthal Mustaqîm. “Tunjukilah kami jalan yang lurus”,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pengajaran Tuhan selanjutnya ; manusia tidak bisa berbuat sombong, oleh karenanya ia diajarkan untuk selalu memohon dan meminta, yang dalam hal ini adalah permintaan untuk sebuah kebenaran. Dan hanya kepada Tuhan sajalah manusia itu memohon kebenaran. Makna kebenaran atau jalan yang lurus di sini tentulah tidak sederhana, namun ia disimplifikasi pada ayat berikutnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;[7] Shirâthalladzîna An’amta ‘Alayhim Ghoyril-Maghdhûbi ‘Alayhim walâdh-Dhôllîn. “(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kenikmatan Tuhan hanyalah diberikan kepada orang-orang yang Dia kehendaki, dan itu bukanlah kepada orang-orang yang dimurkai dan yang memilih jalan sendiri. Abdullah ibn Abbas menyebutkan bahwa orang-orang yang telah dianugerahi kenikmatan oleh Tuhan, di antaranya, adalah para nabi dan orang-orang yang saleh, orang yang bersih jiwanya. Pada saat seorang hamba membaca ayat keenam dan ketujuh, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan — sama dengan pada ayat kelima — hadza baynî wa bayna ‘abdî, wa li-‘abdî mâ sa-ala, ini adalah [urusan] antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku, [kuberikan] apapun yang dia minta.    &lt;br /&gt;***     &lt;br /&gt;Demikianlah sekilas keterangan dari surat al-Fatihah. Semoga bermanfaat.     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.pesantrenvirtual.com" target="_blank"&gt;M. LUTHFI THOMAFI&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Edited by &lt;a href="http:////karepedw.wordpress.com/about/" target="_blank"&gt;Agus Wahyudi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-4128192290946750474?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/4128192290946750474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/04/tafsir-surat-al-fatihah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/4128192290946750474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/4128192290946750474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/04/tafsir-surat-al-fatihah.html' title='Tafsir Surat Al-Fatihah'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-2534113673621991237</id><published>2009-04-05T20:25:00.001+07:00</published><updated>2009-04-05T20:25:25.297+07:00</updated><title type='text'>Dahsyatnya Shalawat</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://agussind.blogspot.com/2009/04/dahsyatnya-shalawat.html";digg_title = "Dahsyatnya Shalawat";digg_bgcolor = "#FFFFFF";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;By Agus Wahyudi&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada empat perbuatan ringan yang apabila kita lakukan, maka kita termasuk golongan orang yang tidak terpuji:    &lt;br /&gt;1. Seseorang yang membuang air kecil sambil berdiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti apa yang diucapkan muadzin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Seseorang yang apabila mendengar nama Nabi Muhammad Saw disebut, tetapi tidak membacakan shalawat atasnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabda Nabi Muhammad Saw&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;“Empat perbuatan termasuk perbuatan yang tidak terpuji, yaitu (1)&amp;#160; bila seseorang buang air kecil sambil berdiri, (2) seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, (3). Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti yang diucapkan muadzin, (4) seseorang yang apabila mendengar namaku disebut, tetapi ia tidak membacakan shalawat     &lt;br /&gt;atasku. (HR. Bazzar dan Tabhrani)     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam ibadah sehari-hari, sebenarnya ada sebuah perbuatan ringan yang apabila kita lakukan mendatangkan akibat yang maha dahsyat, dan apabila kita tinggalkan maka kita termasuk golongan orang yang tidak berbalas budi.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Pada saat kita telah diberi bantuan oleh orang lain, sudahlah pasti akan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atau mungkin mengucapkan doa untuk kebaikannya. Begitu pula dengan Rasulullah Saw yang telah mengeluarkan kita dari lembah kegelapan menuju alam terang benderang, maka sudahlah pantas bagi kita untuk selalu mengucapkan sholawat dan salam atas beliau, sebagai ungkapan rasa terima kasih dan kecintaan kita atas segala jasa dan perjuangan yang tak tertandingi di alam jagad ini.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam ibadah-ibadah lain, Allah Swt memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk mengerjakannya, namun khusus dalam perintah membaca shalawat, Allah Swt menyebutkan bahwa Allah sendiri bershalawat atasnya, kemudian memerintahkan kepada malaikatNya, baru kemudian pada orang-orang yang beriman untuk bershalawat atasnya. Dengan hal ini semakin menunjukkan bahwasanya melakukan shalawat atas Nabi muhammad saw, tidak cuma sekedar     &lt;br /&gt;ungkapan terima kasih, tetapi ia juga menjadi ibadah yang utama.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Bila kita ingin mengetahui bahwa shalawat termasuk ibadah yang utama, maka perhatikan dan renungkan firman Allah Swt dalam Al-Quran:     &lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya, bershalawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya”. (&lt;strong&gt;QS. Al-Ahzab 56&lt;/strong&gt;).     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dari ayat tersebut kita mengetahui, Allah Swt saja sang Pencipta jagad raya dan mahkluk seluruh dunia termasuk diri kita yang kecil ini, mau bershalawat terhadap Nabi Muhammad Saw, dan juga para malaikat yang telah dijamin tak akan berbuat kesalahan turut bershalawat terhadap nabi, mengapa diri kita yang telah diselamatkan beliau masih melupakan ibadah yang teramat mulia ini. Sesungguhnya perbuatan seseorang menunjukkan pada perangai dirinya.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Shalawat adalah sebuah ibadah yang tidak berbatas alam, jarak ataupun waktu. Artinya bila diucapkan maka akan menembus alam langit yang sangat jauh, didengar para malaikat, lalu turut menyampaikan doa bagi manusia yang mengucapkannya, dan menembus Alam kubur menyampaikan salam yang diucapkan manusia kepada Nabi Muhammad Saw.     &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nabi Saw bersabda&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;“Tidak ada salah seorang di antara kamu yang mengucapkan salam kepadaku sesudah aku mati melainkan malaikat jibril datang kepadaku seraya mengucapkan: ‘wahai Muhammad, ini Fulan bin Fulan mengucapkan salam untukmu, maka aku menjawab: “dan atasnya salam dan rahmat serta berkah dari Allah Swt”. (HR. Abu Daud)     &lt;br /&gt;Lalu apa fadhilah mengucapkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw?     &lt;br /&gt;Ada beberapa riwayat dari hadist Rasulullah Saw, Atsar sahabat Radiallahu anhum dan pengalaman beberapa ulama yang mengisyaratkan imbalan bagi mereka yang mau bershalawat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160; &lt;br /&gt;1). &lt;strong&gt;Shalawat membersihkan dosa&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sabda Nabi Saw&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;“bacalah shalawat atasku karena sesungguhnya shalawat atasku membersihkan dosa-dosamu, dan mintalah kepada Allah Swt untukku wasilah”. Para sahabat bertanya: “apakah wasilah itu?” beliau menjawab: “derajat yang paling tinggi di sorga yang hanya seorang saja yang akan memperolehnya dan aku berharap semoga akulah orang yang memperolehnya”. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2). &lt;strong&gt;Shalawat berpahala sepuluh rahmat Allah dan menghapus sepuluh kesalahan&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sabda Nabi Saw&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;”baca shalawat atasku satu shalawat maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannya” (HR. Nasai) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3). &lt;strong&gt;Dikabulkan hajat di dunia dan akhirat &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sabda beliau Saw&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;“barangsiapa yang membacakan shalawat untukku pada suatu hari seratus kali, maka Allah akan memenuhi seratus hajatnya, 70 di antaranya nanti di akhirat dan 30 di dunia. (Kitab Jam’ul Jawami’, Hal:796) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4). &lt;strong&gt;Terangkatnya derajat manusia&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sabda beliau Saw&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;“barangsiapa di antara umatku yang membacakan shalawat atasku satu kali dengan ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah menurunkan sepuluh rahmat kepadanya, mengangkat sepuluh derajat kepadanya, dan menghapus sepuluh kesalahan”. (HR. Nasai) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5). &lt;strong&gt;Menjadikan doa cepat terkabul&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bahwasanya Umar bin Khattab Ra berkata: “Saya mendengar bahwa doa itu ditahan diantara langit dan bumi, tidak akan dapat naik, sehingga dibacakan shalawat atas nabi Muhammad Saw”. (Atsar Hasan, Riwayat Tirmidzi)    &lt;br /&gt;Ada sebuah cerita, bahwasanya ulama besar Sufyan ats Tsauri sedang thawaf mengelilingi ka’bah dan melihat seseorang yang setiap kali mengangkat kaki dan menurunkannya senantiasa membaca shalawat atas nabi. Sufyan bertanya: “Sesungguhnya engkau telah telah tinggalkan tasbih dan tahlil, sedang engkau hanya melakukan shalawat atas Nabi. Apakah ada bagimu landasan yang khusus? Orang itu menjawab: “Siapakah engkau? Semoga Allah mengampunimu. Sufyan menjawab: “Saya adalah sufyan ats-tsauri”. Orang itu berkata: “seandainya kamu bukanlah orang yang istimewa di masamu ini niscaya saya tidak akan memberitahukan masalah     &lt;br /&gt;ini dan menunjukkan rahasiaku ini”.     &lt;br /&gt;Kemudian orang itu berkata kepada sufyan: “sewaktu saya mengerjakan haji bersama ayahku, dan ketika berada di dekat kepalanya ayahku meninggal dan mukanya tampak hitam, lalu saya mengucapkan “innalillah wa inna ilahi rajiun” dan saya menutup mukanya dengan kain. Kemudian saya tertidur dan bermimpi, dimana saya melihat ada orang yang sangat tampan, sangat bersih dan mengusap muka ayahku, lalu muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih. Saat orang yang tampan itu akan pergi, lantas saya pegang pakaiannya sambil bertanya: “wahai hamba Allah siapakah engkau? Bagaimana lantaran kamu Allah menjadikan muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih di tempat yang istimewa ini?. Orang itu menjawab:     &lt;br /&gt;“apakah kamu tidak mengenal aku? Aku adalah Muhammad bin Abdullah yang membawa al-Quran. Sesungguhnya ayahmu itu termasuk orang yang melampaui batas (banyak dosanya) akan tetapi ia banyak membaca shalawat atasku. Ketika ia berada dalam suasana yang demikian, ia meminta pertolongan kepadaku, maka akupun memberi pertolongan kepadanya, karena aku suka memberi pertolongan kepada orang yang banyak memperbanyak shalawat atasku”. Setelah itu saya terbangun dari tidur, dan saya lihat muka ayahku berubah menjadi putih. (Dari Kitab: Tanbihun Ghofilin, as-Samarqhondi, hal: 261)     &lt;br /&gt;Begitu dahsyatnya balasan shawalat terhadap Nabi Saw. sehingga bagi siapapun yang mengucapkannya akan melibatkan Allah, para malaikat dan Nabi Muhammad Saw langsung membalasnya, tidak cuma balasan pahala, imbalan atau keselamatan di akhirat, tetapi juga mendapat syafaat dari Nabi Muhammad Saw.     &lt;br /&gt;Orang yang mendengar shalawat atas nabi, tetapi tidak menjawabnya lalu ia meninggal dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari RahmatNya.     &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabda Nabi&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;“Jibril datang kepadaku dan berkata: “wahai Muhammad, barangsiapa yang mendapatkan bulan ramadhan namun ia tidak diampuni dosanya, lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah akan menjauhkan dari RahmatNya. Aku menjawab: “amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang masih bertemu dengan kedua orangtuanya atau salah satu diantaranya kemudian tidak berbuat baik pada orang tuanya, lalu mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku menjawab:     &lt;br /&gt;“Amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang disebutkan namamu (muhammad) namun ia tidak membacakan shalawat lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku mengucapkan “Amin”. (HR. Ibnu Hibban).     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Ucapkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw, disaat kita senggang, disaat akan menggubah posisi kegiatan kita, disaat kapanpun, dimanapun selagi kita mampu.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Jangan lupakan shalawat, karena bila kita lupa berarti kita telah melupakan seseorang yang telah menunjukkan kita kejalan yang lurus yaitu Nabi Muhammad Saw. bila kita telah melupakan shalawat berarti kita telah melupakan dan keliru dari jalan yang seharusnya kita tempuh menuju sorga.     &lt;br /&gt;“barangsiapa yang lupa membaca shawalat atasku, berarti ia telah keliru dari jalan ke sorga” (HR. Ibnu majah).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber&lt;/strong&gt; : Ustadz Abdul Rahim Yunus, MA&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-2534113673621991237?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/2534113673621991237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/04/dahsyatnya-shalawat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/2534113673621991237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/2534113673621991237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/04/dahsyatnya-shalawat.html' title='Dahsyatnya Shalawat'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-5056490472667838722</id><published>2009-03-29T19:57:00.001+07:00</published><updated>2009-03-29T19:57:15.904+07:00</updated><title type='text'>AL QURAN DAN ILMU PENGETAHUAN</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://agussind.blogspot.com/2009/03/al-quran-dan-ilmu-pengetahuan.html";digg_title = "AL QURAN DAN ILMU PENGETAHUAN";digg_bgcolor = "#FFFFFF";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;By Agus Wahyudi&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Chromosome&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak ilmuwan yang hebat yang telah membuktikan kebenaran Al-Quran melalui upaya menghubungkan keterkataitannya dengan ilmu pengetahuan. Ilmuwan-Ilmuwan tersebut seperti Gallileo (Bumi itu Bulat), Newton (Physics) dan Einstein (Relativitas).    &lt;br /&gt;Sebagai tambahan, ada pula Ilmuwan yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Alquran, dan rancang struktur tubuh manusia. Ilmuwan tersebut adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta kitab suci. Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA.     &lt;br /&gt;Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat Fushsilat yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada. Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi, dimana ayat tersebut menyatakan bahwa dalam tubuh manusia terdapat tanda-tanda (ayatinaa) secara jelas sebagai bukti kebesaran Allah. Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahma d Khan adalah kata &amp;quot;ayatinaa&amp;quot; yang memiliki makna &amp;quot;Ayat Allah&amp;quot;, dijelaskan oleh Allah bahwa tanda-tanda kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan ayat-ayat Allah AWT ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia. Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian dari gen manusia.     &lt;br /&gt;Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah. Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah SWT sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah SWT “apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan akal pikiran?”.     &lt;br /&gt;Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk dari rantai Kodon pada cromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Alquran.     &lt;br /&gt;Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama :     &lt;br /&gt;Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.     &lt;br /&gt;Dalam wawancara yang dikutip &amp;quot;Ummi&amp;quot; edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan &amp;quot;Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya, Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin.”     &lt;br /&gt;Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.     &lt;br /&gt;Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan &amp;quot;Semoga penerbitan buku saya &amp;quot;Alquran dan Genetik&amp;quot;, semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga non-muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama.” Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah untuk memfasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Syaraf      &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika.   &lt;br /&gt;Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisaa’ yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.   &lt;br /&gt;Dalam surat An-Nisaa’ tersebut antara lain Allah SWT akan menyiksa orang-orang kafir dengan jalan membakarnya. Namun, saat kulit mereka telah hangus, maka Allah akan menggantinya.   &lt;br /&gt;Mengapa Allah SWT mengganti kulit orang-orang kafir yang telah hangus saat dibakar?   &lt;br /&gt;Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global yaitu;   &lt;br /&gt;1. Epidermis   &lt;br /&gt;2. Dermis   &lt;br /&gt;3. Sub Cutis   &lt;br /&gt;Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus subcutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapat merasakan pedihnya azab Allah SWT tersebut.   &lt;br /&gt;Mahabesar Allah SWT yang telah menyisipkan firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb.   &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pembuktian kelautan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang pakar kelautan menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Al-Quran yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama ini. Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang sering muncul di televisi pada acara Discovery, ketika sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda kadar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur dengan air laut yang lainnya. Bertahun-tahun ia berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban misteri tersebut.    &lt;br /&gt;Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Alquran Surat Ar-Rahman dan surat Al-Furqon. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi pada muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara. Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam.     &lt;br /&gt;Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat memberikan gambaran pada kita bahwa ayat suci Al-Quran mampu menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi, Oceanografi, Keperawatan dan antariksa (baca &amp;quot;Jurnal Keperawatan Unpad&amp;quot; edisi 4, hal 64-70). Sebenarnya masih banyak ayat- ayat Al-Quran yang menerangkan fenomena evolution and genetic seperti QS As-Sajdah 4, QS al-A'raf 53, QS Yusuf 3, QS Hud 7, tetapi karena keterbatasan ruangan pada kolom ini, serta dengan segala keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki penulis, maka kepada Allah jualah hendaknya kita berharap dan hanya Allah SWT lah yang Maha luas dan Maha tinggi ilmunya. Wallahu a'lam&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sumber : Ardy Alumni Stiemara Manajemen Keuangan Angkatan 1994&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-5056490472667838722?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/5056490472667838722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/03/al-quran-dan-ilmu-pengetahuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/5056490472667838722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/5056490472667838722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/03/al-quran-dan-ilmu-pengetahuan.html' title='AL QURAN DAN ILMU PENGETAHUAN'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-1800637915467956952</id><published>2009-03-28T09:35:00.001+07:00</published><updated>2009-03-28T09:35:06.421+07:00</updated><title type='text'>Jagalah Mata, Jagalah Hati</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://agussind.blogspot.com/2009/03/jagalah-mata-jagalah-hati.html";digg_title = "Jagalah Mata, Jagalah Hati";digg_bgcolor = "#FFFFFF";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;By Agus Wahyudi&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Mata memiliki kenikmatan pandangan dan hati memiliki kenikmatan pencapaian. Keduanya merupakan sekutu yang mesra dalam setiap tindakan dan amal perbuatan manusia, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain.    &lt;br /&gt;Ketika seseorang memiliki niat untuk melakukan sesuatu yang muncul dari dalam hati, maka dia memerlukan mata sebagai penuntunnya. Untuk melihat, mengamati, dan kemudian otak ikut bekerja untuk mengambil keputusan.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Bila seseorang memiliki niat untuk melakukan amal yang baik, maka mata menuntunnya kearah yang baik pula. Dan bila seseorang berniat melakukan suatu perbuatan yang tidak baik, maka mata akan menuntunnya kearah yang tidak baik pula.     &lt;br /&gt;Sebaliknya bisa pula terjadi, ketika mata melihat sesuatu yang menarik, lalu melahirkan niatan untuk memperoleh kenikmatan dari hal yang dilihatnya, maka hati akan mendorong mata untuk menjelajah lebih jauh lagi, agar dia memperoleh kepuasan dalam memandangnya. Sehingga Allah SWT memberikan kepada kita semua rambu-rambu yang sangat antisipatif, yaitu perintah untuk menundukkan pandangan. Dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 30-31 Allah SWT berfirman:&amp;#160; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;quot;Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: &amp;quot;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat&amp;quot;.      &lt;br /&gt;&amp;quot;Katakanlah kepada wanita yang beriman: &amp;quot;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. &amp;quot;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(QS. An Nuur: 30-31).      &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Demikianlah hal yang terjadi, sehingga ketika manusia terpuruk dalam kesesatan, maka terjadilah dialog antara mata dan hati, seperti yang dituturkan oleh seorang ulama besar Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah dalam bukunya &amp;quot;Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu&amp;quot;.     &lt;br /&gt;Hati berkata kepada Mata: “Kaulah yang telah menyeretku kepada kebinasaan dan mengakibatkan penyesalan karena aku mengikutimu beberapa saat saja. Kau lemparkan kerlingan matamu ke taman itu, kau mencari kesembuhan dari kebun yang tidak sehat, kau salahi firman Allah, &amp;quot;Hendaklah mereka menahan pandangannya&amp;quot; (An-Nur 30), dan kau salahi sabda Rasulullah SAW yang artinya, &amp;quot;Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah Iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada Allah Azza wa Jalla, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya, yang akan didapati kelezatannya di dalam hatinya&amp;quot;. (H.R. Ahmad)”.     &lt;br /&gt;Kemudian mata menjawab dan menyanggah perkataan hati. Mata berkata: “Kau zhalimi aku sejak awal hingga akhir. Kau kukuhkan dosaku lahir dan batin. Padahal aku hanyalah utusanmu yang selalu taat dan penuntun yang menunjukkan jalan kepadamu. Engkau adalah raja yang ditaati. Sedangkan kami hanyalah rakyat dan pengikut. Untuk memenuhi kebutuhanmu, kau naikkan aku ke atas kuda yang binal, disertai ancaman dan peringatan. Jika kau suruh aku untuk menutup pintuku dan menjulurkan hijabku, dengan senang hati akan kuturuti perintah itu. Jika engkau memaksakan diri untuk menggembala di kebun yang dipagari dan engkau mengirimku untuk berburu di tempat yang dipasangi jebakan, tentu engkau akan menjadi tawanan yang sebelumnya engkau adalah seorang pemimpin, engkau menjadi budak yang sebelumnya engkau adalah tuan. Yang demikian itu karena pemimpin manusia dan hakim yang paling adil, Rasulullah Saw, telah membuat keputusan bagiku atas dirimu, dengan bersabda:&amp;#160;&amp;#160; &lt;br /&gt;&amp;quot;Sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal darah. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik pula, dan jika ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal darah itu adalah hati.&amp;quot; (H.R. Bukhori Muslim).     &lt;br /&gt;Abu Hurairah Ra. Berkata, &amp;quot;Hati adalah raja dan seluruh anggota tubuh adalah pasukannya. Jika rajanya baik, maka baik pula pasukannya. Jika raja buruk, buruk pula pasukannya&amp;quot;. Jika engkau dianugerahi pandangan, tentu engkau tahu bahwa rusaknya para pengikutmu adalah karena kerusakan dirimu (wahai hati), dan kebaikan mereka adalah karena kebaikanmu. Jika engkau rusak, rusak pula para pengikutmu. Lalu engkau lemparkan kesalahanmu kepada mata yang tak berdaya. Sumber bencana yang menimpamu adalah karena engkau tidak memiliki cinta kepada Allah, tidak menyukai dzikir kepada-Nya, tidak menyukai firman, ‘asma dan sifat-sifat-Nya. Engkau beralih kepada yang lain dan berpaling dari-Nya. Engkau berganti mencintai selain-Nya.”     &lt;br /&gt;Demikianlah, mata dan hati, sepasang sekutu yang sangat serasi. Bila mata digunakan dengan baik, dan hati dikendalikan dengan keimanan kepada Allah SWT, maka kerusakan dan kemungkaran dimuka bumi ini tak akan terjadi. Namun bila yang terjadi adalah sebaliknya, maka kerusakan dan bala bencanalah yang senantiasa menyapa kita.     &lt;br /&gt;Tentang menahan pandangan mata, Imam Ibn al-Qoyyim mengatakan dalam kitabnya, al-Jawab al Kafi hal. 129: “Pandangan mata adalah duta syahwat. Menjaga pandangan adalah pangkal penjagaan farj (kemaluan). Barang siapa melepas bebas pandangan matanya, berarti telah mengiring dirinya menuju lubang-lubang kehancuran.     &lt;br /&gt;Nabi saw bersabda:     &lt;br /&gt;“Wahai Ali, janganlah engkau turutkan kilasan pandangan (pertama) dengan pandangan (berikutnya). Tidak mengapa untukmu kilasan awal pandangan.”     &lt;br /&gt;Maksud ‘kilasan’ awal pandangan adalah kilasan pandangan spontanitas yang terjadi tanpa kesengajaan” Imam Ibn Qoyyim mengatakan didalam musnad al-imam ahmad ibn hambal, tertera hadist dari Rasulullah saw:     &lt;br /&gt;“Pandangan mata itu laksana anak panah yang beracun dari anak panah-anak panah iblis”     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Selanjutnya beliau (Imam Ibn Qoyyim) mengatakan: “Pandangan mata adalah pangkal segala bencana yang menimpa manusia, karena pandangan itu melahirkan detikan hati; detikan hati melahirkan pikiran melayang; pikiran melayang melahirkan nafsu birahi; nafsu birahi melahirkan hasrat; hasrat itu kemudian menguat sampai menjadi&amp;#160; tekad yang kuat. Karenanya, tidak boleh tidak, akan&amp;#160; terjadilah perbuatan, selagi tidak ada sesuatu hal yang menghalangi”. Oleh sebab itu, ada pujangga yang mengatakan: “Bersabar menahan pandangan mata adalah lebih mudah daripada bersabar terhadap pedihnya derita setelah pandangan itu”.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Karena itu sudah sewajarnya kita menahan pandangan mata dari memandang lelaki atau memandang wanita. Hendaklah kita tidak melihat gambar-gambar yang yang merangsang, yang dipancang di sebagian majalah atau digelar di layar televisi maupun video. Dengan itu, niscaya kita selamat dari dampak buruk. Berapa&amp;#160; banyak kilasan pandangan mata yang menyeret seseorang menuju penyesalan dan kegelisaan yang tak berujung. Gejolak api yang membara terjadi akibat percikan api yang dipandang kecil.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Oleh karena itu, sepatutnyalah kita sebagai manusia yang lemah selalu berdo’a dan memohon kepada Allah swt agar Ia selalu membimbing hati-hati kita, dan agar kita mampu membimbing hati-hati kita kejalan yang Ia ridhoi. Dan semoga kita mampu membawa dan menjaga amanah nikmat memandang, sehingga kita tidak menyalahi anugrah terbesar ini untuk melihat hal-hal yang tidak Ia ridhoi.     &lt;br /&gt;Ya Allah, bimbinglah kami, agar kami mampu mengendalikan hati kami dengan keimanan kepada-Mu, mengutamakan cinta kepada-Mu, dan tidak pernah berpaling dari-Mu.     &lt;br /&gt;Ya Allah, bimbinglah kami, agar kami mampu mengendalikan mata/ pandangan kami kearah yang Engkau ridhoi. Jauhkan kami dengannya menuju penglihatan dari pandangan-pandangan yang Engkau haramkan sehingga menyebabkan kami terjerumus kejurang maksiat..&amp;#160; &lt;br /&gt;Allaahumma ‘aafina fii badaninai, Allaahumma ‘aafina fii sam’ina, Allahumma ‘aafina fii qolbinaa, Allaahumma ‘aafina fii bashorina. Aamiin.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sumber : Ustadz Nur Rahim Yunus, LC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-1800637915467956952?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/1800637915467956952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/03/jagalah-mata-jagalah-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/1800637915467956952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/1800637915467956952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/03/jagalah-mata-jagalah-hati.html' title='Jagalah Mata, Jagalah Hati'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-6132216227398757394</id><published>2009-03-27T17:20:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T17:22:09.825+07:00</updated><title type='text'>Raktualisasi Amar Ma'ruf Nahi Munkar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;By Agus Wahyudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan orang tentang arti hidup selalu berbeda. Pertanyaan seperti; untuk apa hidup&lt;br /&gt;bagi manusia, selalu berbeda jawabannya. Bagi umat Islam, hidup bukanlah sekedar untuk&lt;br /&gt;hidup. Hidup (di dunia) bukanlah tujuan. Kehidupan manusia merupakan proses dan tahapan&lt;br /&gt;yang akan berakhir di dunia dengan datangnya kematian. Sebagai proses, kita menyadari&lt;br /&gt;bahwa; hidup tentu memerlukan berbagai sarana. Sarana yang paling mendasar secara fisik&lt;br /&gt;adalah aspek kesehatan dan aspek ekonomi. Perbedaan hidup manusia dengan hidup yang&lt;br /&gt;dialami oleh makhluk lain, hanyalah terletak pada nilai dan makna. Sedangkan nilai dan&lt;br /&gt;makna hidup manusia ditentukan oleh aspek spiritual yang dibarengi sikap taawaun ala&lt;br /&gt;birri wannhayu anil mungkar. Hal ini tersirat dalam firman Allah Ta’alaa yang berbicara&lt;br /&gt;tentang “etos kerja” Qur’an Surat; Al Jumu’ah ayat 9 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فإذاقضيت الصلاة فانتشروا فىالارض وابتغوا من فضل الله واذكروا الله كثيرا لعلّكم تفلحون .&lt;br /&gt;(الجمعة : 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Maka, apabila telah ditunaikan sembahyang, bertebaranlah kamu di muka bumi;&lt;br /&gt;dan carilah karunia Allah dan ingatlah kepada Allah banyak-banyak, supaya kamu beruntung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi makna yang terkandung di dalam ayat di atas, tersirat adanya kecenderungan pada&lt;br /&gt;titik tekan ikhtiyar, usaha dan bekerja yang sama sekali tidak mengesampingkan&lt;br /&gt;aspek-aspek spiritual sebagai pengendalian “nilai dan makna hidup”, bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembangunan yang hanya memfokuskan pada pertumbuhan ekonomi hanya akan memisahkan&lt;br /&gt;atau mengasingkan aspek spiritual tadi. Alienasi antara keduanya akan tercermin pada&lt;br /&gt;pemisahan agama yang tidak menyatu dengan aktifitas pelembagaan ekonomi. Keadaan seperti&lt;br /&gt;ini akan mendorong pada disintegrasi tata nilai dan norma antara aspek spritual dan&lt;br /&gt;ekonomi. Ini berarti bahwa; ekonomi merupakan sistem nilai tersendiri dan aspek&lt;br /&gt;spiritual juga punya tata nilai sendiri. Akibatnya, gerakan ekonomi berjalan secara&lt;br /&gt;diametral/terpisah dengan sistem nilai spiritual. Pada gilirannnya gerakan ekonomi&lt;br /&gt;berjalan bebas tanpa spiritualitas dan meluncurkan sikap kompetitif yang bila tidak&lt;br /&gt;dikontrol oleh apek spiritual (nilai-nilai rohania, moralitas dan kejiwaan) akan&lt;br /&gt;cenderung ke arah pembentukan faham individualisme, materialisme dan konsumerismenya&lt;br /&gt;yang pada akhirnya tercipta budaya “Hedonisme” yaitu ‘pandangan hidup yang menganggap&lt;br /&gt;bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama dalam hidup.’ Dan yang jelas&lt;br /&gt;faham dan budaya semacam ini bertentangan keras dengan “Etika berekonomi” dan moralitas&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1238149088_3"&gt;dalam Islam&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah pentingnya media dakwah yang partisipatif yang secara interaktif dapat&lt;br /&gt;mengintegrasikan kembali nilai spiritual dan aspek ekonomi sebagai tumpuan hidup. Dalam&lt;br /&gt;kaitan ini, Allah SWT mendorong adanya interaksi dari sekelompok umat Islam untuk&lt;br /&gt;memasarkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar: mengajak kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran.&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 104 : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ولتكــم منكــم امّة يدعــون الى الخير ويأمرون بالمعـروف وينهون عن المنكر. وأولئك هم&lt;br /&gt;المفلحون . (ال عمران : 104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada&lt;br /&gt;kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar; merekalah&lt;br /&gt;orang-orang yang beruntung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam kerangka operasional pelaksanaannya, harus menggunakan media dakwah yang&lt;br /&gt;ideal, konseptual dan partisipatif, Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اذع الى سبــيل ربّك بالحكــمة والموعــظة الحســـنة وجـــادلهــــم بالتى هي احسن . إنّ ربّك&lt;br /&gt;هو اعلم بمن ضل عن سبيله. وهو اعلم بالمهتدين (النحل : 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Ajaklah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah (perkataan yang tegas&lt;br /&gt;dan benar) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang Maha Mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan&lt;br /&gt;– Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang menadapat petunjuk.” (Qs. An&lt;br /&gt;Nahl : 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dinamika kemasyarakatan mengalami perubahan yang sedemikian dahsyat, sebagai&lt;br /&gt;akibat proses modernisasi yang sarat dengan dominasi ekonomi, kemajuan tekhnologi,&lt;br /&gt;melubernya informasi dan tingginya tingkat mobilitas/perpindahan manusia dalam bentuk&lt;br /&gt;urbanisasi misalnya, jelas akan mengubah pola dan wajah perilaku masyarakat menjadi&lt;br /&gt;individualistik, materialistik dan tumbuh dan berkembangnya budaya “Hedonisme” yang&lt;br /&gt;tentunya akan meruntuhkan struktur sosial yang sudah mapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kegelisahan sosial” yang diakibatkan oleh alih tehnologi material yang tidak terkontrol&lt;br /&gt;menuntut adanya strategi baru dalam dakwah mengajak kepada kebaikan.  &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1238149088_4"&gt;Dakwah&lt;/span&gt; di era&lt;br /&gt;tekhnologi canggih seperti ini tidak cukup hanya dengan dakwah secara verbal: dari&lt;br /&gt;mimbar ke mimbar, tapi segala cara harus ditempuh agar bagaiamana pesan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1238149088_5"&gt;amar makruf nahi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1238149088_5"&gt;mungkar&lt;/span&gt; ini bisa sampai ke telinga umat Islam pada khususnya. Untuk itu kecanggihan&lt;br /&gt;tekhnologi ini harus dimanfaatkan secara posistif dan maksimal untuk mengontrol perilaku&lt;br /&gt;umat agar sesuai dengan ajaran-ajaran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep yang paling mendasar dalam dakwah adalah menyadarkan mansia dari;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : mamahami kembali makna dan tujuan hidup yang sebenarnya, dan yang Kedua :&lt;br /&gt;menanamkan pandangan menganggap bahwa “dunia” adalah kebendaan dan kekayaan materi&lt;br /&gt;“merupakan realitas yang terendah.” Namun demikian Islam tidak mengajak manusia kepada&lt;br /&gt;faham fatalistik, memusuhi dunia secara total tapi menjadikan dunia bukan sebagai tujuan&lt;br /&gt;hidup tapi hanya sebagai jalan untuk menggapai kehidupan abadi setelah mati. Oleh&lt;br /&gt;karenanya &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1238149088_6"&gt;agama Islam&lt;/span&gt; tidak membelah dua wilayah spiritual dan realitas sosial menjadi&lt;br /&gt;dua wilayah yang berjalan sendiri-sendiri tapi saling sinergis dan melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengingatkan kita agar tidak tertipu oleh silau dunia. Karena ini tidak akan&lt;br /&gt;menghasilkan apa-apa kecuali penyesalan yang tiada guna. Al Qur’an Allah berfirman :&lt;br /&gt;وماالحيوة الدّنيا إلا متع الغرور (العمران : 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Artinya : “Bukanlah kehidupan duniawi itu, kecuali  kesenangan yang menipu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat yang lain Allah juga memperingatkan agar tidak mempertuhankan benda sehingga&lt;br /&gt;lupa bahwa dalam benda kekayaan itu ada hak bagi orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ألهكم التكثر. حتّى زر تم المقابر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Berlomba untuk menumpuk kekayaan telah membuat kalian-kalian lupa (akan&lt;br /&gt;hakikat hidup), sampai kalian masuk keliang kubur.” (Qs. At Takatsur : 1 dan 2(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata “DUNYA” disebut lebih dari seratus kali dalam Al Qur’an, hampir kesemuanya&lt;br /&gt;dalam konteks dikecam, minimal melecehkan orang-orang yang menganggap kenikmatan dan&lt;br /&gt;prestasi duniawi sebagai kenikmatan dan prestasi yang sejati. Demikian juga kata-kata&lt;br /&gt;“MAL atau AMWAL” disebutkan sekitar 78 kali dalam Al Qur’an lebih banyak memberikan&lt;br /&gt;“peringatan” agar manusia tidak sampai tertipu dengan memandang kekayaan materi sebagai&lt;br /&gt;tujuan, disatu sisi dan pada pihak yang lain Al-Qur’an memberikan “dorongan” agar&lt;br /&gt;manusia bergegas menggunakan kekayaannya sebagai alat untuk mencari kebahagiaan sejati&lt;br /&gt;di akhirat. Lalu caranya bagaimana ? Allah Azza Wa Jalla memberikan petunjuknya melalui&lt;br /&gt;firmannya dalam Al Qur’an Surat As Shaff ayat 10 dan 11 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يآايها الذّين آمنو هل أدلكم على تجارة تنجيكم من عذاب أليم. تؤمنون با لله ورسوله وتجاهدون&lt;br /&gt;فى سبيل الله بأموالكم وانفســكـــم. ذلكـــم خير لكــم إن كنتــم تعلـــــــــمون.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan&lt;br /&gt;yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih ? (yaitu) kamu &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1238149088_7"&gt;beriman kepada Allah&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;Utusannya dan berjuanglah di jalan kebaikan dengan harta dan potensi pribadimu. Itulah&lt;br /&gt;yang lebih baik bagimu, sekiranya engkau tahu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita senantiasa mendapatkan bimbingan, Taufiq serta hidayah dari Allah&lt;br /&gt;SWT. Amin 3x Yaa ...... Robbal ‘Alamin !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Ustadz Muhammad Afifuddin, Lc&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-6132216227398757394?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.pesantrenvirtual.com' title='Raktualisasi Amar Ma&apos;ruf Nahi Munkar'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/6132216227398757394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/03/raktualisasi-amar-maruf-nahi-munkar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/6132216227398757394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/6132216227398757394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/03/raktualisasi-amar-maruf-nahi-munkar.html' title='Raktualisasi Amar Ma&apos;ruf Nahi Munkar'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-1426505571448036006</id><published>2009-03-03T04:18:00.000+07:00</published><updated>2009-03-03T04:18:00.545+07:00</updated><title type='text'>Mengakui Kelebihan Kelompok Lain</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;&lt;strong&gt;“Hai orang yang beriman, jangan kamu mengolok-olok kaum yang lain” (QS Al-Hujurat : 11)&lt;/strong&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akhir-akhir ini dalam masyarakat muslim terdapat banyak kelompok pengajian, oleh sebab itu antar jamaah harus dibangun sikap saling menghormati jamaah yang lain. Dalam Al-Quran telah ditekankan agar sesama orang yang beriman tidak boleh saling menghina dan mengolok-olok, sebab hal itu akan menimbulkan pertengkaran. Nabi Muhammad SAW juga sangat melarang sahabat beliau mengejek kelompok lain. Sejarah mencatat bahwa dalam kalangan sahabat nabi ada beberapa kelompok, seperti&amp;#160; kelompok muhajirin yaitu sahabat yang berasal dari kota Mekkah berhijrah ke Madinah. Kelompok Anshar yaitu sahabat nabi penduduk Madinah yang menolong nabi Muhammad SAW, dan kelompok Bani Hashim, yaitu kelompok yang berasal dari keluarga dan keturunan yang sama dengan Rasulullah SAW. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam sebuah riwayat dari Thabrani yang diceritakan Kaab bin Ajrah berkata bahwa : &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada suatu hari kami para sahabat duduk-duduk di hadapan Rasulullah SAW di dalam masjid. Waktu itu kami terdiri dari beberapa kelompok, ada yang dari Muhajirin, Anshar dan juga ada yang dari Bani Hasyim. Para sahabat sedang bertengkar mengenai siapakah diantara kami atau golongan manakah yang lebih utama dan lebih dikasihi oleh Rasulullah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orang-orang Anshar berkata : Kami lebih utama di sisi Rasulullah. Kami beriman dengan beliau, mengikuti beliau dan berjuang bersama-sama dengan beliau, dan kami adalah pejuang yang selalu siap dan sedia berperang menghadapi musuh-musuh beliau. Oleh karena itu kami adalah kelompok yang paling utama dan dikasihi oleh beliau.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sahabat-sahabat dari Muhajirin berkata : Kami telah berhijrah bersama-sama dengan Rasulullah SAW. Kami telah meninggalkan ahli keluarga kami, harta benda kami dan kami telah berada di semua tempat dimana kamu semua berada dan kami telah menyertai semua peperangan yang telah kamu ikuti. Oleh sebab itu kami adalah lebih utama di sisi Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kelompok Bani Hasyim berkata : Kami adalah ahli keluarga Muhammad SAW, kami telah berada di semua tempat dimana kamu semua berada, dan kami telah menyertai semua peperangan yang kamu semua ikuti, maka oleh sebab itu kami adalah kelompok yang lebih utama dan dikasihi oleh Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari pernyataan tiga kelompok tersebut terlihat mereka semua merasa paling hebat dengan argumentasi masing-masing. Dan tak lama kemudian Rasulullah muncul dan berkata : “Sesungguhnya aku mengetahui bahwa kamu telah berkata mengenai sesuatu”. Sekarang kata Rasulullah aku akan memberitahumu apa pendapatku terhadap kamu semua. Nabi berkata : Sesungguhnya kamu wahai orang Anshar, kamu semua adalah saudara-saudaraku”. Maka kelompok Anshar berkata : Allah Maha Besar, demi Tuhan Ka’bah kami telah menang dari kamu semua”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemudian Nabi berkata kepada kelompok Muhajirin : “Adapun kamu wahai kelompok Muhajrin, maka aku adalah dari kalangan kamu semua”. Mendengar pernyataan Rasulullah tersebut maka kelompok Muhajirin merasa gembira dan berteriak : Allah Maha Besar, demi Tuhan Ka’bah kami telah menang dari kamu semua”. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akhirnya Rasulullah berkata kepada kelompok Bani Hasyim : “Adapun kamu semua adalah kalangan aku dan aku bertanggung jawab atas kamu”. Maka kelompok Bani Hasyim langsung berteriak : Allah Maha Besar, demi Tuhan Ka’bah kami telah menang dari kamu semua”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari kisah diatas maka setiap orang harus mengakui kelebihan kelompok masing-masing, sebagaimana terlihat dari pernyataan Rasulullah, dimana Rasulullah mengakui keutamaan kelompok Anshar, beliau juga mengakui keutamaan kelompok Muhajirin dan juga kelompok Bani Hasyim. Semua kelompok mempunyai kelebihan dari kelompok yang lain, kelebihan itu yang diakui oleh Rasulullah dan juga harus diakui oleh kelompok lain walau sekecil apapun kelebihan itu. Dalam sebuah hadist &lt;strong&gt;Rasulullah pernah bersabda&lt;/strong&gt; : &lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;&lt;strong&gt;“ Janganlah kamu menghina suatu kebaikan walau sekecil apapun kebaikan tersebut”.&lt;/strong&gt; &lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Mengapa demikian ..? sebab dengan tidak mengakui kelebihan kelompok lain, atau menghina kebaikan dari yang lain walau sekecil apapun dapat menjadi benih pertengkaran dan perpecahan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perasaan merasa hebat sendiri dan menghina yang lain adalah benih dari pertengkaran yang harus dihindari. dalam sebuah hadist diriwayatkan oleh Thabrani disebutkan bahwa :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Tinggalkan pertengkaran sebab dengan pertengkaran itu tidak akan ada hikmahnya dan tidak akan aman dari fitnah (bencana bagi umat)”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Tarmidzi dan Ibnu Majah disebutkan : “Siapa meninggalkan pertengkaran dan dia dalam pihak yang benar, niscaya akan dibangunkan bagi dirinya sebuah rumah di dalam syurga yang tertinggi, dan siapa yang meninggalkan pertengkaran dan dia dalam pihak yang salah, maka juga akan didirikan baginya suatu rumah di tengah-tengah syurga”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari hadist diatas dapat dilihat bahwa meninggalkan pertengkaran walaupun kita dalam pihak yang benar lebih utama dan mendapat ganjaran rumah di syurga yang tertinggi, demikian juga meninggalkan pertengkaran walaupun kita dalam pihak yang salah juga mendapat pahala, karena keutamaan meninggalkan sikap bertengkar dan merasa hebat. Oleh sebab itu Bilal bin Sa’ad berkata : “Apabila engkau melihat seseorang yang berikap keras kepala, suka bertengkar dan membanggakan pendapatnya, maka sudah sempurnalah kerugiannya”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam diri umat Islam hari ini banyak kelompok-kelompok. Adapun kelompok mazhab fikih seperti mazhab Syafi’i, Hambali, Maliki, Wahabi, Dhahiri dan lain sebagainya, juga ada kelompok organisasi sosial seperti Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Al Washiyah dan lain sebagainya. Ada lagi kelompok partai politik seperti PPP, PBB, PKS, PBR, PKNU, PMB dan lain sebagainya. Juga ada kelompok harakah dan gerakan seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Salafi, Jamaah Tabligh dan lain sebagainya. Semuanya adalah kelompok orang yang beriman, bukan kelompok sesat dan setiap kelompok pasti mempunyai kelebihan dan keistimewaan dari kelompok yang lain. Oleh sebab itu yang perlu menjadi perhatian kita jangan sampai antar kelompok akan merasa hebat dari kelompok yang lain, membangga-banggakan diri dan jasa, dengan mengecilkan jasa kelompok yang lain tetapi sebaiknya setiap kelompok mengakui kelebihan kelompok yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semoga kita dapat belajar dari akhlak Rasulullah dengan mengakui kelebihan dari setiap kelompok.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fa’tabiru ya Ulil albab.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sumber&lt;/strong&gt; : M. Arifin Ismail. MA.M.Phil yang telah diedit oleh penulis.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-1426505571448036006?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/1426505571448036006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/03/mengakui-kelebihan-kelompok-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/1426505571448036006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/1426505571448036006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/03/mengakui-kelebihan-kelompok-lain.html' title='Mengakui Kelebihan Kelompok Lain'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-7443869844299574891</id><published>2009-02-21T18:28:00.001+07:00</published><updated>2009-02-21T18:33:55.145+07:00</updated><title type='text'>Dahsyatnya Shalawat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&amp;#160; &lt;br /&gt;Ada empat perbuatan ringan yang apabila kita lakukan, maka kita termasuk golongan orang yang tidak terpuji.     &lt;br /&gt;1. Seseorang yang membuang air kecil sambil berdiri&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti apa yang diucapkan muadzin, &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4.seseorang yang apabila mendengar nama Nabi Muhammad SAW disebut, tetapi tidak membacakan shalawat atasnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sabda Nabi Muhammad Saw&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;“Empat perbuatan termasuk perbuatan yang tidak terpuji, yaitu (1) bila seseorang buang air kecil sambil berdiri, (2) seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat,&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; (3). Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti yang diucapkan muadzin, (4) seseorang yang apabila mendengar namaku disebut, tetapi ia tidak membacakan shalawat atasku”. &lt;strong&gt;(HR. Bazzar dan Tabhrani)&lt;/strong&gt;     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam ibadah sehari-hari, sebenarnya ada sebuah perbuatan ringan yang apabila kita lakukan mendatangkan akibat yang maha dahsyat, dan apabila kita tinggalkan maka kita termasuk golongan orang yang tidak berbalas budi.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Pada saat kita telah diberi bantuan oleh orang lain, sudahlah pasti akan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atau mungkin mengucapkan doa untuk kebaikannya. Begitu pula dengan Rasulullah SAW yang telah mengeluarkan kita dari lembah kegelapan menuju alam terang benderang, maka sudahlah pantas bagi kita untuk selalu mengucapkan sholawat dan salam atas beliau, sebagai ungkapan rasa terima kasih dan kecintaan kita atas segala jasa dan perjuangan yang tak tertandingi di alam jagad ini.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dalam ibadah-ibadah lain, Allah SWT memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk mengerjakannya, namun khusus dalam perintah membaca shalawat, Allah SWT menyebutkan bahwa Allah SWT sendiri bershalawat atasnya, kemudian memerintahkan kepada malaikatNya, baru kemudian pada orang-orang yang beriman untuk bershalawat atasnya. Dengan hal ini semakin menunjukkan bahwasanya melakukan shalawat atas Nabi muhammad SAW, tidak cuma sekedar     &lt;br /&gt;ungkapan terima kasih, tetapi ia juga menjadi ibadah yang utama.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Bila kita ingin mengetahui bahwa shalawat termasuk ibadah yang utama, maka perhatikan dan renungkan firman &lt;strong&gt;Allah SWT dalam al-Quran&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya, bershalawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya”. &lt;strong&gt;(QS. Al-Ahzab 56)&lt;/strong&gt;.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dari ayat tersebut kita mengetahui, Allah SWT saja sang Pencipta jagad raya dan mahkluk seluruh dunia termasuk diri kita yang kecil ini, mau bershalawat terhadap Nabi Muhammad SAW, dan juga para malaikat yang telah dijamin tak akan berbuat kesalahan turut bershalawat terhadap nabi, mengapa diri kita yang telah diselamatkan beliau masih melupakan ibadah yang teramat mulia ini. Sesungguhnya perbuatan seseorang menunjukkan pada perangai dirinya.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Shalawat adalah sebuah ibadah yang tidak berbatas alam, jarak ataupun waktu. Artinya bila diucapkan maka akan menembus alam langit yang sangat jauh, didengar para malaikat, lalu turut menyampaikan doa bagi manusia yang mengucapkannya, dan menembus Alam kubur menyampaikan salam yang diucapkan manusia kepada Nabi Muhammad SAW.     &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nabi SAW bersabda&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;“Tidak ada salah seorang di antara kamu yang mengucapkan salam kepadaku sesudah aku mati melainkan malaikat jibril datang kepadaku seraya mengucapkan: ‘wahai Muhammad, ini Fulan bin Fulan mengucapkan salam untukmu, maka aku menjawab: “dan atasnya salam dan rahmat serta berkah dari Allah”. &lt;strong&gt;(HR. Abu Daud)&lt;/strong&gt;     &lt;br /&gt;Lalu apa fadhilah mengucapkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW?     &lt;br /&gt;Ada beberapa riwayat dari hadist Rasulullah SAW, Atsar sahabat Radiallahu anhum dan pengalaman beberapa ulama yang mengisyaratkan imbalan bagi mereka yang mau bershalawat.     &lt;br /&gt;1). Shalawat membersihkan dosa     &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabda Nabi Saw&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;“bacalah shalawat atasku karena sesungguhnya shalawat atasku membersihkan dosa-dosamu, dan mintalah kepada Allah SWT untukku wasilah”. Para sahabat bertanya: “apakah wasilah itu?” beliau menjawab: “derajat yang paling tinggi di sorga yang hanya seorang saja yang akan memperolehnya dan aku berharap semoga akulah orang yang memperolehnya”.     &lt;br /&gt;2). Shalawat berpahala sepuluh rahmat Allah dan menghapus sepuluh kesalahan     &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabda Nabi Saw&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;“barangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah SWT akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannya” (HR. Nasai)     &lt;br /&gt;3). Dikabulkan hajat di dunia dan akhirat     &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabda beliau Saw&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;“barangsiapa yang membacakan shalawat untukku pada suatu hari seratus kali, maka Allah SWT akan memenuhi seratus hajatnya, 70 di antaranya nanti di akhirat dan 30 di dunia.&lt;strong&gt; (Kitab Jam’ul Jawami’, Hal:796)&lt;/strong&gt;     &lt;br /&gt;4). Terangkatnya derajat manusia     &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabda beliau Saw&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;“barangsiapa di antara umatku yang membacakan shalawat atasku satu kali dengan ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah SWT menurunkan sepuluh rahmat kepadanya, mengangkat sepuluh derajat kepadanya, dan menghapus sepuluh kesalahan”. &lt;strong&gt;(HR. Nasai)      &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;5). Menjadikan doa cepat terkabul     &lt;br /&gt;Bahwasanya &lt;strong&gt;Umar bin Khattab Ra&lt;/strong&gt; berkata: “Saya mendengar bahwa doa itu ditahan diantara langit dan bumi, tidak akan dapat naik, sehingga dibacakan shalawat atas nabi Muhammad SAW”. &lt;strong&gt;(Atsar Hasan, Riwayat Tirmidzi)&lt;/strong&gt;     &lt;br /&gt;Ada sebuah cerita, bahwasanya ulama besar Sufyan ats Tsauri sedang thawaf mengelilingi ka’bah dan melihat seseorang yang setiap kali mengangkat kaki dan menurunkannya senantiasa membaca shalawat atas nabi. Sufyan bertanya: “Sesungguhnya engkau telah tinggalkan tasbih dan tahlil, sedang engkau hanya melakukan shalawat atas Nabi. Apakah ada bagimu landasan yang khusus? Orang itu menjawab: “Siapakah engkau? Semoga Allah SWT mengampunimu. Sufyan menjawab: “Saya adalah sufyan ats-tsauri”. Orang itu berkata: “seandainya kamu bukanlah orang yang istimewa di masamu ini niscaya saya tidak akan memberitahukan masalah ini dan menunjukkan rahasiaku ini”. Kemudian orang itu berkata kepada sufyan: “sewaktu saya mengerjakan haji bersama ayahku, dan ketika berada di dekat kepalanya ayahku meninggal dan mukanya tampak hitam, lalu saya mengucapkan “innalillah wa inna ilahi rajiun” dan saya menutup mukanya dengan kain. Kemudian saya tertidur dan bermimpi, dimana saya melihat ada orang yang sangat tampan, sangat bersih dan mengusap muka ayahku, lalu muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih. Saat orang yang tampan itu akan pergi, lantas saya pegang pakaiannya sambil bertanya: “wahai hamba Allah SWT siapakah engkau? Bagaimana lantaran kamu Allah SWT menjadikan muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih di tempat yang istimewa ini?. Orang itu menjawab:“apakah kamu tidak mengenal aku? Aku adalah Muhammad bin Abdullah yang membawa al-Quran. Sesungguhnya ayahmu itu termasuk orang yang melampaui batas (banyak dosanya) akan tetapi ia banyak membaca shalawat atasku. Ketika ia berada dalam suasana yang demikian, ia meminta pertolongan kepadaku, maka akupun memberi pertolongan kepadanya, karena aku suka memberi pertolongan kepada orang yang banyak memperbanyak shalawat atasku”. Setelah itu saya terbangun dari tidur, dan saya lihat muka ayahku berubah menjadi putih. &lt;strong&gt;(Dari Kitab: Tanbihun Ghofilin, as-Samarqhondi, hal: 261)&lt;/strong&gt;     &lt;br /&gt;Begitu dahsyatnya balasan shawalat terhadap Nabi SAW sehingga bagi siapapun yang mengucapkannya akan melibatkan Allah SWT, para malaikat dan Nabi Muhammad SAW langsung membalasnya, tidak cuma balasan pahala, imbalan atau keselamatan di akhirat, tetapi juga mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW.     &lt;br /&gt;Orang yang mendengar shalawat atas nabi, tetapi tidak menjawabnya lalu ia meninggal dan masuk neraka, maka Allah SWT menjauhkan dari RahmatNya. &lt;strong&gt;Sabda Nabi&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;“Jibril datang kepadaku dan berkata: “wahai Muhammad, barangsiapa yang mendapatkan bulan ramadhan namun ia tidak diampuni dosanya, lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah SWT akan menjauhkan dari RahmatNya. Aku menjawab: “amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang masih bertemu dengan kedua orangtuanya atau salah satu diantaranya kemudian tidak berbuat baik pada orang tuanya, lalu mati dan masuk neraka, maka Allah SWT menjauhkan dari rahmatNya. Aku menjawab: “Amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang disebutkan namamu (Muhammad) namun ia tidak membacakan shalawat lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah&amp;#160; SWT menjauhkan dari rahmatNya. Aku mengucapkan “Amin”. &lt;strong&gt;(HR. Ibnu Hibban).&lt;/strong&gt;     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Ucapkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, disaat kita senggang, disaat akan menggubah posisi kegiatan kita, disaat kapanpun, dimanapun selagi kita mampu. Dan bila ada yang mengucapkan shalawat: Jangan lupakan shalawat, karena bila kita lupa berarti kita telah     &lt;br /&gt;melupakan seseorang yang telah menunjukkan kita kejalan yang lurus yaitu Nabi Muhammad SAW. bila kita telah melupakan shalawat berarti kita telah melupakan dan keliru dari jalan yang seharusnya kita tempuh menuju sorga. “barangsiapa yang lupa membaca shawalat atasku, berarti ia telah keliru dari jalan ke sorga” &lt;strong&gt;(HR. Ibnu majah).&lt;/strong&gt;     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Author : &lt;strong&gt;Ustadz Abdul Rahim Yunus, MA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-7443869844299574891?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/7443869844299574891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/02/dahsyatnya-shalawat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/7443869844299574891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/7443869844299574891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/02/dahsyatnya-shalawat.html' title='Dahsyatnya Shalawat'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-1246806598233899439</id><published>2009-02-08T14:04:00.001+07:00</published><updated>2009-02-08T14:04:45.563+07:00</updated><title type='text'>Ujian Keimanan Umat Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Marilah kita merenungkan salah satu firman Allah dalam &lt;strong&gt;surat Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah SWT mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”&amp;#160; &lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa salah satu konsekuensi pernyataan iman kita, adalah kita harus siap menghadapi ujian yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada kita, untuk membuktikan sejauh mana kebenaran dan kesungguhan kita dalam menyatakan iman, apakah iman kita itu betul-betul bersumber dari keyakinan dan kemantapan hati, atau sekedar ikut-ikutan serta tidak tahu arah dan tujuan, atau pernyataan iman kita didorong oleh kepentingan sesaat, ingin mendapatkan kemenangan dan tidak mau menghadapi kesulitan seperti yang digambarkan Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam &lt;strong&gt;surat Al-Ankabut ayat 10&lt;/strong&gt;: &lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;“Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguh-nya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia”?&lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bila kita sudah menyatakan iman dan kita mengharapkan manisnya buah iman yang kita miliki yaitu Surga sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala. Maka marilah kita bersiap-siap untuk menghadapi ujian yang akan diberikan Allah kepada kita, dan bersabarlah kala ujian itu datang kepada kita. Allah memberikan sindiran kepada kita, yang ingin masuk Surga tanpa melewati ujian yang berat.&amp;#160;&amp;#160; Apakah kalian mengira akan masuk Surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan keseng-saraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersama-nya: &lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;“Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguh-nya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah 214). &lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam mengisahkan betapa beratnya perjuangan orang-orang dulu dalam perjuangan mereka mempertahankan iman mereka, sebagaimana dituturkan kepada shahabat &lt;strong&gt;Khabbab Ibnul Arats Radhiallaahu anhu&lt;/strong&gt;, yang diriwayatkan oleh &lt;strong&gt;Imam Bukhari&lt;/strong&gt;:     &lt;br /&gt;Sungguh telah terjadi kepada orang-orang sebelum kalian, ada yang di sisir dengan sisir besi (sehingga) terkelupas daging dari tulang-tulangnya, akan tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya, dan ada pula yang diletakkan di atas kepalanya gergaji sampai terbelah dua, namun itu tidak memalingkannya dari agamanya Ujian yang diberikan oleh Allah kepada manusia adalah berbeda-beda. Dan ujian dari Allah bermacam-macam bentuknya, setidak-nya ada empat macam ujian yang telah dialami oleh para pendahulu kita: &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Yang Pertama&lt;/strong&gt;: &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ujian yang berbentuk perintah untuk dilaksanakan, seperti perintah Allah kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai. Ini adalah satu perintah yang betul-betul berat dan mungkin tidak masuk akal, bagaimana seorang bapak harus menyembelih    &lt;br /&gt;anaknya yang sangat dicintai, padahal anaknya itu tidak melakukan kesalahan apapun. Sungguh ini ujian yang sangat berat sehingga Allah sendiri mengatakan:&amp;#160; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata”. (Ash-Shaffat 106). &lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dan di sini kita melihat bagaimana kualitas iman Nabi Ibrahim Alaihissalam yang benar-benar sudah tahan uji, sehingga dengan segala ketabahan dan kesabarannya perintah yang sangat berat itupun dijalankan. Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim Shallallaahu alaihi wa salam dan    &lt;br /&gt;puteranya adalah pelajaran yang sangat berat itupun dijalankannya. Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita, dan sangat perlu kita tauladani, karena sebagaimana kita rasakan dalam kehidupan kita, banyak sekali perintah     &lt;br /&gt;Allah yang dianggap berat bagi kita, dan dengan berbagai alasan kita berusaha untuk tidak melaksanakannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Yang Kedua&lt;/strong&gt;: &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ujian yang berbentuk larangan untuk ditinggalkan seperti halnya yang terjadi pada Nabi Yusuf Alaihissalam yang diuji dengan seorang perempuan cantik, istri seorang pembesar di Mesir yang mengajaknya berzina, dan kesempatan itu sudah sangat terbuka, ketika keduanya sudah tinggal berdua di rumah dan si perempuan itu telah mengunci seluruh pintu rumah. Namun Nabi Yusuf Alaihissalam membuktikan kualitas imannya, ia berhasil meloloskan diri dari godaan perempuan itu, padahal sebagaimana pemuda umumnya ia mempunyai hasrat kepada wanita. Ini artinya ia telah lulus dari ujian atas imannya. Sikap Nabi Yusuf Alaihissalam ini perlu kita ikuti, di saat pintu-pintu kemaksiatan terbuka lebar, pelacuran merebak di mana-mana, minuman keras dan obat-obat terlarang sudah merambah berbagai lapisan masyarakat, sampai-sampai anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar pun sudah ada yang kecanduan. Kita dituntut untuk selalu bisa menjaga diri kita, keluarga kita dan orang-orang sekeliling kita agar tidak terjerembab dalam kubangan kemaksiatan, serta menanamkan sifat mulia Nabi Yusuf Alaihi al Salam dalam diri kita dan orang-orang disekeliling kita. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Yang Ketiga&lt;/strong&gt;: &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ujian yang berbentuk musibah seperti terkena penyakit, ditinggalkan orang yang dicintai dan sebagainya. Sebagai contoh, Nabi Ayyub Alaihissalam yang diuji oleh Allah dengan penyakit yang sangat buruk sehingga tidak ada sebesar lubang jarum pun dalam badannya yang selamat dari penyakit itu selain hatinya, seluruh hartanya telah habis tidak tersisa sedikitpun untuk biaya pengobatan penyakitnya dan untuk nafkah dirinya, seluruh kerabatnya meninggalkannya, tinggal ia dan isterinya yang setia menemaninya dan mencarikan nafkah untuknya. Musibah ini berjalan selama delapan belas tahun, sampai pada saat yang sangat sulit sekali baginya ia memelas sambil berdo’a kepada Allah:    &lt;br /&gt;“Dan ingatlah akan hamba Kami Ayuub ketika ia menyeru Tuhan-nya;” Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan”.     &lt;br /&gt;Dan ketika itu Allah memerintahkan Nabi Ayyub Alaihissalam untuk menghantamkan kakinya ke tanah, kemudian keluarlah mata air dan Allah menyuruhnya untuk meminum dari air itu, maka hilanglah seluruh penyakit yang ada di bagian dalam dan luar tubuhnya. Begitulah ujian Allah kepada NabiNya, masa delapan belas tahun ditinggalkan oleh sanak saudara merupakan perjalanan hidup yang sangat berat, namun di sini Nabi Ayub Alaihissalam membuktikan ketangguhan imannya, tidak sedikitpun ia merasa menderita dan tidak terbetik pada dirinya untuk menanggalkan imannya. Iman seperti ini jelas tidak dimiliki oleh banyak saudara kita yang tega menjual iman dan menukar aqidahnya dengan sekantong beras dan sebungkus sarimi, karena tidak tahan menghadapi kesulitan hidup yang mungkin tidak seberapa bila dibandingkan dengan apa yang dialami oleh Nabi Ayyub Alaihissalam ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Yang Keempat&lt;/strong&gt;: &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ujian lewat tangan orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak menyenangi Islam. Apa yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa salam dan para sahabatnya terutama ketika masih berada di Mekkah kiranya cukup menjadi pelajaran bagi kita, betapa keimanan itu diuji dengan berbagai cobaan berat yang menuntut pengorbanan harta benda bahkan nyawa. Di antaranya apa yang dialami oleh Rasulullah di akhir tahun ketujuh kenabian, ketika orang-orang Quraisy bersepakat untuk memutuskan hubungan apapun dengan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam beserta Bani Abdul Muththolib dan Bani Hasyim yang melindunginya, kecuali jika kedua suku itu bersedia menyerahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam untuk dibunuh. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam bersama orang-orang yang membelanya terkurung selama tiga tahun, mereka mengalami kelaparan dan penderitaan yang hebat. Namun penderitaan itu tidak sedikit pun mengendorkan semangat Rasulullah dan para shahabatnya untuk terus berdakwah dan menyebarkan Islam. Sebagai orang-orang yang telah menyatakan iman, kita harus mempersiapkan diri untuk menerima ujian dari Allah, serta kita harus yaqin bahwa ujian dari Allah itu adalah satu tanda kecintaan Allah kepada kita, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam, yang diriwayatkan Imam al Tirmidzi :    &lt;br /&gt;“Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan (ujian), Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai satu kaum Ia akan menguji mereka, maka barangsiapa ridha, baginyalah keridhaan Allah, dan barangsiapa marah, baginyalah kemarahan Allah”. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mudah-mudahan kita semua diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Allah    &lt;br /&gt;dalam menghadapi ujian yang akan diberikan oleh Nya kepada kita.&amp;#160; &lt;strong&gt;Amin &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber&lt;/strong&gt; : Ustadz Ma'luuful Anam, MA&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-1246806598233899439?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/1246806598233899439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/02/ujian-keimanan-umat-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/1246806598233899439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/1246806598233899439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/02/ujian-keimanan-umat-islam.html' title='Ujian Keimanan Umat Islam'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-2968758958739225857</id><published>2009-01-26T20:47:00.001+07:00</published><updated>2009-01-28T10:30:38.449+07:00</updated><title type='text'>Alquran dan Revitalisasi Perdagangan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kehadiran Al-Quran membawa sebuah gerakan revolusi spektakuler yang mencengangkan dunia. Dikatakan revolusi, karena dalam waktu yang relatif singkat, Al-Quran telah berhasil mengubah dunia, menuju masyarakat tercerahkan, maju dan berperadaban. Dengan kehadiran Al-Quran, umat Islam telah berhasil memimpin peradaban dunia selama lebih tujuh abad. Kemajuan dan keunggulan umat Islam disebabkan karena mereka mengamalkan ajaran Al-Quran secara komprehensif (tidak saja ibadah tetapi juga muamalah) dan berpegang teguh padanya secara istiqamah. Inilah yang pernah disabdakan &lt;strong&gt;Nabi Muhammad Saw :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5 align="justify"&gt;&amp;quot;Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat suatu bangsa karena berpegang teguh pada Al-Quran, dan merendahkan mereka karena mengabaikan Al-Quran&amp;quot;.&lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Islam memberikan penghargaan yang terhormat kepada para pedagang. Dalam konteks ini &lt;strong&gt;Nabi&lt;/strong&gt;     &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Muhammad Saw bersabda, dari Mu'az bin Jabal :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5 align="justify"&gt;&amp;quot;Sesungguhnya sebaik-baik usaha adalah usaha perdagangan (H.R.Baihaqi dan dikeluarkan oleh As-Ashbahani). &lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hadits ini dengan tegas menyebutkan bahwa profesi terbaik menurut Nabi Muhammad adalah perdagangan. Namun sangat disayangkan, kaum muslimin tidak merealisasikan hadits ini dalam realitas kehidupan dan membiarkan perdagangan di kuasai orang lain, akibatnya ekonomi umat Islam terpinggirkan selama berabad-abad dan ekonomi bangsa-bangsa lain maju pesat menguasai dunia. Gejala ke arah ini sebenarnya pernah terjadi di masa Umar bin Khattab, yaitu    &lt;br /&gt;ketika para sahabat mendapat harta ghanimah yang melimpah melalui ekspansi wilayah Islam ke Persia, Palestina, Mesir dan negara-negara tetangga, karena itu para pejabat dan panglima tentara Islam mulai meninggalkan perdagangan. Umar mengingatkan mereka, &amp;quot;Saya lihat orang asing mulai banyak menguasai perdagangan, sementara kalian mulai meninggalkannya (karena telah menjadi pejabat di daerah dan mendapat harta ghanimah), Jangan kalian tinggalkan perdagangan, nanti laki-laki kamu tergantung dengan laki-laki mereka dan wanita kamu tergantung dengan wanita mereka&amp;quot;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yang patut digaris bawahi dari pernyataan Umar tersebut adalah, jika ekonomi perdagangan dikuasai umat lain (bangsa lain), maka sangat dikhawatirkan umat Islam tergantung kepada bangsa tersebut. Apa yang dikhawatirkan Umar tersebut, kini telah terjadi di negara-negara Muslim, termasuk dan terutama di Indonesia, di mana umat Islam tergantung dengan bangsa-bangsa lain, bahkan ketergantungan itu merasuk kepada kebijakan politik negara muslim, merasuk ke aspek budaya, ilmu pengetahuan, bahkan mengganggu aqidah dan akhlak umat Islam. Betapa urgennya umat Islam menguasai perdagangan, sehingga Nabi Muhammad SAW mewajibkan umat Islam untuk menguasai perdagangan. Dalam sebuah hadits, &lt;strong&gt;Nabi Muhammad SAW mengatakan :&lt;/strong&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;h5 align="justify"&gt;&amp;quot;Hendaklah kamu berdagang, karena di dalamnya terdapat 90 % pintu rezeki” (H.R.Ahmad). &lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hadits ini diawali dengan kata 'Alaikum&amp;quot;, yang dalam ilmu gramatikal bahasa Arab bermakna fiil amar, artinya perintah yang wajib dilaksanakan. Kewajiban di sini tentunya di fahami sebagai kewajiban kifayah. Artinya, jika sebagian umat Islam telah menguasai perdagangan, maka sebagian umat Islam lainnya terlepas dari dosa kolektif. Tetapi, jika umat Islam tidak menguasai perdagangan, maka seluruh umat Islam berdosa. Nabi Muhammad tidak saja memerintahkan dengan kata-kata, tetapi secara langsung mempraktekkannya dalam kehidupan nyata, bahkan sejak usia beliau yang relatif muda, 12 tahun. Ketika Usia 17 tahun ia telah memimpin sebuah ekspedisi perdagangan ke luar negeri. Profesi inilah yang ditekuninya sampai beliau diangkat menjadi Rasul di usia yang ke 40. Afzalur Rahman dalam buku Muhammad a Trader menyebutkan bahwa reputasinya dalam dunia bisnis demikian bagus, sehingga beliau dikenal luas di Yaman, Syiria, Yordania, Iraq, Basrah dan kota-kota perdagangan lainnya di jazirah Arab. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Dalam konteks profesinya sebagai pedagang inilah iadi juluki gelaran mulia, Al-Amin. Afzalur Rahman juga mencatat dalam ekspedisi perdagangannya, bahwa Muhammad Saw telah&amp;#160; mengarungi 17 negara ketika itu, sebuah aktivitas perdagangan yang luar biasa. Semangat inilah seharusnya yang dibangun dan dikembangkan oleh kaum muslimin saat ini agar peradaban kaum muslimin bisa bangkit kembali di jagad ini melalui kejayaan ekonomi dan perdagangan. Namun,pada masa kini sektor perdagangan jauh dari dominasi umat Islam. Menurut buku Menuju Tata Baru Ekonomi Islam (2001, terbitan Malaysia), 93 % perdagangan dunia dikuasai oleh negara-negara bukan muslim. Dengan demikian negeri-negeri muslim hanya menguasai 7 % perdagangan dunia. Padahal umat Islam hampir 20 % dari penduduk dunia atau sekitar&amp;#160; 1,2milyar orang. Idealnya paling tidak negara-negara Islam bisa menguasai 20 % perdagangan dunia, bahkan lebih dari itu, karena hampir 70 % sumber-sumber alam terdapat di negara-negara Islam.     &lt;br /&gt;Dunia Islam memiliki 70% cadangan minyak dunia dan menguasai 30% sumber gas asli dunia.     &lt;br /&gt;Negara-negara Islam memasok dan mensuplay 42% permintaan petrolium (minyak) dunia. Data-data tersebut menunjukkan bahwa negeri-negeri muslim memiliki potensi ekonomi yang cukup besar dan strategis. Demikian pula peranan dan kiprah umat Islam dalam perdagangan di Indonesia, masih sangat kecil. Menurut para pengamat ekonomi, umat Islam yang berjumlah 85&amp;#160; %, paling hanya menguasai sektor perdagangan sekitar 20- 30 %.&amp;#160; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pengungkapan perdagangan dalam Al-Quran ditemui dalam tiga bentuk, yaitu tijarah (perdagangan ), bay' (menjual) dan Syira' (membeli) . Selain istilah tersebut masih banyak lagi term-term lain yang berkaitan dengan perdagangan, seperti dayn, amwal, rizq, syirkah, dharb, dan sejumlah perintah melakukan perdagangan global &lt;strong&gt;(Qs.Al-Jum;ah : 9) &lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Kata &lt;strong&gt;tijarah&lt;/strong&gt; adalah mashdar dari kata kerja yang berartimenjual dan membeli. Kata tijarah ini disebut sebanyak 8 kali dalam Al-Quran yang tersebar dalam tujuh surat, yaitu surah Albaqarah :16 dan 282 , An-Nisak : 29, at-Taubah : 24, An-Nur:37, Fathir: 29, Shaf : 10 dan Al-Jum'ah :11. Pada surah Al-Baqarah disebut dua kali, sedangkan pada surah lainnya hanya disebut masing-masing satu kali. Sedangkan kata &lt;strong&gt;ba'a&lt;/strong&gt; (menjual) disebut sebanyak 4 kali dalam Al-quran, yaitu &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1). Surah Al-Baqarah :254 &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2). Al-Baqarah :275&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3). Surah Ibrahim 31 &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4). Surah Al-Jum'ah :9 &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Selanjutnya term perdagangan lainnya yang juga dipergunakan Al-Quran adalah As-Syira. Kata ini terdapat dalam 25 ayat. Dua ayat di antaranya berkonotasi perdagangan dalam konteks bisnis yang sebenarnya, yaitu kisah Al-Quran yang menjelaskan tentang Nabi Yusuf yang dijual oleh orang yang menemukannya terdapat dalam surah Yusuf ayat 21 dan 22. Demikian banyaknya ayat-ayat Al-quran tentang perdagangan, sehingga tidak mungkin dijabarkan dalam halaman yang amat terbatas ini. Karena itu tulisan ini hanya akan memaparkan salah satu konsep penting tentang perdagangan yang terdapat dalam Al-quran yaitu keharusan umat Islam untuk go internasional dalam perdagangan. &lt;strong&gt;Dalam surat al-Jumah 39 ayat 10 Allah SWT berfirman :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5 align="justify"&gt;&amp;quot; Apabila shalat sudah ditunaikan maka bertebaranlah di muka bumi dan carilah karunia Allah serta banyak- banyaklah mengingat Allah agar kalian menjadi orang yang beruntung.”&lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apabila ayat ini kita perhatikan secara seksama, ada dua hal penting yang harus kita cermati, yaitu fantasyiruu fial-ard (bertebaranlah di muka bumi) dan wabtaghu min fadl Allah (carilah anugrah/rezeki Allah).    &lt;br /&gt;Redaksi fantasyiruu adalah perintah Allah agar umat Islam segera bertebaran di muka bumi untuk melakukan aktivitas bisnis setelah shalat fardlu selesai ditunaikan. Ke mana tujuan bertebaran itu? Ternyata Allah SWT tidak membatasinya hanya sekadar di kampung, kecamatan, kabupaten, provinsi, atau Indonesia saja. Allah memerintahkan kita untuk go global atau fi al-ard. Ini artinya kita harus menembus Timur Tengah, Eropa, Amerika, Australia, Jepang dan negar-negara Asia lainnya. Untuk apa kita bertebaran ke tempat-tempat tersebut? Allah menjawab bukan untuk tourism belaka, tetapi untuk berdagang dan&amp;#160; mencari rezeki &amp;quot;wabtaghu min fadl Allah&amp;quot; (M.Syafi'i Antonio,2003) . &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika perintah bertebaran ke pasar global Eropa, Australia, Amerika, Asika, Afrika, bersatu dengan perintah berdagang, maka menjadi keharusan bagi kita membawa goods and services dan komoditas ekspor lainnya serta bersaing dengan pemain-pemain global lainnya (Cina,Taiwan, Korea, India, Thailand, dan lain-lain). Menurut kaidah marketing yang sangat sederhana tidak mungkin kita bisa bersaing sebelum memiliki daya saing di 4P: Products, Price, Promotion, dan Placement atau delivery. Hanya dengan produk yang inovatif dan kualitas yang memadai kita bisa merebut pasar. Produk yang inovatif baru akan laku bila dijual dengan harga (price) yang bersaing dan promosi yang efektif. Demikian juga nasabah baru akan setia dan terpuaskan bila kita menyerahkannya (placement) sesuai jadwal dan after sales service (layanan purnajual) yang prima. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam Surat al-Quraish Allah melukiskan satu contoh dari kaum Quraish (leluhur Rasulullah SAW dan petinggi bangsa Arab) yang telah mampu menjadi pemain global dengan segala keterbatasan sumberdaya alam di negeri mereka. &lt;strong&gt;Allah SWT berfirman :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;&amp;quot;Karena kebiasaan orang-orang Quraish. (Yaitu) kebiasaan melakukan perjalanan dagang pada musim dingin dan musim panas.&amp;quot; &lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Para ahli tafsir baik klasik, sepertial-Thabari, Ibn Katsir, Zamakhsyari, maupun kontemporer seperti, al-Maraghi, az- Zuhaily, dan Sayyid Qutb, sepakat bahwa perjalanan dagang musim dingin dilakukan ke utara seperti Syria, Turki,Bulgaria, Yunani, dan sebagian Eropa Timur, sementara perjalanan musim panas dilakukan ke selatan seputar Yaman, Oman, atau bekerja sama dengan para pedagang Cina dan India yang singgah di pelabuhan internasional Aden. Perintah Al-Quran untuk melakukan perdagangan dengan go internasional ke mancanegara telah dibuktikan oleh generasi Islam di masa kejayaan Islam. Peter L. Bernstein dalam buku The Power of Gold, (2000, p.66-67), menggambarkan kejayaan umat Islam generasi awal dalam melakukan perdagangan internasional.    &lt;br /&gt;The Arabs had no difficulty accumulating a massif golden treasure.Their creativity at the task was impressive (they) outs marted their competitors at trade.The Arabs soon succeeded in eating deeply in to the hearth of Byzantine economic power by setting them selves up as traders of extraordinary acumen and persistence. In time, They dominated the major commercial contract that andserved Byzantine so well for so long.Throghout all of the Byzantine sphere of influence, even as the built newcommercial relationships all along theshouthern Mediteranean. The Arab ships plied the sea down the east coast of Afrika and across the oceans to India, and China in search of profit. They even reveled northward, through the riverhighways Of Russia, to the Scandanaviancountri es, trading merchandise acquired from across the seas for furs, amber, honey and slaves.&amp;#160; &lt;br /&gt;Saat ini contoh yang paling dekat dengan kemampuan dagang yang dilukiskan Al-Quran mungkin Singapura atau Hong Kong, negeri yang miskin sumber daya alam tetapi mampu menggerakkan dan mengontrol alur ekspor di regional Asia Tenggara dan Pasifik.Sementara Indonesia, yang luas salah satu provinsinya (Riau) 50 kali Singapura, dengan potensi ekspor dan sumber daya alam yang ribuan kali lipat, ternyata jauh tertinggal. Mungkin kita harus bercermin pada Al-Quran dan hadits yang selama ini kita tinggalkan untuk urusan bisnis dan ekonomi. Meskipun Al-Quran cukup banyak membicarakan perdagangan bahkan dengan tegas memerintahkannya, dan meskipun negeri-negeri muslim memiliki kekayaan alam yang besar, namun ekonomi umat Islam jauh tertinggal dibanding negara-negara non Muslim. Banyak faktor yang membuat umat Islam tertinggal dari bangsa lain, antara lain disebabkan lemahnya kerjasama perdagangan sesama negeri muslim. Menurut catatan OKI sebagaimana yang terdapat dalam buku Menuju tata baru Ekonomi Islam, kegiatan perdagangan sesama negeri muslim hanya 12 % dari jumlah perdagangan negara-negara Islam. Fenomena lemahnya kerja sama perdagangan itu terlihat pada data-data berikut :     &lt;br /&gt;Lebanon dan Turki mengekspor mentega ke Belgia, United Kingdom dan negara-negara Eropa Barat lainnya. Sementara Iran, Malayisa, Pakistan dan Syiria mengimport mentega dari Eropa Barat. Aljazair mengekspor gas asli ke Perancis, sedangkan Perancis mengekspornya ke Magribi Mesir adalah pengekspor kain tela yang ke 10 terbesar di dunia, tetapi Aljazair, Indonesia, dan Iran mendapatkan kain itu (import) dari Eropa Barat. Aljazair, Mesir dan Malaysia mengimpor tembakau dari Columbia, Greece, India, Philipine dan Amerika Serikat. Sementara Turki dan Indonesia adalah mengekspor utama tembakau ke Amerika dan Eropa. Selain ekspor yang relatif sedikit ke negara-negara Timur Tengah, fakta juga menunjukkan bahwa produk Indonesia yang dibutuhkan negara muslim di Timur Tengah, harus melalui Singapura. Konsekuensinya, yang mendapat keuntungan besar adalah Singapura, karena ia membeli dengan harga murah dan menjual ke Timteng dengan harga yang mahal. Dan negara kita seringkali cukup puas dengan kemampuan ekspor sekalipun mendapatkan keuntungan margin yang sedikit. Sungguh kebodohan kita dalam perdagangan internasional. Hal ini tentu bisa mengecewakan Nabi Muhammad SAW yang telah meneladankan sikap fathanah (cerdas) dan komunikatif (tabligh) dalam perdagangan. Mudah-mudahan adanya tulisan ini dapat mengingatkan kita untuk mementingkan kembali aspek perdagangan yang selama ini kita abaikan dan mampu memasarkan goods dan services yang bersaing di pentas global.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sumber&lt;/strong&gt; : Agustianto dan telah diedit oleh penulis&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-2968758958739225857?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/2968758958739225857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/01/alquran-dan-revitalisasi-perdagangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/2968758958739225857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/2968758958739225857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/01/alquran-dan-revitalisasi-perdagangan.html' title='Alquran dan Revitalisasi Perdagangan'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-6354374099742823502</id><published>2009-01-26T18:20:00.001+07:00</published><updated>2009-01-26T18:20:52.523+07:00</updated><title type='text'>Jihad Dengan Harta</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rasulullah SAW bersabda&lt;/strong&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;“Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan harta, nyawa dan lisan kalian (HR. Abu Dawud)”.&lt;/h5&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ibnul Qayyim berkata:&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;“ Wajib berjihad dengan harta sama seperti kewajiban berjihad dengan nyawa”. &lt;/h5&gt;  &lt;p&gt;Ini merupakan salah satu dari dua pendapat Ahmad, dan pendapat inilah yang benar tanpa diselubungi keraguan sedikitpun. Perintah berjihad dengan harta merupakan saudara kandung dan pasangan perintah berjihad dengan nyawa dalam Al-qur’an, bahkan selalu disebutkan lebih dahulu daripada jihad dengan nyawa dalam setiap ayat yang mencantumkannya, kecuali pada satu ayat saja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hal ini menunjukkan bahwa jihad dengan harta lebih penting dan mendesak daripada dengan nyawa. Jihad dengan harta adalah salah satu dari dua jihad yang ada, sebagaimana dinyatakan oleh &lt;strong&gt;Nabi SAW :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;”Siapa yang memberangkatkan (mendanai) orang yang berperang di jalan Allah, berarti dia juga ikut berperang” (HR. Bukhari).&lt;/h5&gt;  &lt;p&gt;Jihad fisik tidak mungkin dapat dilaksanakan tanpa adanya dana. Kemenangan dalam perang tidak mungkin diraih tanpa pasukan dan perbekalan. Jika tidak mungkin memperbanyak jumlah pasukan maka harus memperbanyak jumlah perbekalan dan dana. Sementara itu Imam al-Juwaini menyatakan bahwa bila musuh menyerang, maka jihad nyawa lebih utama dari harta. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagi orang miskin, meskipun kemiskinan menghambatnya untuk menyumbangkan hartanya dalam jumlah besar, tapi tidak dapat dijadikan alasan untuk sama sekali tidak melakukannya. Ketika orang-orang kaya dituntut dalam kapasitas yang paling besar, tapi bukan berarti tuntutan itu tidak berlaku bagi orang-orang miskin, melainkan tetap wajib melakukannya selayaknya kewajiban dia memberi nafkah kepada istri, anak dan sanak keluarganya. Masing-masing dituntut sesuai kemampuannya. Sesuai dengan firman Allah SWT :&lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannnya.” (QS.Ath-Thalaq:7).&lt;/h5&gt;  &lt;h5&gt;“Dan siapa yang kikir, sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri.” (QS.Muhammad:38)&lt;/h5&gt;  &lt;p&gt;Di dalam Al-Quran, Allah SWT mendahulukan jihad harta atas jihad nyawa setiap kali menyebut keduanya secara bersamaan, kecuali dalam satu ayat saja, &lt;strong&gt;yaitu firman Allah SWT&lt;/strong&gt;:&lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin, nyawa dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh…” (QS. At-Taubah:111).&lt;/h5&gt;  &lt;p&gt;Selain ayat tersebut, jihad harta selalu disebut lebih dulu daripada jihad nyawa. Bukan berarti kedudukan jihad harta lebih utama, melainkan karena urgensi jihad harta sebagai fasilitatorjihad nyawa. Jihad harta berkedudukan sebagai penunjang yang ideal untuk terlaksananya jihad nyawa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Allah SWT Berfirman&lt;/strong&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan nyawa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.: (QS.Al-Hujurat:15).&lt;/h5&gt;  &lt;p&gt;Rasulullah SAW menyamakan kedudukan orang yang terjun langsung di medan perang dengan orang yang memberikan dana untuk jihad, atau menggantikan posisi orang yang berjihad untuk mengurus keperluan keluarganya. &lt;strong&gt;Rasulullah SAW bersabda&lt;/strong&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;“Siapa yang memberangkatkan (mendanai) orang yang berperang di jalan Allah, berarti dia juga ikut berperang. Dan siapa yang mengurusi keluarga orang yang sedang berperang dengan baik, berarti dia juga ikut berperang”. (HR. Bukhari).&lt;/h5&gt;  &lt;p&gt;Dalam masalah solidaritas harta ini, kaum Yahudi sangat serius daripada umat Islam. Diantara lembaga Yahudi yang sangat giat menjalankan proyek Zionisme adalah Jewish Agency (Agen Yahudi) dan Jewish National Fund (Lembaga Keuangan Nasional Yahudi).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Organisasi-organisasi sosial juga tidak ketinggalan untuk menggalang dana dan membiayai program-program yang memiliki tujuan mempertahankan negara Israel, membangun dan memperluas wilayah kedaulatannya, agar tampil sebagai negara paling berpengaruh di kawasan Timur Tengah Baru. Bukan saja organisasi sosial, tetapi hampir seluruh perusahaan yang dimiliki oleh orang Yahudi akan memberikan sebagian keuntungannya kepada negara Israel. Sebagai contoh, Starbuck Cafe setiap tahun menyumbang kepada Israel sebanyak 5 billion dolar Amerika. Mark &amp;amp; Spencer setiap minggu memberikan sebagian keuntungannnya ke negara Israel dsb.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hal ini sangat kontras sekali dengan umat Islam yang lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan umat dan agama. Masih banyak umat Islam yang mampu akan tetapi tidak mau menyubangkan sebagian kekayaannya untuk kepentingan Islam, contoh untuk membantu saudara-saudara kita seiman di negara Palestina yang sedang membutuhkan bantuan baik biaya, tenaga serta do’a dalam menghadapi perang melawan Israel.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;sumber &lt;/strong&gt;: M. Arifin Ismail MA.M.Phill dan telah diedit oleh penulis&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-6354374099742823502?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/6354374099742823502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/01/jihad-dengan-harta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/6354374099742823502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/6354374099742823502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2009/01/jihad-dengan-harta.html' title='Jihad Dengan Harta'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-2798002612101081084</id><published>2008-11-21T13:33:00.005+07:00</published><updated>2008-12-07T13:00:03.305+07:00</updated><title type='text'>Mengenal Reksadana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Investasi Reksadana sempat mencapai boomingnya antara akhir tahun 2005 - awal 2007, dimana kinerja para manajer investasi terus membaik. Hal ini ditunjukkan dengan terus naiknya NAB (Nilai Aktiva Bersih) dari masing2 dana kelolaan, begitu juga dengan jumlah dana kelolaan yang semakin besar dari sisi nominal.&lt;br /&gt;Produk reksadana sendiri dibagi menjadi :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kontan.co.id/index.php/Pemula/artikel/22/39/Mengenal_Reksadana_Pendapatan_Tetap"&gt;reksadana pendapatan tetap&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kontan.co.id/index.php/Pemula/artikel/24/38/Mari_Mengenal_Reksadana_Campuran"&gt;reksadana campuran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kontan.co.id/index.php/Pemula/artikel/23/14/Mari_Mengenal_Reksadana_Saham"&gt;reksadana saham&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kontan.co.id/index.php/Pemula/artikel/25/10/Meneliti_Reksadana_Terproteksi"&gt;reksadana terproteksi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.portalreksadana.com/rdproduk/list/7"&gt;reksadana syariah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kontan.co.id/index.php/Pemula/artikel/26/64/Mengenal_Seluk-Beluk_Reksadana_Indeks"&gt;reksadana index&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kontan.co.id/index.php/Pemula/artikel/21/40/Mengenal_Reksadana_Pasar_Uang"&gt;reksadana pasar uang&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kontan.co.id/index.php/Pemula/artikel/27/65/Pendatang_Baru_Bernama_ETF"&gt;ETF&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        Disini mungkin gua pingin sedikit ngebahas  masalah reksadana saham karena gua juga barusan ikut beli unit penyertaan mandiri investa atraktif. Ternyata sampai saat ini NAB nya tersisa 1.300 an sampai gua posting padahal gua beli unit penyertaan NAB 2.286 pada waktu itu 14 agustus 2008 walaupun ga banyak2 amat jumlahnya (namanya aja pingin belajar investasi bro ). Itung aja tinggal berapa % nilai investasi gua &amp;amp; paling tinggal 50% doang cuman butuh waktu 3,5 bulan. Tapi bukan berarti gua nyesel beli unit tsb karena target gua bukan short term tp long term itu pun minjem istilah para financial planner .. hehehehe. Dan mereka bilang kalau ga ada yang tau kapan nilai saham atau unit penyertaan reksadana itu akan naik ato turun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Reksadana saham memungkinkan investor kecil bisa berinvestasi di saham karena dengan modal kecil sudah bisa beli unit penyertaan, gua ambil contoh untuk produk dari mandiri manajemen  investasi yaitu &lt;a href="http://www.bankmandiri.co.id/article/312380304425.asp?article_id=312380304425"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;mandiri investa atraktif&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; batas minimum untuk dapat membeli reksadana ini cuman Rp 50.000 (&lt;a href="http://www.bankmandiri.co.id/article/312380304425.asp?article_id=312380304425"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;sesuai ma prospektus yang ada&lt;/span&gt;).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bayangin kl kita mau investasi disaham langsung mesti nyiapain berapa duit ya dimana paling sedikit kita harus punya minimal 1 lot ( 500 lbr saham), taruh 1 lembar saham A harganya 1000 berarti kita harus punya duit 500rb untuk bisa investasi di saham langsung, dan ini mempunyai resiko yang sangat besar terhadap investasi kita karena tergantung ama 1 jenis saham aja. Sedangkan disaham kita mesti mendiversifikasikan dana kita untuk membeli lebih dari satu jenis saham dengan tujuan untuk menhindari resiko rugi. Di lain pihak kita harus membeli lewat broker dimana biasanya mematok minimal nilai investasi 50 jt untuk bermain saham........ bayangin untuk org2 seperti gua ini yang pingin ngerasian investasi di saham hehehehehe..... ga tau kapan bisa ngerasiannya .......hehehehhe..&lt;br /&gt;Nah mungkin cukup sampai sini dulu pengantar investasi dari gua (sok financial planner) ... hehehee. mungkin ada koment dari para pembaca yang mana dapat membuat blog gua ini lebih berbobot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-2798002612101081084?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/2798002612101081084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2008/11/mengenal-reksadana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/2798002612101081084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/2798002612101081084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2008/11/mengenal-reksadana.html' title='Mengenal Reksadana'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-8682707845529371350</id><published>2008-11-19T17:26:00.003+07:00</published><updated>2008-11-19T18:03:41.524+07:00</updated><title type='text'>Gigi Bungsu Yang Menyakitkan</title><content type='html'>Baru sekali ini ngrasain sakit gigi bro.... setelah check up ke dokter hasilnya gigi bungsu gua tumbuhnya miring, ama dokternya gua disaranin foto rontgen untuk ngliat tumbuhnya gigi gua. Sebenarnya yang bikin gua penasaran knapa baru umur segini ngerasian sakit gigi kok ga dari dulu2 gitu loohhhh.... ( kl emang mo dicabut kan mungkin agak gampangan kl umurnya masih muda).&lt;br /&gt;Setelah keluar hasil rontgennya si dokter bilang kamu harus operasi untuk mengangkat gigi yang tumbuhnya miring ga bs cuman cabut kyk gigi biasa... alamak gua bilang, denger kata2 operasi aja udah ngeri bro.... dan dokter bilang kl gigi sebelahnya juga udah kena karena didorong ma si bungsu ini.&lt;br /&gt;biar lebih jelasnya mungkin ada perlunya mengetahui siapa dan mengapa sih gigi bungsu sering membuat orang puyeng mikirinnya ( heehehe. kyk lagu aja ).&lt;br /&gt;Gigi bungsu adalah gigi geraham terakhir baik pada rahang atas atau rahang bawah. Bila jumlah gigi normal, manusia mempunyai jumlah gigi sebanyak 32 buah termasuk gigi bungsu. Gigi bungsu merupakan gigi geraham, dimana pada satu sisi rahang kita mempunyai 3 buah gigi geraham dan gigi bungsu merupakan gigi geraham ketiga (third molar). Karena gigi ini tumbuh setelah melewati usia remaja (berkisar antara 18 sampai 25 tahun) maka dalam literatur berbahasa Inggris gigi ini sering disebut wisdom teeth. Gigi bungsu sering menimbulkan masalah karena biasanya gigi ini tidak bisa muncul sempurna menempati tempatnya atau malah terpendam sama sekali. Gigi bungsu yang tidak muncul sempurna atau terpendam (impaksi) adalah gigi yang tidak bisa erupsi (keluar) menempati tempatnya dalam lengkung rahang yang diakibatkan  terhalang oleh jaringan lunak atau tulang yang keras, atau oleh gigi tetangganya pada saat waktunya gigi tersebut harus erupsi. ( &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;a href="http://www.pabmi.com/content/view/79/"&gt;saduran&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; bro... )&lt;br /&gt;Kalau gigi udah begini bisa nyebabin banyak masalah bro kepala sering sakit kayak migrain gitu, radang dusi bahkan kata dokter bisa nyebabin kista rahang .&lt;br /&gt;Dari penjelasan dokter tadi yang memaksa gua untuk operasi gigi, yang perlu waktu seminggu buat ngambil keputusan. Gua operasi hari senen yang sebelumnya direncanain hari sabtu diundur karena gua ragu2 &amp;amp; dokter perlu waktu 45 menit buat nyabut gigi gua. Dan anehnya itu yang operasi gigi gua bukan dokter yang konsultasi ma gua tp dokter laen yang gua juga ga kenal.. (wah jgn2 dokter yg konsultasi ma gua ga berani nih... alamak). sampe tulisan gua bikin 2 hari setelah operasi masih terasa sedikit sakit, apalagi bengkak pipi kiri. hari ketiga rencana mau kontrol ke dokter lagi, setelah itu Insya Allah terbebas dari masalah gigi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-8682707845529371350?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/8682707845529371350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2008/11/gigi-bungsu-yang-menyakitkan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/8682707845529371350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/8682707845529371350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2008/11/gigi-bungsu-yang-menyakitkan.html' title='Gigi Bungsu Yang Menyakitkan'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-854601277403908140.post-6842928464896833429</id><published>2008-11-19T15:46:00.009+07:00</published><updated>2008-12-07T13:25:28.197+07:00</updated><title type='text'>Mengenal Viral Marketing Sebagai Sistem Pemasaran Baru</title><content type='html'>Mungkin istilah pemasaran ini masih baru di banyak kalangan, viral marketing sendiri merupakan suatu proses penyebaran suatu produk atau jasa dengan memberikan imbalan kepada konsumen, bila ia merekomendasikan kepuasan produk kepada konsumen berikutnya, tanpa ada kewajiban melakukan penjualan produk, tanpa ada kewajiban membina jaringan organisasi pemasaran. Viral Merketing sebenarnya menyerupai Multi Level Marketing yang merupakan perkembangan dari direct selling.&lt;br /&gt;Kalau dianalogikan di dunia nyata, viral mirip dengan word of mouth. Kita mendengar dari teman kalau pisang goreng toko A itu enak. Tentunya kita ingin mencobanya. Saat kita rasakan pisang goreng itu benar-benar enak, tentu kita referensikan pisang goreng itu ke teman-teman kita lainnya. Mirip gosip, info enaknya pisang goreng toko A pun menyebar. Seperti itulah viral, hanya saja bedanya, konteks viral menggunakan fasilitas teknologi.Umumnya pengiriman viral dimaksudkan untuk mengenalkan penerima e-mail atau SMS pada produk baru atau program baru dari suatu brand. Terkadang pesan disampaikan langsung, terkadang penerima e-mail diminta untuk masuk ke website tertentu untuk mengenal produk atau program baru itu lebih jauh. Bisa saja saat ia masuk ke website, ia pun diminta untuk menyebarkan informasi ini ke e-mail rekan-rekannya. Selanjutnya, rekan-rekannya akan menerima e-mail serupa seperti yang diterimanya, yang mengajak mereka untuk mengunjungi website tersebut.&lt;br /&gt;Salah satu contoh website yang mengklaim bahwa web itu mampu menarik pengguna internet di indonesia adalah &lt;span style=""&gt;&lt;a href="http://www.dynasis.biz/agussind"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;dynasis&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;,&lt;/em&gt; yang merupakan salah satu web yang sistemnya menggunakan viral marketing dimana untuk mendaftar secara gratis dengan dikasih web replika yang bertujuan untuk mempermudah anggotanya untuk melkukan promosi pemasaran. &lt;em&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a href="http://www.dynasis.biz/agussind"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Dynasis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ini adalah Program pemasaran yang paling banyak dibicarakan orang akhir-akhir ini adalah program Viral Marketing. Ini adalah program unik, dahsyat dan sangat ampuh digunakan dalam bisnis apapun yang memiliki produk pembelanjaan berulang (Repeat Order). Semboyannya : Let's Your Customer Do Your Marketing. Inilah program cult marketing abad ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kehadiran Viral Marketing ini berawal dari kejadian hidup sehari-hari yang sering kita lakukan. Kita selalu menceritakan apa yang kita alami baik hal negatif atau positif. Ketika kita habis menonton film yang bagus, kita pasti akan bercerita kepada teman teman kita tentang kedahsyatan film tersebut. Sehabis makan bakso yang enak, kita cerita juga kepada teman-teman. Sehabis berbelanja di sebuah toko yang memberikan diskon, kita pun bercerita kepada teman-teman. Alasannya, agar teman-teman kita juga merasakan apa yang kita nikmati. Lalu apa yang akan diberikan perusahaan kepada kita? Tentu tidak ada bukan? Bahkan ucapan terimakasih saja tidak.&lt;br /&gt;Nah disinilah program &lt;a href="http://www.dynasis.biz/agussind"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Viral Marketing&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/a&gt;akan menyiasatinya secara cerdik. Selalu ada bonus dan reward bagi setiap konsumen yang berhasil menceritakan keunikan perusahaan dengan programnya ini dan berhasil mengajak teman-temannya menjadi konsumen setia di perusahaan tersebut. &lt;em style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a href="http://www.dynasis.biz/agussind"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Website&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ini juga mempunyai program yaitu Tell Your Friends Reward Program, maka keuntungan yang akan ada dapatkan adalah : Anda akan mendapatkan bonus Cash Back 6 % BV, dari setiap Transaksi Isi Pulsa yang dilakukan oleh downline anda sampai kedalaman 10 Level.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran : Misalnya anda telah memiliki 1 downline ( si A ) - Nah, jika si A ini melakukan pengisian pulsa melalui HP nya sendiri, maka anda sebagai Upline akan mendapatkan Reward Cash Back 6 % BV.&lt;br /&gt;Misalnya BV nya Rp. 1000,- maka setiap kali Downline anda melakukan Isi Ulang Pulsa, maka anda akan mendapatkan Cash Back : Rp 60,-&lt;br /&gt;Anda akan mendapatkan Reward Cash Back 6 % BV sampai dengan kedalaman 10 Level.&lt;br /&gt;Jadi misalnya seperti ini : Perhatikan ilustrasi Gambar diatas. Katakanlah anda cuma mereferensikan 1 orang saja. Begitupun dengan downline anda, mereka juga cuma mereferensikan 1 orang saja. Jadi sampai kedalaman 10 Level hanya akan ada 11 orang. Anda sebagai Level 0, dan 10 orang lagi sebagai downline di jaringan anda. Jika masing masing ( termasuk anda ) mengisi pulsa dengan nominal Rp 50.000,- dan BV nya Rp 1000,- maka keuntungan yang akan anda dapatkan adalah :&lt;br /&gt;- 10 % X Rp 1000,- = Rp 100,- ( Bonus dari TRX L0 [ Pribadi ] )&lt;br /&gt;- 6 % X Rp 1000,- = Rp 60,- lalu dikalikan 10 = Rp 600,- ( Bonus dari TRX L1 s/d L 10 )&lt;br /&gt;- Maka Total bonus anda adalah : Rp 100 + Rp 600 = Rp 700,- ( Kok Dikit Amat Ya )&lt;br /&gt;Ya jelas saja, kan masing masing cuma mereferensikan 1 orang, padahal Dynasis sama sekali TIDAK MEMBATASI jumlah downline yang anda referensikan, jadi sebenarnya anda boleh mengajak teman teman anda SEBANYAK - BANYAK nya, biar bonusnya juga jauh lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh 1 : Mereferensikan 3 Orang Teman.&lt;br /&gt;- Setiap Member hanya mereferensikan 3 orang saja (sebetulnya tidak dibatasi).- Tiap member hanya melakukan 1 kali Trx/bln, dgn nominal sebesar Rp 50.000,-/orang.- BV (Business Value) sebesar Rp 1.000,-/Trx.- Bonus Trx Level-1 s/d Level-10 (6% BV) = Rp 60,-.- Bonus Trx Level-0 (pemakaian pribadi) diabaikan.- PERHATIAN : Maksudnya diabaikan HANYA untuk memudahkan kalkulasi penghitungan.&lt;br /&gt;Maka TOTAL bonus yang anda terima setelah bulan ke-10 adalahRp 5.314.320,-&lt;br /&gt;Karena Dynasis tidak membatasi jml member tiap level ( Unlimited ) maka bisa dipastikan bonus anda bisa jauh lebih besar&lt;br /&gt;Ingat : Contoh disamping hanyaASUMSI saja, jadi jangan dijadikan acuan sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh 2 : Mereferensikan 5 Orang Teman.&lt;br /&gt;- Setiap Member hanya mereferensikan 5 orang saja (sebetulnya tidak dibatasi).- Tiap member hanya melakukan 1 kali Trx/bln, dgn nominal sebesar Rp 50.000,-/orang.- BV (Business Value) sebesar Rp 1.000,-/Trx.- Bonus Trx Level-1 s/d Level-10 (6% BV) = Rp 60,-.- Bonus Trx Level-0 (pemakaian pribadi) diabaikan.- PERHATIAN : Maksudnya diabaikan HANYA untuk memudahkan kalkulasi penghitungan.&lt;br /&gt;Maka bonus yang anda terima setelah bulan ke-10 adalahRp 732.421.800,-&lt;br /&gt;Karena Dynasis tidak membatasi jml member tiap level ( Unlimited ) maka bisa dipastikan bonus anda bisa jauh lebih besar&lt;br /&gt;Ingat : Contoh diatas hanyaASUMSI saja, jadi jangan dijadikan acuan sebenarnya.&lt;br /&gt;Viral Marketing digunakan untuk memberikan kesempatan kepada konsumen guna mendapatkan rupiah. Karena saat ini sebagian besar yang menikmati rupiah dari iklan hanya Media cetak dan elektronik. Konsumen hanya ikut menikmati hasil dari iklan/promosi kalau produsen mengadakan undian dan inipun hanya beberapa orang saja yang memenangkan.&lt;br /&gt;Dan menurut saya tidak ada salahnya mencoba sistem viral marketing ini, itung2 gratis untuk pendaftarannya.&lt;br /&gt;terima kasih &amp;amp; selamat mencoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/854601277403908140-6842928464896833429?l=agussind.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agussind.blogspot.com/feeds/6842928464896833429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2008/11/mengenal-viral-marketing-sebagai-sistem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/6842928464896833429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/854601277403908140/posts/default/6842928464896833429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agussind.blogspot.com/2008/11/mengenal-viral-marketing-sebagai-sistem.html' title='Mengenal Viral Marketing Sebagai Sistem Pemasaran Baru'/><author><name>Agus Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16447947745760001361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_kOP4vgvfL84/SN93LOWeRlI/AAAAAAAAAAU/bctMbbicDC4/S220/Me.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
